Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Raih Penghargaan Literasi Hukum Digital 2026

9/28/2026 12:00:00 AM



Jakarta - Fakultas Hukum (FH) Unika Atma Jaya kembali mencatatkan capaian dalam pengembangan pendidikan hukum. Dalam ajang Top Indonesian Law Schools 2026 yang diselenggarakan Hukumonline, FH Unika Atma Jaya meraih penghargaan Inisiator Kampus Penggerak Literasi Hukum Digital 2026.

Penghargaan tersebut mencerminkan komitmen FH Unika Atma Jaya dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan hukum di era digital. Kepala Program Studi Sarjana Hukum Unika Atma Jaya, Putri Purbasari R.M., S.H., M.H., menjelaskan, “Literasi hukum digital kami posisikan sebagai kompetensi esensial yang terintegrasi secara utuh ke dalam kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sehingga mahasiswa tidak hanya memahami hukum secara teoritis, tetapi juga mampu merespons perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.”

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kurikulum 2025 yang menghadirkan mata kuliah seperti Hukum Teknologi, Hukum Informasi dan Transaksi Elektronik, Hak Kekayaan Intelektual, Konstitusionalisme Digital, serta Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Pembelajaran juga dilengkapi dengan skema Massive Open Online Courses (MOOC) melalui Coursera yang dapat diintegrasikan ke dalam mata kuliah terkait dan diakui melalui mekanisme konversi nilai, dengan pendekatan blended learning yang mempertemukan wawasan mengenai cyber law, perlindungan data, dan etika kecerdasan buatan dengan pemahaman terhadap hukum positif nasional.

Selain pembelajaran teoritis, mahasiswa memperoleh keterampilan praktik melalui Pendidikan Latihan Kemahiran Hukum (PLKH), mulai dari perancangan kontrak, penyusunan memorandum hukum, legal due diligence, hingga perancangan dokumen hukum, termasuk untuk menghadapi kebutuhan hukum di ruang digital seperti penyusunan kontrak elektronik, pemeriksaan kepatuhan aset digital, serta mitigasi sengketa transaksi elektronik.

Literasi hukum digital juga diperluas melalui pengabdian kepada masyarakat, proyek kemanusiaan, dan KKN Tematik, dengan melibatkan mahasiswa dan dosen dalam pendampingan pelaku UMKM serta komunitas rentan terkait keamanan transaksi daring, perlindungan data konsumen, pencegahan penipuan siber, dan kepatuhan berusaha di ruang digital. Pendekatan tersebut turut mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan praktik, sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi Coursera dan memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja, sebagaimana tercermin dalam hasil tracer study yang menunjukkan 95% lulusan hukum Unika atma jaya bekerja di perusahaan nasional dan multinasional.


Perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi dokumen hukum menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pendidikan di FH Unika Atma Jaya. “Di tengah hadirnya kecerdasan buatan (generative AI) dan otomatisasi dokumen hukum, nilai tertinggi dari lulusan FH UAJ adalah penalaran hukum mendalam (legal reasoning), integritas, dan empati keadilan yang tidak dapat digantikan oleh mesin. Untuk itu, kami terus mengawal capaian pembelajaran agar mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis dalam perumusan dokumen hukum, mampu melakukan penelitian yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta nilai humaniora, dan mampu menyusun dokumen hukum berdasarkan data dan informasi mutakhir,” ujar Putri.

Kualitas pendidikan dijaga melalui sistem penjaminan mutu berkelanjutan, termasuk penerapan siklus PPEPP, Audit Mutu Internal, evaluasi RPS dan kinerja dosen, serta evaluasi kurikulum berdasarkan tracer study dan masukan alumni maupun pemangku kepentingan. Dari sisi sumber daya akademik, 65 persen dosen tetap bergelar Doktor dan 78 persen memiliki jabatan fungsional Lektor ke atas. Rekognisi FH Unika Atma Jaya juga mencakup lingkup internasional melalui FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). Di tingkat nasional, FH Unika Atma Jaya meraih peringkat 5 nasional dan peringkat 3 PTS nasional dalam Top Indonesian Law Schools versi Hukumonline 2023.

Ke depan, FH Unika Atma Jaya akan memperkuat internasionalisasi melalui student exchange, credit transfer, riset kolaboratif, kelas berbahasa Inggris, serta keterlibatan visiting professors dan legal experts.

“Kami juga terus mengembangkan pembelajaran yang fleksibel melalui Coursera for Campus dan mempersiapkan modul microcredentials mandiri yang dirancang untuk menjawab kebutuhan reskilling dan upskilling di bidang hukum digital dan corporate compliance, baik bagi masyarakat umum, aparat penegak hukum, maupun korporasi,” ujarnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya FH Unika Atma Jaya untuk menghadirkan pendidikan hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pembelajaran, pengalaman praktik, serta keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat, FH Unika Atma Jaya terus mempersiapkan calon lulusan hukum yang mampu menghadapi perubahan sekaligus berkontribusi bagi perkembangan hukum di Indonesia.

(THE)