Bukan Sekadar Tempat Kuliah: Kepercayaan Orang Tua dari Berbagai Daerah kepada Unika Atma Jaya

8/24/2026 12:00:00 AM


Jakarta – Orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, karena itu mereka harus mempersiapkan putra putrinya agar menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi dunia kerja di masa depan. Memilih pendidikan yang tepat menjadi dasar bagi mereka untuk mewujudkan cita-cita itu. Hal inilah yang dirasakan oleh para orang tua mahasiswa baru dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ). 

Pada 17 Agustus 2026, mahasiswa baru UAJ mengikuti rangkaian program Inisiasi Student Life Journey (INI-SLJ) 2026 batch 1 di Kampus BSD. Sejumlah orang tua turut hadir mengantarkan anaknya hingga ke pintu gerbang kampus, dua di antaranya adalah Vera dari Bandung dan Erniawati dari Manado yang rela datang jauh dari daerah tinggalnya. 

Bagi Vera, UAJ sudah tidak asing lagi, karena menurutnya UAJ merupakan kampus yang telah lama berdiri sehingga hampir semua orang pasti mengenalnya. Hal ini yang menjadi salah satu alasan Vera mengizinkan anaknya, yang semula bersekolah di Bandung, untuk pindah dan melanjutkan kuliah di Unika Atma Jaya pada program studi Psikologi. 

Lebih lanjut, Vera menitipkan harapan besar kepada UAJ agar membentuk anak-anak menjadi sosok berkualitas. Menurutnya, dengan dukungan dosen dan fasilitas kampus yang baik, UAJ mampu mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan kompeten untuk menghadapi dunia kerja. 


“Semoga anak-anak yang tahun ini berkuliah tidak hanya menjadi anak-anak yang berkualitas tapi juga kompeten dalam menghadapi dunia kerja yang akan datang,” ujarnya.  

Kepercayaan serupa juga datang dari Erniawati. Ia pertama kali mengenal UAJ dari sebuah pameran pendidikan yang diselenggarakan di sekolah asalnya. Pilihan Erniawati dan anaknya jatuh pada program studi (prodi) Kedokteran UAJ setelah mempertimbangkan berbagai hal dari pameran di sekolahnya dan mendapatkan banyak referensi dari orang tua lain di Manado.

Keputusan melepas anaknya kuliah di Jakarta tidak lepas dari keinginannya supaya anaknya belajar menjadi mandiri. “Ke Jakarta itu supaya dia belajar mandiri. Kalau dekat-dekat orang tua terus akan sulit dia jadi mandiri,” ucapnya. 

Sebagai penutup, Erniawati turut menyampaikan harapan kepada anaknya selama menempuh pendidikan di UAJ. ”Mudah-mudahan selalu menjaga kesehatan, terutama juga belajar yang rajin supaya cita-citanya menjadi dokter, bisa tercapai,” pesannya. 

Kisah Vera dan Erniawati menggambarkan bahwa kepercayaan orang tua terhadap UAJ tidak terbatas jarak ataupun perbedaan daerah. Keduanya rela melepas anak-anaknya merantau ke Jakarta karena yakin UAJ dapat memberikan pendidikan berkualitas sekaligus membentuk anak-anak mereka menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi dunia kerja.

Kehadiran program INI-SLJ 2026 batch 1 menjadi salah satu upaya UAJ untuk merangkul mahasiswa baru beserta orang tuanya sejak awal perjalanan perkuliahan. Ke depannya, UAJ berharap dapat terus menjaga kepercayaan tersebut sepanjang masa studi mahasiswa, hingga mereka menjadi lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi di dunia kerja.

(STV)