Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya memiliki komitmen
yang kuat untuk berkontribusi dalam pembangunan
berkelanjutan melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik yang
mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen
tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan dampak positif
bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertanggung jawab, serta
memperhatikan aspek pelestarian lingkungan dalam pelaksanaan kegiatan
operasional institusi.
Sebagai bentuk akuntabilitas dan tanggung
jawab terhadap para pemangku kepentingan, Unika Atma Jaya telah menyusun
laporan yang menggambarkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang
dihasilkan dari berbagai aktivitas dan program yang dijalankan. Laporan
tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mengidentifikasi kontribusi
institusi terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus menjadi dasar dalam
perencanaan peningkatan kinerja keberlanjutan di masa mendatang.
Dalam upaya memperkuat pengelolaan aspek
lingkungan, Unika Atma Jaya juga melakukan pengukuran jejak emisi karbon yang
dihasilkan dari aktivitas operasional kampus. Pengukuran ini bertujuan untuk
memperoleh gambaran mengenai dampak lingkungan yang timbul, mengidentifikasi
sumber-sumber emisi utama, serta mendukung penyusunan strategi pengurangan
emisi secara bertahap dan berkelanjutan.
Data yang digunakan dalam pengukuran emisi ini
disediakan oleh Unit Manajemen, Aset, dan Properti (MAP) yang secara
cermat dan sistematis telah melakukan pengumpulan, pencatatan, serta pengukuran
berbagai data operasional yang relevan. Melalui proses pengelolaan data yang
terstruktur, Unit MAP berperan penting dalam memastikan ketersediaan informasi
yang akurat dan andal sebagai dasar perhitungan jejak emisi institusi.
Perhitungan emisi pada laporan ini dilakukan
menggunakan aplikasi Kalkulator Hijau yang tersedia di Google Play
Store. Perhitungan tersebut memanfaatkan data internal Unika Atma Jaya yang
mencerminkan aktivitas operasional kampus selama periode pelaporan. Hasil
pengukuran ini diharapkan dapat menjadi titik awal dalam pengelolaan emisi gas
rumah kaca yang lebih terukur, sekaligus memperkuat komitmen Unika Atma Jaya
dalam mendukung terciptanya kampus yang lebih berkelanjutan dan ramah
lingkungan. Melalui pendekatan yang berbasis data dan pengukuran yang
sistematis, Unika Atma Jaya berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan
serta mendorong budaya keberlanjutan yang melibatkan seluruh sivitas akademika.
Perhitungan jejak emisi pada laporan ini
mencakup Scope 1 dan Scope 2. Untuk Scope 1 (emisi langsung),
perhitungan dilakukan berdasarkan data konsumsi bahan bakar yang berasal dari
sumber emisi yang dimiliki dan dikendalikan oleh institusi. Data yang digunakan
meliputi konsumsi bahan bakar untuk mesin tidak bergerak (Scope 1A), yaitu
generator listrik (genset), serta mesin bergerak (Scope 1B), yaitu kendaraan
dinas yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional kampus. Data tersebut
telah dikumpulkan dan didokumentasikan oleh Unit Manajemen, Aset, dan Properti
(MAP) sebagai bagian dari upaya pemantauan penggunaan sumber daya dan pengelolaan
lingkungan.
Sementara itu, Scope 2 (emisi tidak
langsung dari energi yang dibeli) dihitung berdasarkan konsumsi listrik
yang digunakan dalam kegiatan operasional kampus. Energi listrik tersebut
disuplai oleh pihak ketiga, yaitu PT PLN (Persero), sehingga emisi yang
dihasilkan tidak terjadi secara langsung di lingkungan kampus, namun merupakan
konsekuensi dari penggunaan energi yang dibeli dan dikonsumsi oleh institusi.
Meskipun cakupan perhitungan ini belum sepenuhnya mencerminkan keseluruhan jejak emisi yang dihasilkan oleh Unika Atma Jaya, termasuk emisi tidak langsung lainnya yang dapat dikategorikan dalam Scope 3, inisiatif ini merupakan langkah awal yang penting dalam perjalanan keberlanjutan institusi. Pengukuran yang dilakukan memberikan dasar yang lebih kuat untuk memahami profil emisi kampus, meningkatkan kualitas pengelolaan data lingkungan, serta mengidentifikasi peluang pengurangan emisi pada masa mendatang. Dengan demikian, hasil perhitungan ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan yang baik bagi pengembangan inventarisasi emisi yang lebih komprehensif dan penyusunan strategi dekarbonisasi yang lebih terarah di tahun-tahun mendatang.
Perhitungan jejak Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai
Scope 1 dan 2 tahun 2025 – Kampus Unika Atma Jaya.
Sumber data: Pencatatan dari Unit MAP.
Scope 1A
Untuk mesin statis: generator listrik
Jenis bahan bakar: Solar
Jumlah konsumsi bahan bakar: 1648L liter/tahun
Emisi gas rumah kaca: 4.405,10 kgCO2e atau 4,41 tCO2e
Perhitungan Menggunakan Kalkulator Hijau

Scope 1B
Penggunaan mobil dinas, terdapat 6 mobil dinas yang digunakan untuk operasional kegiatan kampus.
Jenis bahan bakar: Pertamax
92
Jumlah konsumsi: 9360
L
Emisi gas rumah kaca: 21.574,80 kgCO2e atau 21,57
tCO2e
Perhitungan Menggunakan Kalkulator Hijau

Total emisi Scope 1: 25.98
Scope 2
Pemakaian listrik dari pihak ketiga.
Sumber listrik : PLN
Jumlah pemakaian : 5.944.716 KWH (3 kampus) per tahun
Emisi gas rumah kaca: 5.171.902,92 kgCO2e atau 5.171,90 tCO2e
Perhitungan menggunakan Kalkulator Hijau

TOTAL EMISI GAS RUMAH KACA (GRK)
DIHASILKAN SCOPE 1 DAN SCOPE 2 : 5.197,88
tCO2e