
Nadia Gabriele Davita Suwarto atau yang akrab disapa Bella menjadi salah satu wisudawati yang mencuri perhatian dalam momen Wisuda Unika Atma Jaya tahun ini. Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial tersebut berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun dan dipercaya menjadi perwakilan wisudawan untuk menyampaikan pidato di hadapan seluruh civitas akademika dan keluarga wisudawan.
Dalam pidatonya, Bella membawakan pesan yang terasa dekat dengan kehidupan banyak mahasiswa, yakni tentang proses, perjuangan, dan perjalanan untuk bertumbuh. Ia mengangkat pepatah “Rome wasn’t built in a day” sebagai pengingat bahwa setiap pencapaian besar membutuhkan waktu dan konsistensi. “Hari ini kita berdiri sebagai lulusan Unika Atma Jaya yang telah melewati perjalanan panjang dengan penuh perjuangan,” ujar Bella dalam pidatonya.
Bella memulai perjalanan kuliahnya di Unika Atma Jaya pada tahun 2022 melalui jalur tes. Awalnya, ia sempat merasakan bingung menghadapi lingkungan baru, ritme perkuliahan, hingga tuntutan akademik yang tidak selalu mudah. Namun perlahan, semua proses tersebut justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih tangguh. “Tanpa kita sadari, langkah-langkah kecil itu menjadi awal dari perjalanan panjang yang akhirnya membawa kita sampai di titik ini,” kata Bella.
Selama berkuliah, Bella tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Ia bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) sebagai Staff Divisi Inovasi pada periode 2023/2024 hingga 2024/2025. Pada periode 2023/2024, Bella juga dipercaya menjadi ketua Acara program kerja ACDC 2024.
Selain itu, Bella turut aktif di Unit Kegiatan Profesi A-Radio. Pada periode 2023/2024, ia menjabat sebagai Koordinator Tim Partnership, lalu melanjutkan perannya sebagai Manager PR Eksternal pada periode 2024/2025. Melalui berbagai pengalaman tersebut, Bella belajar tentang kepemimpinan, komunikasi strategis, hingga pentingnya membangun relasi yang sehat.
Salah satu hal yang paling membekas baginya selama kuliah adalah konsep The Rule of Five yang pernah disampaikan dosennya di kelas Pengantar Ilmu Komunikasi. “Lima orang terdekat dalam hidup kita akan sangat memengaruhi cara kita berpikir, bersikap, hingga menentukan arah hidup kita ke depan,” ungkapnya.
Pengalaman organisasinya membuat Bella menyadari bahwa lingkungan yang suportif memiliki pengaruh besar dalam proses bertumbuh seseorang. Baginya, teman-teman seperjuangan bukan hanya rekan selama kuliah, tetapi juga bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Selain aktif berorganisasi, Bella juga dipercaya menjadi Awardee Beasiswa Bank Indonesia periode 2024/2025 dan tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI). Ia mengaku bersyukur karena pengalaman tersebut membawanya belajar lebih jauh mengenai kepemimpinan dan kepedulian sosial.
Bersama GenBI, Bella ikut terlibat dalam kegiatan Plogging bersama YCS Indonesia melalui program PLASMA (Plastik Sampah Mahasiswa). Pengalaman itu membuatnya semakin sadar bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana di sekitar kita.
“Saya belajar bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kepekaan terhadap isu di lingkungan sekitar,” tuturnya.
Kepekaan terhadap isu sosial dan lingkungan juga membawanya lebih dekat dengan dunia riset dan kebijakan publik. Pada tahun terakhir kuliah, Bella berkesempatan menjalani program magang di Atma Jaya Institute of Public Policy (AJIPP).
Di sana, Bella terlibat dalam proyek riset Women in Mining yang mengkaji peluang keberhasilan perempuan calon legislatif di wilayah dengan dominasi industri pertambangan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang bagaimana sebuah gagasan dapat membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Setiap kebijakan lahir dari proses panjang yang menuntut pemikiran kritis, kolaborasi berbagai pihak, serta komunikasi yang menjembatani gagasan dan dampak nyata,” jelasnya.
Saat ini, Bella sedang menjalani program magang sebagai Corporate Communication Intern di Yayasan Atma Jaya. pengalaman tersebut membantunya memahami dunia kerja profesional sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama tim.
Meski terlihat aktif dan penuh pencapaian, Bella mengaku perjalanan kuliahnya tidak selalu berjalan mulus. Ada masa-masa ketika ia merasa lelah, overthinking, hingga mempertanyakan dirinya sendiri. Namun dari semua proses tersebut, ia belajar untuk tidak membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang lain.
Bella juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua, dosen, tenaga kependidikan, dan teman-teman yang selalu hadir selama proses hidupnya sebagai mahasiswa. “Kita tidak pernah benar-benar berjalan sendiri,” ucap Bella.
Di akhir pidatonya, Bella membagikan pesan inspiratif dari Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang selama ini menjadi prinsip hidupnya. “Jadilah mata air jernih yang memberikan kehidupan kepada sekitarmu.”
Kini, Bella resmi menyandang status alumni Unika Atma Jaya. Meski telah menyelesaikan perjalanan sebagai mahasiswa, ia percaya bahwa proses belajar dan bertumbuh tidak akan pernah benar-benar selesai. “setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus akan selalu membawa makna, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang di sekitarnya”, pungkasnya.
(DEL)