Kuliah S2 Sambil Bekerja, Andreas Noven Bawa Riset Nutrigenetik Raih Juara 2 di Tingkat Internasional

7/13/2026 12:00:00 AM



Jakarta - Menjalani perkuliahan jenjang magister sambil bekerja sering kali dianggap sebagai tantangan besar. Namun, bagi Andreas Noven, S.Gz., mahasiswa Magister Biomedik Unika Atma Jaya (UAJ) angkatan 2024, padatnya agenda bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. 


Andreas baru saja mengharumkan nama UAJ dengan meraih Juara 2 Kategori Poster Student pada International Conference on Exercise, Health, and Physiology (ICEHP) & Indonesian Physiology Society Annual Meeting (IPSAM) 2026 yang diselenggarakan oleh Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2-3 Juli 2026.


Pada kompetisi tersebut, Andreas mempresentasikan penelitian berjudul Association Between the DRD2/ANKK1 rs1800497 Polymorphism and Dietary Patterns in Adults with Obesity. Penelitian ini mengangkat bidang nutrigenetik, yaitu perpaduan antara ilmu gizi dan biologi molekuler untuk memahami hubungan faktor genetik dengan pola makan pada orang dewasa yang mengalami obesitas.


Meski berhasil meraih prestasi membanggakan, perjalanan penelitian tersebut tidaklah mudah. Andreas harus melalui berbagai tahapan, mulai dari pengambilan sampel darah pada penelitian klinis manusia, mencari pendanaan penelitian, hingga menghadapi tantangan kesehatan setelah menjalani operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Humerus Dextra.




"Setiap tantangan justru menjadi bagian dari proses yang membentuk perjalanan ini," ungkap Andreas.


Di balik keberhasilannya, Andreas mengaku mendapat banyak dukungan selama menempuh pendidikan di Magister Biomedik UAJ. Menurutnya, para dosen tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga selalu hadir mendampingi setiap proses penelitian.




"Selama proses bimbingan, saya didampingi hingga benar-benar memahami materi yang dipelajari. Apalagi latar belakang saya adalah Ahli Gizi yang memiliki keterbatasan di bidang kedokteran. Namun, berkat pembinaan dan dukungan dari para dosen UAJ, saya bisa berkembang hingga meraih prestasi ini," tuturnya.


Selain bimbingan akademik, Andreas juga menilai fasilitas penelitian yang tersedia di UAJ sangat membantu mahasiswa dalam mengembangkan riset hingga menghasilkan luaran yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.




Keberhasilan Andreas tidak lepas dari arahan para dosen pembimbing dari Dosen Program Studi Sarjana Kedokteran UAJ, yakni Dr. Dra. Ana Lucia Ekowati, M.Kes., Dr. dr. Prissilia Nanny Djaya, Sp.GK, M.S., serta Ferbian Milas Siswanto, S.KH., M.Sc., Ph.D., yang mendampingi proses penelitian hingga berhasil dipresentasikan pada forum ilmiah internasional.


Bagi Andreas, mengikuti kompetisi ilmiah bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan kesempatan untuk menguji kualitas penelitian yang telah dilakukan.


Ia pun mengajak #SahabatAtma untuk tidak ragu terjun ke dunia riset dan kompetisi ilmiah. "Jadikan kompetisi sebagai ruang untuk menguji metodologi dan kemampuan menganalisis, bukan sekadar mencari gelar. Penelitian terbaik lahir dari proses evaluasi tanpa henti dan keberanian menguji hipotesis. Ingatlah bahwa aksi nyata jauh lebih berharga daripada teori belaka", ujarnya. 


(DEL)