Dua Dosen Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Masuk Top 5% Global Scientist Index 2025, Perkuat Reputasi Riset di Tingkat Dunia


Jakarta - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dua dosen yaitu Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K) dan Prof. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.Sc., M.B.A., FRSPH, berhasil masuk dalam daftar Top 5% Global Scientist Index 2025 yang dirilis oleh SciRank Global, sebuah lembaga sertifikasi dan pemeringkatan ilmuwan independen berbasis data.

 

Global Scientist Index 2025 disusun oleh SciRank Global menggunakan data dari OpenAlex, salah satu basis data metadata ilmiah terbuka terbesar di dunia yang mencakup jutaan profil peneliti dan puluhan juta publikasi ilmiah. Pemeringkatan dilakukan terhadap sekitar 10 juta peneliti aktif dari berbagai disiplin ilmu di seluruh dunia. Agar dapat masuk dalam pemeringkatan, seorang peneliti harus memiliki sedikitnya sepuluh karya ilmiah yang telah terverifikasi serta melalui proses verifikasi profil oleh SciRank. Status Top 5% Scientists Globally ini diberikan kepada peneliti yang secara statistik memiliki performa penelitian lebih tinggi dibandingkan sekitar 95 persen peneliti aktif di dunia. Dari sekitar 10 juta peneliti yang dianalisis, hanya sekitar 500 ribu ilmuwan yang berhasil masuk ke dalam kelompok lima persen teratas tersebut.

 

 

Dalam pemeringkatan tersebut, Prof. Yuda berada pada peringkat #617.260, sementara Prof. Raymond menempati peringkat global #792.375. Keduanya memperoleh status Top 5% (Verified), yang menunjukkan bahwa kinerja penelitian mereka berada di antara lima persen peneliti aktif terbaik di dunia berdasarkan produktivitas publikasi ilmiah dan dampak sitasi.

 

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa dosen-dosen Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya tidak hanya aktif menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi yang diakui secara internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Prof. Yuda, yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, merupakan akademisi dan peneliti di bidang neurologi, neurogeriatri, demensia, serta kesehatan masyarakat. Selama berkarier sebagai pendidik dan peneliti di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, beliau telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam bidang kesehatan otak dan penuaan.

 

Sementara itu, Prof. Raymond dikenal sebagai ilmuwan di bidang farmakologi molekuler dan biomedis yang memiliki rekam jejak penelitian panjang dalam pengembangan obat berbasis kekayaan hayati Indonesia. Berbagai hasil penelitiannya telah melahirkan inovasi di bidang farmasi, publikasi internasional bereputasi, serta puluhan paten yang memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan industri kesehatan.

 

Keberhasilan Prof. Yuda dan Prof. Raymond mencerminkan kuatnya budaya riset yang terus dikembangkan di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen menghasilkan penelitian berkualitas, mendorong kolaborasi ilmiah, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan komunitas global.

 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Pengakuan internasional ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghasilkan riset yang unggul, kolaboratif, dan berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.