Influenza A Kembali Meningkat: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya

10/9/2026 12:00:00 AM

Mencegah Penularan Influenza A

Belakangan ini, kasus Influenza A dikabarkan mengalami meningkat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan hasil surveilans hingga awal September 2026, kondisi tersebut masih berada dalam rentang medium dan peningkatannya sesuai dengan pola musiman yang selama ini terlihat di Indonesia.

Influenza A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan dapat muncul sepanjang tahun, dengan peningkatan kasus pada periode tertentu. Influenza bukan sekadar batuk atau pilek biasa, sebab selain kedua gejala tersebut, penyakit ini biasanya juga disertai demam, menggigil, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta rasa lelah yang cukup berat.

Influenza merupakan penyakit menular yang dapat menjangkiti seseorang melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas, terutama ketika berada dalam jarak dekat. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang telah terkontaminasi virus, kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata. Setelah masuk ke tubuh, virus menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan dan berkembang biak di sana.

Gejala influenza biasanya muncul sekitar 1–4 hari setelah seseorang terpapar virus. Demam umumnya berlangsung sekitar 3–4 hari, sedangkan batuk, rasa lelah, dan beberapa keluhan saluran pernapasan dapat bertahan lebih lama, bahkan hingga beberapa minggu pada sebagian orang.

Anak kecil, terutama yang berusia di bawah 5 tahun, lansia, ibu hamil, serta pasien dengan penyakit kronis tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, atau gangguan sistem imun memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza berat dan komplikasi. Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau radang paru-paru.

Pada pneumonia, selain gejala influenza, dapat muncul tanda bahaya seperti sesak atau sulit bernapas, nyeri dada, tampak sangat lemah, kesulitan makan atau minum, dehidrasi, maupun penurunan kesadaran. Pada beberapa kelompok rentan, terutama lansia atau pasien dengan gangguan sistem imun, gejala infeksi berat tidak selalu tampak khas. Oleh karena itu, apabila kondisi memburuk atau terdapat tanda bahaya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Pemeriksaan influenza dapat menggunakan rapid antigen test, yang secara prinsip mirip dengan beberapa tes cepat yang digunakan pada COVID-19. Sampel umumnya diambil dari saluran pernapasan menggunakan swab hidung atau nasofaring, sesuai dengan jenis pemeriksaan yang digunakan. Pemeriksaan ini dapat memberikan hasil dengan cepat, tetapi sensitivitasnya lebih rendah dibandingkan pemeriksaan molekuler.

Pemeriksaan PCR atau pemeriksaan molekuler lainnya dapat digunakan untuk mendeteksi virus influenza dengan sensitivitas yang lebih tinggi. Pemeriksaan ini terutama bermanfaat pada pasien dengan gejala berat, pasien yang dirawat di rumah sakit, atau kelompok yang berisiko mengalami komplikasi. Hasil rapid antigen yang negatif belum tentu sepenuhnya menyingkirkan influenza, terutama ketika kasus influenza sedang banyak ditemukan di masyarakat.

Pada pasien influenza yang mengalami pneumonia, dokter juga dapat mempertimbangkan kemungkinan infeksi bakteri sekunder apabila terdapat tanda-tanda yang mendukung. Dalam keadaan tersebut, pemeriksaan kultur, misalnya dari dahak (sputum) atau sampel saluran pernapasan bawah, dapat diperlukan. Beberapa bakteri yang dikenal dapat menyebabkan pneumonia bakterial sekunder setelah influenza antara lain Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae.

Peribahasa, “pencegahan lebih baik daripada pengobatan” sangat sesuai diterapkan pada influenza. Virus influenza terus beredar dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga pencegahan tetap penting dilakukan setiap tahun, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya, dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK menjelaskan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terkena virus influenza, antara lain:

Menjaga Kesehatan Tubuh

Konsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan menjaga kondisi kesehatan secara umum membantu tubuh mempertahankan fungsi sistem imun dengan baik.

Rutin Melakukan Vaksinasi Influenza Setiap Tahun

Virus influenza terus mengalami perubahan atau mutasi sehingga komposisi vaksin influenza dapat diperbarui mengikuti virus yang diperkirakan beredar. Selain itu, perlindungan antibodi setelah vaksinasi dapat menurun seiring waktu. Oleh karena itu, vaksin influenza dianjurkan untuk diberikan secara berkala, umumnya setiap tahun, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Menggunakan Masker Saat Berada dalam Situasi Berisiko

Karena influenza dapat menyebar melalui partikel pernapasan, penggunaan masker membantu mengurangi penyebaran partikel tersebut dari orang yang sedang sakit sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi orang di sekitarnya, terutama di tempat ramai atau ruang tertutup.

Menerapkan Etika Batuk dan Bersin

Etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan dengan tidak menutup hidung dan mulut menggunakan telapak tangan. Sebagai gantinya, gunakan tisu sekali pakai dan segera buang ke tempat sampah, atau tutup hidung dan mulut dengan bagian dalam siku atau lengan atas jika tisu tidak tersedia.

Mencuci Tangan Secara Teratur

Selain melalui partikel pernapasan, penularan melalui tangan yang terkontaminasi tetap dapat terjadi, sehingga kebersihan tangan perlu dijaga. Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularan.

Lebih lanjut, Influenza dapat mengalami peningkatan kasus pada periode tertentu setiap tahunnya. Pada sebagian besar orang, penyakit ini dapat sembuh dengan baik, tetapi pada kelompok rentan, influenza dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih berat, termasuk pneumonia. Oleh karena itu, tanda bahaya seperti sesak napas, nyeri dada, kelemahan berat, atau kesulitan makan dan minum perlu diwaspadai dan segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

Berbagai pencegahan seperti menjaga kesehatan diri, melakukan vaksinasi influenza setiap tahun, menggunakan masker pada kondisi yang tepat, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga kebersihan tangan. Dengan langkah-langkah sederhana tersebut, risiko penularan influenza dan terjadinya penyakit berat dapat dikurangi.

Penulis Artikel: dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK - Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya

Disunting: (STV)