Media Digital dan Cara Kita Mengaplikasikan Usaha Kognitif
Media
digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun,
bagaimana penggunaannya memengaruhi cara kita berpikir? Dalam artikel An
Effort Recalibration Framework for Digital Media Use and Cognition, Wisnu
Wiradhany, Assistant Professor dari Fakultas Psikologi, Unika Atma Jaya
bersama Douglas Parry dari Vrije Universiteit, dan Jaan Aru dari University of
Tartu menawarkan kerangka baru untuk memahami hubungan antara media digital dan
kognisi.
Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang berfokus pada distraksi, multitasking, atau kecanduan, penulis melihat bahwa media digital akan mungkin mempengaruhi cara manusia menilai dan mengalokasikan “usaha kognitif”. Platform digital umumnya menawarkan pengalaman dengan usaha kognitif yang rendah dan imbalan yang instan, seperti infinite scroll, rekomendasi content yang sifatnya algoritma, atau notifikasi. Paparan berulang terhadap pola tersebut berpotensi mendorong aktivitas yang membutuhkan usaha besar dan memberikan manfaat jangka panjang menjadi kurang menarik.

Menurut
kerangka effort recalibration, kondisi ini tidak selalu menunjukkan
kemampuan kognitif yang menurun. Sebaliknya, individu mungkin tetap memiliki kapasitas
konsentrasi yang baik, namun menjadi kurang bersedia untuk menginvestasikan
usaha untuk tugas yang sulit dan membutuhkan usaha lebih.
Penulis menekankan bahwa gagasan ini masih memerlukan pengujian melalui penelitian eksperimental, longitudinal, dan pendekatan kuantitatif lainnya. Dengan demikian, pertanyaan pentingnya bukan hanya apakah media digital mengurangi kemampuan kognitif, tetapi bagaimana media digital dapat mengubah keputusan kita mengenai kapan dan untuk apa usaha kognitif tersebut digunakan.
Artikel versi lengkap dapat diakses melalui: https://doi.org/10.1038/s41562-026-02500-w, dan jika ingin mengenal Wisnu lebih dekat: https://www.atmajaya.ac.id/id/pages/120098762/