
Jakarta - Dosen yang telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) pada Program Doktor (S3) Unika Atma Jaya kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi dengan dukungan pendanaan melalui Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) 2026 yang kembali dibuka oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dalam daftar program studi tujuan BPDDI 2026, Unika Atma Jaya menjadi salah satu perguruan tinggi yang ditetapkan sebagai penyelenggara program doktor. Terdapat dua program studi yang dapat menjadi pilihan tujuan studi penerima BPDDI, yaitu Program Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris dan Program Doktor Ilmu Psikologi.
BPDDI merupakan program beasiswa yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dikelola oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek. Program ini bertujuan meningkatkan kualifikasi akademik dosen sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.
Bagi dosen yang telah memperoleh Surat Keterangan Diterima Tanpa Syarat LOA pada salah satu program doktor di Unika Atma Jaya, BPDDI 2026 dapat menjadi peluang untuk memperoleh dukungan pendanaan selama masa studi. Selain bagi mahasiswa baru, program ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa doktor tahun berjalan (on-going) yang masih berada paling tinggi pada semester tiga saat pembiayaan dimulai.
Melalui skema BPDDI Reguler, penerima beasiswa dapat memperoleh dukungan pembiayaan studi hingga delapan semester. Komponen pendanaan yang diberikan mencakup biaya pendidikan seperti biaya kuliah (tuition fee), biaya pendaftaran, bantuan penelitian disertasi, serta insentif publikasi jurnal internasional.
Selain itu, tersedia pula bantuan biaya pendukung, seperti biaya hidup bulanan, transportasi, aplikasi visa bagi skema joint degree/dual degree, asuransi kesehatan bagi skema joint degree/dual degree, kedatangan, keadaan darurat (force majeur).
Untuk dapat mengikuti BPDDI 2026, calon penerima beasiswa harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan. Bagi pendaftar mahasiswa baru, syarat utama yang harus dipenuhi adalah telah diterima tanpa syarat LoA pada program studi dan perguruan tinggi tujuan yang ditetapkan PPAPT untuk semester Gasal 2026/2027. Lalu, pendaftar wajib memiliki IPK program magister minimal 3,25 pada skala 4,00 atau setara bagi lulusan luar negeri, serta melampirkan surat rekomendasi dari dosen pembimbing tesis atau pembimbing akademik yang relevan.
Sementara itu, bagi mahasiswa doktor tahun berjalan (on going), calon penerima beasiswa harus sedang menempuh studi paling tinggi pada semester tiga saat pembiayaan dimulai, memiliki surat keterangan mahasiswa aktif beserta dokumen akademik pendukung, serta memperoleh rekomendasi dari ketua program studi doktor yang sedang ditempuh.
Bagi dosen yang telah memperoleh LoA Program Doktor di Unika Atma Jaya, BPDDI 2026 menjadi peluang strategis untuk mewujudkan studi lanjut dengan dukungan pendanaan yang komprehensif. Program ini tidak hanya mendukung penyelesaian studi doktoral, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas riset dan kontribusi akademik bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Pendaftaran BPDDI 2026 telah dibuka pada 19 Juni hingga 9 Juli 2026. Calon pendaftar perlu mempersiapkan seluruh dokumen dan mengikuti rangkaian seleksi yang terdiri atas seleksi administrasi, Tes Bakat Skolastik (TBS), dan wawancara. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 21 Agustus 2026.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk melanjutkan studi doktoral dengan dukungan beasiswa dari pemerintah. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/.
(DEL)