
Jakarta, 12 Juni 2026 – Suasana syukur, kebersamaan, dan optimisme mewarnai perayaan Misa Syukur selesainya Masa Bakti Pengurus dan Pengawas Yayasan Atma Jaya periode 2021–2026, dimulainya Masa Bakti Pengurus dan Pengawas periode 2026–2031, serta Dies Natalis Atma Jaya ke-66 yang diselenggarakan di Kampus Unika Atma Jaya Semanggi, Jumat (12/6).
Rangkaian acara diawali dengan Misa Konselebrasi di Kapel St. Albertus Magnus yang dipimpin oleh Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Agung Jakarta sekaligus Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya, bersama para imam konselebran. Perayaan Ekaristi ini menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan karya Atma Jaya selama 66 tahun di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
Dalam homilinya, Kardinal Suharyo mengajak seluruh keluarga besar Atma Jaya untuk memperbarui komitmen dalam melayani dengan hati yang lemah lembut, rendah hati, dan penuh kasih. Menurutnya, membangun Atma Jaya sebagai komunitas kasih memerlukan kesetiaan dan kerelaan berkorban agar nilai kasih sungguh diwujudkan dalam kehidupan dan pelayanan sehari-hari.
“Kita semua dipanggil untuk menjadi martir-martir di Atma Jaya supaya dapat menjadi komunitas yang mencerminkan kasih. Bukan hanya mencerminkan, tetapi mewujudkan kasih yang dijalankan oleh seluruh warga dalam peran yang berbeda-beda,” ungkap Kardinal Suharyo.
Dalam kesempatan tersebut, Kardinal Suharyo juga membagikan refleksi mengenai filosofi Jawa lakuning banyu atau watak air yang tenang, menyejukkan, rendah hati, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tanpa kehilangan jati dirinya. Filosofi tersebut dinilai sangat relevan bagi seluruh insan Atma Jaya dalam menjalankan pelayanan dan membangun komunitas yang berakar pada kasih, persaudaraan, dan semangat melayani.
Usai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan serah terima kepengurusan Yayasan Atma Jaya di ATMACultura Exhibition Room. Pada kesempatan tersebut, Pengurus Yayasan Atma Jaya masa bakti 2021–2026 menyerahkan laporan pertanggungjawaban lima tahunan kepada Pembina Yayasan Atma Jaya sebagai bentuk akuntabilitas, transparansi, dan kesinambungan tata kelola organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Yayasan Atma Jaya, Linus M. Setiadi, mengajak seluruh keluarga besar Atma Jaya untuk mensyukuri perjalanan organisasi yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir sekaligus menatap masa depan dengan optimisme.
Ia menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kesinambungan karya Atma Jaya, memperkuat tata kelola organisasi, menyempurnakan arah pengembangan melalui Rencana Pengembangan Jangka Panjang (RPJP), serta mengembangkan unit-unit karya pendidikan dan kesehatan agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Linus juga mengakui bahwa masih terdapat berbagai pekerjaan yang belum selesai dan harapan yang belum sepenuhnya terpenuhi. Namun, menurutnya, hal tersebut bukanlah kegagalan, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk terus memperkuat organisasi.

“Apa yang belum selesai hari ini kiranya menjadi landasan bagi langkah berikutnya dan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri, sejalan dengan tema Strategic Meeting Atma Jaya untuk tahun 2027, Renewed Strength – Memperkuat Landasan, Memperteguh Pelayanan,” ujarnya.
Menghadapi perubahan yang semakin cepat di bidang pendidikan dan kesehatan, Linus menegaskan bahwa Atma Jaya tidak boleh sekadar bertahan, melainkan harus terus bertumbuh, beradaptasi, dan menghadirkan karya yang semakin berdampak bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh Pengurus dan Pengawas yang telah menyelesaikan masa baktinya atas dedikasi dan pelayanan tanpa pamrih yang telah diberikan bagi kemajuan Atma Jaya.
Pada kesempatan yang sama, diperkenalkan jajaran Pengurus inti Yayasan Atma Jaya masa bakti 2026–2031, yaitu Linus M. Setiadi sebagai Ketua Pengurus, Christophorus Pungky Putranto sebagai Sekretaris Pengurus merangkap Anggota Pengurus, dan Yosephin Evylia Dewi sebagai Bendahara Pengurus merangkap Anggota Pengurus.
Pungky merupakan alumni Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang pengembangan sumber daya manusia, teknologi informasi, pelatihan, dan pengembangan organisasi. Selain aktif di dunia profesional, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan gerejawi, termasuk Komisi Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta.
Sementara itu, Yosephin memiliki rekam jejak panjang di bidang keuangan, tata kelola perusahaan, audit, dan manajemen risiko. Sebelum bergabung dalam kepengurusan Yayasan Atma Jaya, ia menjabat sebagai Director & Chief Financial Officer PT Marsh Indonesia dan saat ini aktif sebagai Co-Founder dan Partner Verum Consulting Indonesia serta anggota Audit Committee PT Energi Mega Persada Tbk.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Yayasan Atma Jaya juga meluncurkan Brand Guideline Atma Jaya yang baru. Kehadiran panduan identitas visual ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat citra, konsistensi komunikasi, dan sinergi seluruh unit karya Atma Jaya dalam menghadapi tantangan masa depan.
Perayaan kemudian dilanjutkan dengan Dies Natalis Atma Jaya ke-66 yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban dengan penampilan Opera Komedi Samadi. Mengusung tema “Sustainable Innovation, Excellence in Action”, Atma Jaya menegaskan komitmen Komunitas Atma Jaya untuk terus menghadirkan inovasi yang bernilai dan berkelanjutan, sekaligus mewujudkan keunggulan melalui karya, pelayanan, dan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan seluruh sivitas akademika, tenaga kesehatan, alumni, mitra, serta para pemangku kepentingan, Atma Jaya optimistis dapat terus mengembangkan karya pendidikan dan kesehatan yang relevan, unggul, dan berkelanjutan demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan Bangsa Indonesia.
Susunan Organ Yayasan Atma Jaya Masa Bakti 2026–2031
Berdasarkan Surat Keputusan Pembina Yayasan Atma Jaya, susunan organ Yayasan Atma Jaya periode 2026–2031 adalah sebagai berikut:
PEMBINA
Ketua
Anggota
PENGURUS
Ketua merangkap Anggota
Sekretaris merangkap Anggota
Bendahara merangkap Anggota
Anggota
PENGAWAS
Ketua merangkap Anggota
Anggota