Menjadi Awal Baru: Perjalanan Prof. Nida Husna ke Mimbar Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris

10/9/2026 12:00:00 AM


Dokumentasi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Jakarta – Guru Besar atau profesor merupakan jabatan akademik tertinggi bagi seorang dosen di lingkungan perguruan tinggi. Meski begitu, bagi Prof. Dr. Nida Husna, HR., M.Pd., MA., TESOL., gelar ini ia maknai sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus membuktikan diri. Pada Rabu (30/9), Prof. Nida resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris (English Pedagogy) di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. “Profesor itu bukan titik akhir, tapi titik awal dari perjalanan yang lebih panjang, yang membuat kita harus lebih sadar dan bertanggung jawab dengan apa yang kita ucapkan,” ujarnya.

Menurutnya, jabatan profesor adalah impian hampir semua akademisi, namun ia tidak memaknainya sebagai ambisi untuk menjadi sosok yang tinggi atau dihormati, melainkan sebagai bentuk penghargaan atas segala upaya yang telah dilakukannya. Prof. Nida menambahkan bahwa setelah menjadi Guru Besar, ia merasa perlu lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu terkait bidang keilmuannya, dengan justifikasi data yang kuat, karena pernyataannya kini akan menjadi pegangan dan berpengaruh bagi banyak orang. 

Sebagai alumni Program Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris (DLTBI) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ), Prof. Nida menceritakan bahwa keinginannya berkuliah di UAJ sudah ada sejak masa studi S1, namun sempat tertunda oleh kendala biaya dan jarak, hingga akhirnya terwujud pada 2013 ketika ia diterima sebagai mahasiswa DLTBI UAJ. “Saya berhasil masuk universitas yang saya cita-citakan sejak S1. Saya merasa nyaman dan tidak salah memilih UAJ. Lokasinya strategis sehingga bisa dijangkau pulang pergi, saya masih bisa mengurus anak, biayanya juga terjangkau bagi saya, terlebih lagi dosen-dosennya luar biasa,” ungkapnya.

Dokumentasi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Di sepanjang masa studinya, Prof. Nida mengaku banyak terinspirasi oleh para dosen DLTBI UAJ yang baik, kompeten, dan peduli terhadap mahasiswanya, baik secara akademik maupun personal, terutama almarhum Yasir Nasanius dan almarhum Deny Arnos Kwary, dua sosok yang paling berarti dalam membentuk cara berpikirnya sebagai akademisi. Dukungan para dosen tersebut, menurutnya, sangat membantu perjalanan studi dan pengembangan dirinya, sehingga meski standar akademik di DLTBI UAJ cukup tinggi, termasuk proses disertasinya yang sempat di proofread oleh pihak eksternal dari Cambridge, ia tetap dapat menjalani masa studi dengan lancar dan menyenangkan.

Prof. Nida memandang peran DLTBI UAJ sangat besar dalam perjalanannya menjadi guru besar. “Dengan adanya Unika Atma Jaya dan jurusan DLTBI, hal ini sangat membantu para dosen bahasa Inggris untuk melanjutkan S3 di bidang bahasa Inggris. Program ini tidak hanya menawarkan gelar doktor bahasa Inggris, tapi juga pendidikan berskala Internasional dengan nama besar Unika Atma Jaya,” jelasnya.

Dokumentasi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Berbagai ilmu yang diperoleh selama di DLTBI UAJ, masih terus Prof. Nida terapkan hingga kini, baik dalam mengajar maupun membimbing mahasiswa. Pemahaman tentang tata bahasa dan sintaksis yang diajarkan turut menjadi dasar penting dalam pengajarannya, sementara metodologi penelitian yang didapatkan dari para dosen banyak ia gunakan saat membimbing mahasiswa menyusun skripsi, tesis, hingga publikasi jurnal ilmiah.

Sebagai penutup, Prof. Nida mengajak calon mahasiswa yang tertarik melanjutkan studi di bidang linguistik terapan untuk tidak ragu memilih DLTBI UAJ. “Ayo jangan ragu-ragu! Anda tidak akan salah pilih untuk masuk DLTBI UAJ, pembelajarannya nyaman dan sangat kekinian. Saya sangat bersyukur pernah berkuliah di sana dan merasa bangga menjadi alumni DLTBI Unika Atma Jaya,” pesannya. 

Pencapaian Prof. Nida sebagai guru besar turut menjadi kebanggaan dan bukti nyata atas kontribusi DLTBI UAJ dalam mencetak akademisi berkualitas di bidang pendidikan bahasa Inggris. Unika Atma Jaya turut mengucapkan selamat atas pengukuhannya sebagai Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

(STV)