
Unika Atma Jaya melalui Fakultas Psikologi menyelenggarakan Kick-Off Meeting SUNRISE SUMBA di ATMACultura Exhibition Hall, Kamis (10/9), sebagai langkah awal pelaksanaan riset yang berfokus pada penguatan kesehatan maternal dan kesehatan jiwa maternal di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Dr. Angela Oktavia Suryani, M.Si., yang menyoroti kolaborasi lintas unit dalam pelaksanaan SUNRISE SUMBA. Penelitian ini melibatkan Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran, dan Pusat Penelitian HIV AIDS Unika Atma Jaya (PPH UAJ) untuk merespons persoalan kesehatan secara terintegrasi.

“Kita tidak bisa memisahkan konteks kultural dari perilaku dan kehidupan masyarakat. Untuk itu, memahami budaya menjadi bagian penting dalam penelitian ini untuk melihat persoalan secara lebih utuh,” ungkapnya.
Selanjutnya, Principal Investigator (PI) SUNRISE SUMBA, Dra. Eunike Sri Tyas Suci, Ph.D., Psikolog, memaparkan ringkasan studi yang berfokus pada kesehatan reproduksi, kesehatan perempuan, dan kesehatan jiwa perempuan, dengan penelitian yang secara khusus diarahkan pada penguatan kesehatan maternal secara umum serta kesehatan jiwa maternal.
Penelitian ini mendapatkan dukungan dari International Development Research Centre (IDRC) Kanada dan menjadi satu-satunya proyek dari Indonesia dalam rangkaian Harmony Project di kawasan Asia Tenggara. Dalam proyek tersebut, SUNRISE SUMBA berfokus pada penguatan dukungan terhadap kesehatan maternal dan kesehatan jiwa sekaligus penguatan tenaga kesehatan primer di Indonesia, serta akan berkoordinasi dengan proyek lain dalam rangkaian Harmony Project, termasuk penelitian di Kamboja dan Thailand, untuk membuka peluang pembelajaran dan perbandingan hasil penelitian.

Dalam pemaparannya, Dra. Eunike Sri Tyas Suci turut menyoroti pentingnya memahami budaya lokal dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. “Kita tidak ingin menghilangkan budaya yang ada, tetapi justru perlu memahami budaya tersebut dan melihat bagaimana kita dapat memberdayakan ibu untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi dirinya dan bayinya,” jelasnya.
Selanjutnya, dr. Angela Kurniadi, MPH-TM, Ph.D., dosen dan peneliti Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya, memaparkan studi SUNRISE SUMBA kepada para peserta, termasuk tim puskesmas dan pekerja lapangan yang terlibat dalam penelitian. Pemaparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanggapan, diskusi, dan tanya jawab yang membahas berbagai aspek penelitian, mulai dari kesehatan maternal, kesehatan jiwa maternal, dan kesehatan reproduksi hingga kebutuhan tenaga kesehatan serta masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), termasuk pentingnya layanan kesehatan yang peka terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Berbagai masukan yang disampaikan dalam diskusi akan menjadi bagian dari proses pengembangan penelitian sebelum tim SUNRISE SUMBA melanjutkan ke tahap baseline assessment pada Oktober dan Januari untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pelaksanaan Kick-Off Meeting ini menjadi pijakan awal bagi Unika Atma Jaya dan berbagai pihak yang terlibat untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengembangan pendekatan kesehatan maternal yang lebih sesuai dengan konteks sosial dan budaya masyarakat di Sumba Barat Daya.
(THE)