
Sustainability atau keberlanjutan seringkali dipahami sebatas isu lingkungan, energi, atau program sosial. Padahal, konsep ini memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Keberlanjutan juga mencakup konteks organisasi yang berkaitan erat dengan bagaimana perusahaan membangun budaya kerja, mendorong inovasi, mengambil keputusan, serta menjaga kinerja bisnis dalam jangka panjang.
Menghadapi persaingan yang semakin ketat, pemahaman terhadap Organizational Sustainability menjadi salah satu faktor yang memperkuat perusahaan untuk terus beradaptasi dan bertumbuh.
Sustainability dalam Organisasi
Menurut Harvard Business Review (2025), memenuhi komitmen keberlanjutan akan menuntut perusahaan untuk mentransformasi model bisnis dan arsitektur organisasinya dalam skala yang bahkan melampaui transformasi yang dipicu oleh teknologi digital dan kecerdasan buatan. Namun, transformasi sebesar ini tidak akan berjalan tanpa satu faktor mendasar, yaitu manusia yang memimpinnya.
Bersamaan dengan hal itu, dilansir dari Deloitte (2026), keunggulan kompetitif kini tidak lagi didorong oleh diferensiasi teknologi, melainkan oleh keunggulan sumber daya manusia. Teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI) dapat ditiru, tetapi manusia tidak. Dengan kata lain, Organizational Sustainability sangat bergantung pada kualitas serta keunggulan kompetensi sumber daya manusia yang menjalankannya.
Akar Masalah dalam Organizational Sustainability
Menurut Balanced Scorecard Institute (2024), hingga 90 persen strategi organisasi tidak berhasil dieksekusi dengan sukses karena kegagalan kepemimpinan dalam mengimplementasikan strategi secara efektif. Angka 90 persen ini menunjukkan bahwa masalah terbesar organisasi seringkali terjadi karena sumber daya manusia tidak dapat melakukan eksekusi dengan baik.
Kemampuan memimpin transformasi Organizational Sustainability kini menjadi salah satu kompetensi paling kritis bagi para profesional. Kemampuan ini menunjukkan kapasitas berpikir seseorang, keahlian membaca dinamika bisnis jangka panjang, dan kesiapan mengambil keputusan saat menghadapi sebuah masalah.
Membangun Kompetensi Pemimpin Masa Depan di Program Magister Manajemen UAJ
Oleh sebab itu, pengembangan kompetensi kepemimpinan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengalaman praktis di dunia kerja. Program Studi Magister Manajemen Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) hadir sebagai ruang pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kapasitas berpikir strategis dan kepemimpinan berkelanjutan secara sistematis dan terstruktur.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Unika Atma Jaya, Rm. Thomas Ulun Ismoyo, S.S., M.M., M.Hum., Ph.D., CHRP menjelaskan, “Prodi Magister Manajemen Unika Atma Jaya telah meraih akreditasi Unggul dari LAMEMBA dan berkomitmen untuk mencetak pemimpin yang mampu mengelola organisasi secara berkelanjutan. Komitmen tersebut kami wujudkan melalui kurikulum yang mengintegrasikan prinsip-prinsip sustainability dalam berbagai mata kuliah, seperti Business Strategy and Sustainability Management, Sustainability Marketing Management, serta mata kuliah unggulan lainnya. Melalui pembelajaran ini, mahasiswa dibekali kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan dan dinamika dunia organisasi sekaligus berkontribusi dalam mendukung pencapaian organisasi yang berkelanjutan.”
Untuk #SahabatAtma yang ingin mengembangkan kompetensi kepemimpinan dan berkontribusi dalam membangun organisasi yang berkelanjutan, Program Magister Manajemen UAJ siap menjadi ruang bertumbuh kamu! Yuk, daftarkan diri sekarang melalui join.atmajaya.ac.id/.
(STV)