
Jakarta – Program Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan dan Bahasa (FPB) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya kembali menghasilkan karya akademik yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. Ade Windiana Argina mempertahankan disertasinya yang berjudul “Finding a Home Elsewhere”: Epistemic Preference and Indonesian Scholars’ Negotiation of Scholarly Legitimacy in International Peer Review dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Rabu (29/7) di Aula Gedung Djajaseputra, Kampus Semanggi, Unika Atma Jaya.
Sidang tersebut dipimpin oleh Dekan FPB Unika Atma Jaya, Dr. Yoseph Pedhu, CP., M.A., selaku Ketua Sidang. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Dr. Setiono Sugiharto, M.Hum., didampingi Dr. Anna Marietta da Silva, M.Hum. sebagai ko-promotor, sementara jajaran penguji terdiri atas Prof. Safnil Arsyad, Ph.D. sebagai penguji eksternal, serta Prof. Christine Manara, Ph.D. dan Ferdinan Okki Kurniawan, Ph.D. sebagai penguji internal.
Penelitian Ade berangkat dari meningkatnya peran publikasi ilmiah internasional sebagai salah satu tolok ukur kualitas dan kontribusi akademik. Di balik proses tersebut, akademisi Indonesia yang berupaya menghadirkan perspektif lokal kerap berhadapan dengan berbagai ekspektasi terkait teori, metodologi, praktik sitasi, dan penyusunan argumentasi ilmiah yang berkembang dalam lanskap akademik global.

Melalui pendekatan kualitatif interpretatif, Ade menganalisis komentar reviewer, naskah artikel sebelum dan sesudah revisi, pedoman jurnal, serta hasil wawancara dengan akademisi Indonesia yang memiliki pengalaman menerbitkan karya ilmiah di jurnal internasional untuk memahami bagaimana preferensi epistemik muncul dalam proses peer review.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa berbagai masukan reviewer sering kali mencerminkan preferensi terhadap teori, praktik sitasi, konstruksi research gap, dan cara memosisikan kontribusi penelitian yang dianggap lebih dapat diterima oleh komunitas akademik internasional, sehingga proses peer review turut berperan dalam membentuk legitimasi pengetahuan dalam publikasi global. Di tengah dinamika tersebut, akademisi Indonesia tidak bersikap pasif, melainkan secara aktif menegosiasikan berbagai masukan dengan menerima, menyesuaikan, atau mempertahankan posisi akademiknya sesuai konteks penelitian dan pertimbangan ilmiah yang dimiliki, sebuah praktik yang menunjukkan epistemic agency dalam menjaga integritas penelitian sekaligus berpartisipasi dalam percakapan akademik global.
Prof. Dr. Setiono Sugiharto, M.Hum., selaku promotor, mengapresiasi kontribusi Ade dalam mengangkat isu yang semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan publikasi internasional. "Ade berhasil menunjukkan bahwa akademisi Indonesia tidak hanya menjadi peserta dalam percakapan akademik global, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mempertahankan perspektif keilmuannya sendiri. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman kita tentang dinamika publikasi ilmiah internasional," tuturnya.

Temuan Ade memberikan kontribusi penting bagi pengembangan publikasi ilmiah Indonesia dengan menunjukkan bagaimana akademisi dapat berpartisipasi dalam publikasi internasional tanpa mengesampingkan konteks lokal dan identitas keilmuan yang dimiliki. Penelitian ini juga mendorong praktik peer review yang lebih reflektif dan inklusif terhadap keberagaman metodologi, budaya, serta tradisi akademik yang berkembang di berbagai belahan dunia.
Melalui riset-riset yang kritis dan relevan terhadap perkembangan global, Unika Atma Jaya terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan yang menghargai keberagaman perspektif dan memperluas ruang dialog dalam komunitas akademik internasional.
(THE)