
Jakarta – Rekruter menyaring sebuah Curriculum Vitae (CV) hanya dalam hitungan detik, karena itu CV harus disusun dengan tepat dan dapat menarik perhatian rekruter. Berkaca dari hal ini, Career Development Center (CDC) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menggelar kegiatan Career Talk bertajuk ”Career Dive with CTI Group” pada Selasa, (23/6) di Ruang A5 206, Kampus BSD. Acara ini menghadirkan Caroline Sasongko, Territory Account Manager di PT. Jedi Global Technology anak perusahaan Computrade Technology International (CTI Group) sekaligus alumni Bioteknologi, Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) UAJ sebagai pembicara.
PT Computrade Technology International (CTI Group) adalah perusahaan Information Technology (IT) distributor terkemuka di Asia Tenggara yang berdiri sejak 2003. Hingga kini, CTI Group menaungi 12 anak perusahaan dan bermitra dengan lebih dari 100 merek teknologi global.
Pada sesi materi, Caroline menekankan bahwa CV adalah alat membangun kepercayaan di hadapan rekruter. Ia membedakan secara tegas antara pencantuman aktivitas dan pencapaian yang terukur serta mendorong mahasiswa untuk mencantumkan hasil nyata dari setiap pengalaman, tidak dilebih-lebihkan dan bukan sekadar deskripsi tugas. ”CV itu adalah dokumen yang akan divalidasi sama HR. Apa yang kalian tulis di CV akan ditanya waktu interview, apakah waktu interview ngomongnya A, ternyata di CV ngomong B,” ujarnya.

Lebih lanjut, Caroline juga memaparkan lima keterampilan yang paling dicari rekruter saat ini, yaitu komunikasi, kerja tim, kemampuan analisis, penguasaan perangkat lunak, dan kemampuan bahasa asing. Menurutnya kelima keterampilan ini dapat dilatih sejak di bangku kuliah, salah satunya dengan mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan. "Di organisasi itu pastinya muncul sudut pandang baru dari teman-teman yang lain,” jelasnya.
Selain strategi penyusunan, Caroline turut membahas kesalahan umum yang sering dilakukan pelamar. Ia mengingatkan bahwa desain CV yang terlalu mencolok, penggunaan berbagai jenis font, dan kesalahan penulisan (typo) dapat mengurangi kesan profesional. Ia menyarankan mahasiswa untuk selalu melakukan review ulang seluruh konten, menyimpan dokumen dalam format PDF, dan memastikan isi CV relevan dengan posisi yang dilamar sebelum mengirim ke rekruter.

Kegiatan ini menegaskan bahwa penyusunan CV yang kuat adalah langkah awal dari kesuksesan pelamar dalam melangkah di dunia kerja. Melalui kerja sama dengan CTI Group, UAJ terus menegaskan semangatnya dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak semata-mata mencari kerja, namun juga bersaing. Persiapan ini dimulai dari hal-hal mendasar seperti CV hingga kesiapan menghadapi seleksi secara keseluruhan, sehingga lulusan UAJ dapat tampil unggul dibanding pelamar lain.
(STV)