Fuad Abdullah Raih Gelar Doktor Usai Teliti Siapa yang "Berhak" atas Bahasa Inggris di Buku Ajar Indonesia

7/28/2026 12:00:00 AM


Jakarta – Bahasa Inggris dipelajari siswa Indonesia sejak bangku sekolah dasar. Tapi pernahkah terpikirkan siapa yang sebenarnya berhak atas bahasa tersebut? Pertanyaan ini dibahas Fuad Abdullah lewat disertasinya dengan judul, "The Construction of English and its users in Indonesian and International ELL Textbooks: A Multimodal Critical Discourse Analysis on the Global Englishes Perspective" yang dipertahankan dalam Sidang Terbuka Program Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris (DLTBI) Fakultas Pendidikan dan Bahasa (FPB) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya pada Kamis (23/7) di Yustinus lantai 14, Kampus Semanggi. 

Sidang dipimpin oleh Rm. Dr. Yoseph Pedhu, CP., M.A. dengan Prof. Bahren Umar Siregar, Ph.D. dan Dr. Anna Marietta Da Silva, M.Hum. sebagai promotor, serta Ekarina, Ph.D. sebagai ko-promotor. Tiga penguji turut hadir dalam sidang ini, yaitu Dr. Elvi Citraresmana, M.Hum., Prof. Dr. Setiono Sugiharto, M.Hum., dan Prof. Christine Manara, Ph.D.


Dalam disertasinya, Fuad meneliti sembilan buku ajar Bahasa Inggris yang beredar di Indonesia. Ia membedah teks dan gambar dalam buku untuk memahami ideologi yang tersembunyi dibaliknya dengan pendekatan Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA). Temuannya menunjukkan bahwa kepemilikan atas Bahasa Inggris dalam buku-buku ajar tersebut masih mengalami dilema, karena di satu sisi mulai merangkul pengguna dari beragam latar belakang, namun di sisi lain masih condong menempatkan penutur asli sebagai rujukan utama.

Lebih lanjut, Fuad menegaskan bahwa dirinya percaya pada gagasan bahwa setiap orang berhak memiliki Bahasa Inggris, menurutnya istilah yang digunakan saat ini lebih tepat menggunakan ”Englishes” dan bukan lagi ”bahasa asli”, ”bahasa kedua”, atau ”bahasa asing”. Hal ini menjadikan siapapun pengguna bisa menjadi pemilik sah atas bahasa tersebut. 


Menanggapi disertasi Fuad, Christine selaku penguji menyoroti pola tarik-dorong antara lokal dan global dalam buku yang dianalisis. Ia menyatakan bahwa pada buku ajar Indonesia terlihat bahwa para penyusun buku masih meraba-raba jalan untuk berkontribusi ke ruang global tanpa kehilangan identitas lokal. ”Ada pola tarik-menarik antara lokal dan global, buku ajar Indonesia masih mencari tahu cara berkontribusi secara global,” tegasnya.

Di sisi lain, Anna selaku promotor menyoroti perpaduan unsur visual dan verbal dalam buku ajar memegang peran penting dalam memperluas atau membatasi ruang siswa dalam membentuk identitas mereka sebagai pengguna bahasa Inggris.  

Menanggapi hal tersebut, Fuad menjelaskan bahwa visual dapat membantu pemahaman teks, namun berisiko menyesatkan jika tidak disajikan dengan jelas. Sementara itu, verbal relatif lebih mudah dipahami namun tetap memerlukan penafsiran sesuai konteks. Selain itu, Fuad juga menegaskan pentingnya menyelaraskan materi dengan latar belakang budaya dan bahasa siswa agar tidak mengadopsi identitas lain secara tidak bertanggung jawab. 


Sidang tersebut turut dihadiri oleh kolega Fuad dari Universitas Siliwangi. Sebagai perwakilan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKIP Universitas Siliwangi, Dr. Diana Hernawati, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas pencapaian Fuad. ”Terima kasih Unika Atma Jaya yang telah mendidik, membimbing serta memberi lingkungan ilmu pengalaman. Pencapaian ini harapannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan bahasa Inggris,” ujarnya. 


Sidang ditutup dengan pengumuman kelulusan oleh Anna yang mengaku sangat bangga atas kelulusan Fuad. Ia menambahkan bahwa disertasi Fuad telah mengungkapkan bagaimana ideologi dibangun dan disajikan kepada pembaca. ”Riset anda menegaskan bahwa buku ajar sama sekali bukan bahan ajar yang netral, namun di baliknya ada interaksi antara teks dan ideologi-ideologi tentang bahasa Inggris yang dibentuk,” ungkapnya. 

Fuad Abdullah resmi menjadi Doktor ke-82 Program Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris UAJ. Tidak hanya itu, ia juga menjadi tambahan dalam daftar lulusan UAJ yang menghasilkan penelitian relevan bagi dunia pendidikan bahasa Inggris di Indonesia. 

(STV)