International Science Council Regional Focal Point for Asia and the
Pacific (ISC RFP-AP) meluncurkan program bertajuk Asia-Pacific Academic
Mentoring Programme 2026-2027 pada tanggal 15 September 2026. Rangkaian acara
diselenggarakan pada Science at the Shine Dome ini mempertemukan peneliti awal
karier di kawasan Asia-Pasifik dengan ilmuwan dan peneliti berpengalaman dari
Australia. Periode di tahun ini mencakup 28 pasangan mentor–mentee dari tujuh
negara di kawasan Asia-Pasifik. Dengan dukungan dari Akademi Ilmuwan Muda
Indonesia (ALMI) dan KONEKSI, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya terpilih
untuk mengirimkan 2 perwakilan, yaitu Ekarina Winarto (Departemen Linguistik)
dan Birgitta Narindri (Program Studi Bioteknologi, Sekolah Biosains, Teknologi,
dan Inovasi).
Program ini bertujuan mendukung peneliti muda dalam mengembangkan
perjalanan karirnya melalui jalur akademik, memperkuat kapasitas riset, dan
membangun jejaring untuk kolaborasi. Setelah peluncuran, peserta mengikuti
mentoring berkala secara daring seta kegiatan pengembangan kapasitas selama
satu tahun, berdasarkan tujuan dan aktivitas yang ditetapkan masing-masing
mentee.
Dalam diskusi mentoring, Birgitta bersama Professor Ben M. Long
sebagai mentor yang berasal dari University of Newcastle, Australia, membahas
pendekatan praktis untuk pengembangan karier akademik serta penelitian. Diskusi
meliputi pemilihan peluang yang selaras dengan tujuan jangka panjang, membangun
komunitas untuk berbagi pengetahuan, membagi cita-cita besar menjadi langkah
yang terkelola, serta menjajaki berbagai peluang dengan tetap cermat menentukan
fokus. Pengembangan karier membutuhkan pilihan yang terarah sekaligus
keterbukaan terhadap kesempatan baru.
Terima kasih kepada International Science Council dan ISC RFP-AP, Australian Academy of Science, KONEKSI, serta Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) atas peran dalam membangun, mengoordinasikan, dan mendukung pengembangan riset serta kolaborasi internasional ini.

