
Jakarta – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya melalui Biro Kemahasiswaan dan Karier (BKK) bekerja sama dengan Blibli Tiket Action menyelenggarakan Langkah Membumi Goes to Campus pada Rabu (16/9). Mengusung tema “Better Living Starts With Us”, kegiatan yang berlangsung di Auditorium Yustinus lt. 15 Kampus Semanggi ini mengajak mahasiswa untuk mengenal isu keberlanjutan melalui langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah Membumi Goes to Campus menghadirkan rangkaian talk show, diskusi interaktif, aktivitas pemilahan sampah, dan kuis yang melibatkan mahasiswa secara langsung. Dalam sesi talk show, mahasiswa Unika Atma Jaya berdiskusi bersama Changemaker Partner Langkah Membumi Cinta Laura Kiehl, Head of ESG Blibli Ignacia Chiara, dan Campaign Manager Waste4Change Saka Dwi Hanggara. Kegiatan ini dipandu oleh VP Sustainability & Communication KG Media Wisnu Nugroho sebagai moderator, dengan pembahasan mengenai persoalan sampah serta langkah membangun kebiasaan hidup berkelanjutan, mulai dari memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan memilih konsumsi secara bijak.

Pembahasan dimulai dari persoalan sampah dan tantangan pengelolaannya. Saka Dwi Hanggara selaku Campaign Manager Waste4Change menjelaskan bahwa timbulan sampah di Indonesia mencapai sekitar 150 ribu ton per hari, yang setara dengan 12 Candi Borobudur. “Saat ini, tidak hanya quantity yang menjadi masalah, namun juga kemampuan kita untuk menghadapi masalah tersebut. Melalui Waste Sorting Challenge, kami berharap dapat menciptakan snowball effect, sehingga kesadaran yang dimulai dari kampus dapat dibawa ke rumah, keluarga, hingga lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Pembahasan kemudian beranjak pada peran individu dalam memulai perubahan melalui kebiasaan sehari-hari. Cinta Laura Kiehl selaku Changemaker Partner Langkah Membumi mengungkapkan, “Kita tidak perlu mengubah gaya hidup secara drastis dalam satu malam, karena perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya dengan lebih bijak dalam menentukan apa yang kita konsumsi. Ketika membeli sesuatu, terutama produk fesyen, penting untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar diinginkan?”

Sementara itu, Head of ESG Blibli Ignacia Chiara menjelaskan peran Blibli dalam mendorong penerapan keberlanjutan melalui kebutuhan sehari-hari. “Kita ingin mempertemukan banyak pihak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sosial,” ujarnya.
Sesi talk show kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab bersama para pembicara, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggali lebih lanjut mengenai isu keberlanjutan dan peran individu dalam menciptakan perubahan.

Sejalan dengan semangat tersebut, Unika Atma Jaya juga terus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan kampus. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni Unika Atma Jaya, Prof. Rosdiana Sijabat, S.E., M.Si., PhD. mengungkapkan, “Salah satu core values Unika Atma Jaya adalah Peduli, terutama terhadap lingkungan, yang kami wujudkan melalui penerapan prinsip sustainability di kampus, seperti memilah sampah dan menghemat penggunaan air.”
Penerapan kepedulian terhadap lingkungan tersebut juga tercermin dalam Waste Sorting Competition yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Mahasiswa diajak mempraktikkan pemilahan sampah secara langsung dengan mengenali kategori sampah organik, anorganik, dan residu, yang turut diikuti oleh Cinta Laura Kiehl. Pada saat kegiatan berlangsung, Unika Atma Jaya berada di posisi teratas dengan tingkat akurasi pemilahan sebesar 73 persen.
Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan Impact Creator Challenge (ICC), yang mengajak mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk membuat dan membagikan konten bertema aksi keberlanjutan, sebelum kemudian ditutup dengan Samsung Quiz yang dilengkapi hadiah dari Samsung.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa Unika Atma Jaya diajak untuk menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan ke dalam tindakan nyata yang dapat dimulai dari kehidupan sehari-hari.
(THE)