
Ketua Program Studi Profesi Apoteker Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) sekaligus Kepala Apotek Pendidikan Atma Jaya, Dr. apt. Lusy Noviani, MM, menjadi narasumber dalam Seminar dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 7–8 Oktober di Padang, Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu, Lusy memberikan pelatihan kepada para preseptor mengenai peran preseptor sebagai fasilitator dan evaluator dalam pembimbingan mahasiswa Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA).
Pelatihan tersebut menekankan pentingnya pembimbingan terstruktur, mulai dari pemberian pengalaman praktik, pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan, hingga penilaian kompetensi mahasiswa berdasarkan bukti kinerja yang dapat diamati. Lusy menjelaskan bahwa Apotek Pendidikan Atma Jaya menjadi sarana belajar yang dirancang untuk membangun kompetensi pelayanan kefarmasian. Selain itu, ia membagikan pengalaman mengenai peran strategis Apotek Pendidikan Atma Jaya dalam mengintegrasikan kurikulum, pembelajaran praktik, serta sistem penilaian dan evaluasi mahasiswa.

Lebih lanjut, Lusy menegaskan bahwa preseptor memegang peran penting dalam pendidikan profesi. “Mahasiswa perlu diberi kesempatan untuk mencoba, menjelaskan alasan di balik keputusan yang diambil, kemudian mendapatkan umpan balik yang membantu mereka berkembang. Karena itu, preseptor tidak cukup hanya melihat kemampuan mahasiswa menyelesaikan tugas, tetapi juga bagaimana cara mereka berpikir dan bekerja sesuai standar profesi,” jelasnya.
Pengalaman dalam forum nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri untuk UAJ, terlebih bagi Apotek Pendidikan Atma Jaya yang baru memasuki tahun keempat. Lusy menyampaikan bahwa kesempatan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kerja keras tim dalam membangun model pendidikan yang menghubungkan kebutuhan kurikulum dengan pengalaman praktik nyata di apotek.

“Dalam empat tahun terakhir, kami terus belajar dan melakukan perbaikan, baik dalam pengelolaan praktik, pengembangan aktivitas pembelajaran, maupun evaluasi mahasiswa. Kami berharap pengalaman yang kami bangun di Apotek Pendidikan Atma Jaya dapat menjadi kontribusi bagi penguatan pendidikan profesi apoteker, sekaligus membuka ruang untuk saling belajar dengan institusi pendidikan lainnya,” ungkap Lusy.
Keterlibatan Lusy dalam forum nasional ini sekaligus menegaskan komitmen UAJ untuk terus menyempurnakan pembimbingan mahasiswa Profesi Apoteker. Pengalaman Lusy bersama Apotek Pendidikan Atma Jaya diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya yang tengah memperkuat peran preseptor. Harapannya, para lulusan Profesi Apoteker semakin siap menjawab kebutuhan pelayanan kefarmasian di Indonesia.
(STV)