31 Dokter Baru Unika Atma Jaya Ikrarkan Sumpah, Awali Perjalanan Profesi dengan Wisdom dan Love

8/6/2026 12:00:00 AM



JAKARTA – Sebanyak 31 dokter baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya resmi mengikrarkan Sumpah Dokter Batch III Tahun 2026 di Auditorium Clara Asisi, Kampus Pluit, Unika Atma Jaya, pada Kamis (6/8), menandakan dimulainya perjalanan profesional para dokter baru dalam mengemban tanggung jawab pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Mengusung tema “Vincere cum Sapientia, Sanare cum Amore” atau “To Conquer with Wisdom, To Heal with Love”, Sumpah Dokter Batch III 2026 menegaskan bahwa profesi dokter tidak hanya membutuhkan penguasaan ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga kebijaksanaan, kasih, integritas, serta kepedulian terhadap sesama.

Bagi Dr. dr. Felicia Kurniawan, M.Kes., selaku Dekan FKIK Unika Atma Jaya, profesi dokter tidak hanya menuntut kemampuan dalam menghadapi penyakit, tetapi juga kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan kasih dalam memperlakukan pasien sebagai manusia. Di tengah ketidakpastian, ketika tidak semua penyakit dapat disembuhkan dan tidak setiap keputusan memiliki jawaban sederhana, kepercayaan pasien menjadi bagian penting dari pengabdian seorang dokter.


“Kemenangan terbesar seorang dokter bukanlah ketika berhasil mengalahkan penyakit, melainkan ketika berhasil memenangkan kepercayaan pasien. Dan kepercayaan itu tidak lahir hanya karena kecerdasan, tapi dari kebijaksanaan dan kasih,” ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan nilai Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli (KUPP) yang menjadi landasan FKIK Unika Atma Jaya. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial dalam dunia kesehatan, para dokter baru diharapkan tetap mengembangkan kompetensi tanpa kehilangan sisi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Dari perspektif dokter baru, Ketua Sumpah Dokter Batch III 2026, dr. Christopher Joshua Setyawan, memandang prosesi sumpah bukan sebagai akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai dokter. “Hari ini kita menerima gelar dokter, namun sungguh kita masuk memikul tanggung jawab baru. Di balik setiap pasien, ada hidup yang Tuhan percayakan kepada kita. Semoga kelak kita menjadi dokter yang bijaksana dan penuh kasih,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, hadir pula perwakilan Konsil Kesehatan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DKI Jakarta dan Jakarta Utara, Ikatan Alumni FK Unika Atma Jaya, serta jajaran pimpinan Unika Atma Jaya dan FKIK. Perwakilan Yayasan Atma Jaya turut menyampaikan sambutan melalui video, dengan menekankan bahwa pengucapan Sumpah Dokter bukan sekadar akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal panggilan untuk mengabdi kepada sesama.


Dalam sambutannya, Dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D., perwakilan Konsil Kesehatan Indonesia, mengingatkan para dokter baru tentang panjangnya perjalanan dalam menjalankan profesi, sekaligus berpesan agar mereka menjaga pengendalian diri, mutu, profesionalisme, serta kesehatan pribadi.

Sementara itu, perwakilan IDI Wilayah DKI Jakarta, dr. Cecilia R. Padang, Ph.D., FACR, menekankan pentingnya berpegang pada kode etik dan sumpah dokter serta membangun komunikasi yang baik dengan pasien, keluarga, dan sejawat, serta mengajak para dokter baru melihat luasnya ruang pengabdian dalam profesi kedokteran, termasuk kesempatan untuk berkontribusi di berbagai daerah yang masih membutuhkan tenaga dokter.


Dari sisi alumni, dr. Yudy, Sp.F.M., perwakilan Ikatan Alumni FK Unika Atma Jaya, menyambut 31 dokter baru sebagai bagian dari keluarga besar alumni dan mengingatkan agar nilai Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli (KUPP) terus dibawa dalam perjalanan profesi, termasuk dengan memanfaatkan jejaring alumni yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan diikrarkannya Sumpah Dokter ini, 31 dokter baru FKIK Unika Atma Jaya resmi memulai babak baru dalam perjalanan profesinya, membawa semangat Vincere cum Sapientia, Sanare cum Amore untuk terus belajar, melayani dengan profesionalisme, dan menempatkan kemanusiaan dalam setiap pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan Tanah Air.


(THE)