Dosen FBTI Unika Atma Jaya Ikuti Pelatihan Regional Pengamanan Data dan Kekayaan Intelektual Riset Biologi Sintetis di Cebu, Filipina

10/30/2026 12:00:00 AM

Dosen Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) Unika Atma Jaya, Griselda Herman Natadiputri, S.Si., M.Si., terpilih menjadi salah satu peserta dari Indonesia dalam Training Workshop on Securing Synthetic Biology Research Data and Intellectual Property (IP) in Indonesia, Malaysia and the Philippines. Pelatihan tiga hari ini berlangsung pada 2–4 September 2026 di Radisson Blu Cebu, Filipina.

Workshop ini diselenggarakan oleh Health Security Partners (HSP) bekerja sama dengan Asosiasi Biorisiko Indonesia (Indonesia Biorisk Association/IBA), Malaysian Biosafety and Biosecurity Association (MBBA), dan Biorisk Association of the Philippines (BRAP), dengan dukungan pendanaan dari Office of Cooperative Threat Reduction, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Kegiatan ini mempertemukan sedikitnya 26 peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina, yang terdiri atas peneliti akademik, tenaga laboratorium, profesional teknologi informasi, serta pengelola tata kelola riset. Peserta dari Indonesia diseleksi oleh HSP bersama IBA, dengan prioritas bagi institusi yang aktif dalam kolaborasi internasional serta mengelola data, teknologi, dan kekayaan intelektual biologis yang sensitif.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat pengawasan institusi atas data, material, teknologi, dan kekayaan intelektual riset biologi sintetis yang rentan disalahgunakan atau berpindah tangan tanpa izin. Selama tiga hari, peserta yang difasilitasi Mayra Ameneiros dan Dr. Feras A. Batarseh mempelajari Dual-Use Research of Concern (DURC), keamanan riset, cyberbiosecurity, Know-Your-Collaborator (KYC) dan due diligence, kerangka kerja biosafety dan biosecurity internasional, penilaian risiko berbasis skenario, serta pemanfaatan AI untuk pengamanan data. Pada hari terakhir, peserta menyusun dan mempresentasikan rancangan kerangka keamanan institusi yang mencakup perlindungan data, pengamanan kekayaan intelektual, peninjauan kolaborasi, mitigasi risiko, dan mekanisme pengawasan.

“Riset biologi sintetis di kampus menghasilkan data, galur mikroba, dan kekayaan intelektual yang bernilai. Pelatihan ini menunjukkan bahwa melindunginya bukan hanya soal keamanan laboratorium, tetapi juga soal tata kelola data dan kehati-hatian dalam memilih mitra kolaborasi,” ungkap Griselda Herman Natadiputri, S.Si., M.Si., dosen di Prodi Teknologi Pangan dan Prodi Bioteknologi sekaligus Kepala Laboratorium Biosains 2.

Setelah pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan (mentorship) virtual dari para pakar untuk melakukan penilaian risiko institusi, menyusun atau menyempurnakan standar prosedur operasional (SOP), dan memperkuat mekanisme pengawasan. Melalui keikutsertaan ini, FBTI berharap dapat memperkuat tata kelola biosafety dan biosecurity di laboratoriumnya serta mendukung riset bioteknologi yang aman, bertanggung jawab, dan berdaya saing internasional.