Studi di Jepang dan Indonesia Ungkap Hubungan Gejala Fisik, Kondisi Emosional, dan Keyakinan Spiritual

10/15/2026 12:00:00 AM

Gejala fisik seperti sakit kepala, nyeri tubuh, dan ketidaknyamanan lainnya tidak selalu berkaitan dengan kondisi biologis semata. Faktor psikologis dan spiritual juga dapat berkontribusi untuk memunculkan berbagai gejala tersebut. Ketika faktor penyebab bukanlah sesuatu yang terkait dengan aspek biologis, maka penanganan yang akurat menjadi kunci.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology di tahun 2022 mencoba mengidentifikasi asosiasi antara gejala fisik dengan kondisi emosional dan aspek spiritual. Studi ini digagas oleh salah satu dosen Fakultas Psikologi, Unika Atma Jaya, Dr. Venie Viktoria Rondang Maulina bersama dengan dua Professor dari Nagoya University dan Doshisa University di Jepang, yaitu Prof. Masao Yogo, dan Prof. Hideki Ohira. Venie sendiri juga merupakan Psikolog yang memiliki keahlian dalam bidang psikologi klinis dan gangguan psikosomatis. Studi ini melibatkan partisipan dari kelompok sampel di Jepang dan Indonesia.



Gambar diambil dari https://kinethera.at/?ved=2ahUKEwj1nqWImo-LAxUuCRAIHXwIKdEQgU96BAgcEAg

Ada 906 mahasiswa yang berpartisipasi dalam studi ini, mereka terdiri dari 469 responden dari Jepang dan 437 dari Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa responden Indonesia melaporkan gejala fisik, kekhawatiran terhadap kesehatan, serta emosi positif dan negatif yang lebih tinggi dibandingkan responden Jepang secara umum. Keyakinan spiritual juga lebih kuat pada responden Indonesia, sedangkan perbedaan dalam sensitivitas terhadap sensasi tubuh relatif kecil.

Di kedua negara, kekhawatiran terhadap kesehatan dan kecemasan berkaitan dengan gejala fisik. Penelitian ini juga menemukan hubungan positif antara keyakinan spiritual dan emosi positif pada kedua kelompok, yang artinya semakin spiritual seseorang, maka hal ini akan berkontrobusi terhadap stabilitas emosi. Namun, peran spiritualitas dalam kaitannya dengan gejala fisik berbeda antar kedua kelompok sampel.

Temuan ini menegaskan pentingnya memahami kesehatan melalui pendekatan biopsikososial-spiritual, dengan mempertimbangkan kondisi emosional, persepsi tubuh, serta konteks budaya dan keyakinan individu.


Jika ingin mengenal Venie secara lebih dekat: https://www.atmajaya.ac.id/id/pages/120061218/