
Jakarta - Pertumbuhan industri kesehatan dan bioteknologi turut meningkatkan kebutuhan akan talenta yang siap kerja dan memiliki pengalaman lapangan. Seiring berkembangnya sektor tersebut, perusahaan tidak hanya mencari lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan memahami dinamika dunia kerja profesional.
Menjawab kebutuhan tersebut, Career Development Center (CDC) Unika Atma Jaya (UAJ) menghadirkan kegiatan Career Dive Kalbio (Kalbe Group) di Kampus BSD pada Jumat (29/5). Melalui kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan mengenal lebih dekat dunia kerja industri bioteknologi dan biopharmaceutical serta memahami kompetensi yang dibutuhkan di sektor tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, HRGA Head Kalbio, Thomas dan Supervisor Production Downstream (DS) Kalbio, Langgeng memberikan wawasan mengenai persiapan karier, pengalaman internship, serta peluang pengembangan diri di industri life science yang terus berkembang di Indonesia.

Sebagai alumni Program Studi Psikologi UAJ angkatan 2004 yang lulus pada 2008, Thomas mengaku senang dapat kembali berbagi pengalaman dengan mahasiswa. Ia menilai masa kuliah merupakan waktu yang tepat untuk mulai membangun kompetensi, memperluas pengalaman, dan mengenali kebutuhan industri sejak dini.
Pada sesi pemaparannya, Thomas menjelaskan bahwa internship merupakan salah satu cara terbaik bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus memahami ekspektasi industri sebelum lulus. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi nilai tambah yang membedakan seorang kandidat saat memasuki proses rekrutmen.
Ia menekankan pentingnya menyusun curriculum vitae (CV) yang tidak hanya berisi daftar kegiatan, tetapi juga mampu menunjukkan dampak dan kontribusi yang telah diberikan. Pengalaman organisasi, penelitian, maupun internship perlu dijelaskan secara terukur agar perusahaan dapat melihat kemampuan yang dimiliki kandidat.
“Jangan hanya menuliskan pernah internship di suatu tempat. Jelaskan apa yang dikerjakan, kontribusi yang diberikan, dan hasil yang berhasil dicapai,” ujarnya.
Selain membahas persiapan karier, Thomas juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring profesional, melakukan riset terhadap perusahaan yang dilamar, serta memanfaatkan pengalaman internship sebagai sarana belajar dan mengembangkan diri sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.
Sementara itu, Langgeng memperkenalkan Kalbio sebagai bagian dari Strategic Business Unit (SBU) Biopharma di bawah Kalbe Group yang bergerak di bidang biopharmaceutical manufacturing. Ia menjelaskan bahwa Kalbio berfokus pada pengembangan dan produksi produk biologis berbasis teknologi sel yang digunakan untuk berbagai kebutuhan kesehatan.
Menurutnya, ekosistem Biopharma Kalbe mencakup berbagai perusahaan yang bergerak di bidang riset, diagnostik, layanan laboratorium, hingga manufaktur produk biologis. Kehadiran ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan industri bioteknologi nasional yang saat ini masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar.
“Industri biopharmaceutical di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Karena itu, kami membutuhkan talenta-talenta muda yang mau belajar, berkembang, dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia,” ungkap Langgeng.

Ia juga menjelaskan bahwa Kalbio berperan sebagai fasilitas manufaktur biopharmaceutical yang memproduksi berbagai produk biologis, mulai dari protein terapeutik hingga produk berbasis teknologi sel. Menurutnya, perkembangan industri ini membuka peluang yang luas bagi mahasiswa dan lulusan baru yang tertarik membangun karier di bidang bioteknologi dan kesehatan.
Pada sesi diskusi, para pembicara turut menyoroti peran internship sebagai salah satu jalur pengembangan talenta yang banyak dimanfaatkan perusahaan. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan kemampuan teknis, etos kerja, dan kemampuan berkolaborasi secara langsung di lingkungan profesional.
Thomas dan Langgeng sepakat bahwa sikap proaktif menjadi salah satu kualitas yang paling dicari selama masa internship. Mahasiswa didorong untuk aktif bertanya, mencari peluang belajar, serta berinisiatif memahami proses kerja di luar tugas utama yang diberikan.
Melalui kegiatan Career Dive ini, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai dunia kerja di industri bioteknologi sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan untuk membangun karier di sektor kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri menjadi talenta yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri di masa depan.
(DEL)