Eduphoria, Calon Guru dari PPG Unika Atma Jaya Rayakan Karya Proyek Kepemimpinan Bersama Komunitas Mitra

11/2/2026 12:00:00 AM


Jakarta – Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Pendidikan dan Bahasa (FPB) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) menyelenggarakan Gelar Karya Proyek Kepemimpinan Mahasiswa bagi Calon Guru. Kegiatan bertema “Eduphoria: Perayaan Karya Pendidikan yang Inspiratif, Kreatif, dan Penuh Semangat” ini menjadi puncak mata kuliah Proyek Kepemimpinan dan berlangsung pada Senin, (26/10) di Aula D, Kampus Semanggi.

Selama kurang lebih dua bulan, mahasiswa PPG turun langsung ke komunitas mitra untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, merancang dan melaksanakan proyek, lalu mengevaluasinya. Di bawah bimbingan dosen PPG, mereka merasakan  langsung proses menghadapi masalah dan menciptakan proyek yang berdampak bagi masyarakat. 


Dalam acara tersebut, setiap kelompok mempresentasikan proyeknya, memutar video, dan menampilkan dokumentasi untuk mengomunikasikan hasil sekaligus merefleksikan proses yang telah dijalani bersama komunitas mitra. Seluruh penampilan tersebut disaksikan oleh para mitra, dosen, dan mahasiswa lain yang dapat berkeliling menikmati stand pameran dan pameran edukatif interaktif yang disiapkan mahasiswa. 

Dalam sambutannya, Dekan FPB, Dr. Yoseph Pedhu CP, MA., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para mitra yang telah membuka ruang berlatih bagi mahasiswa. Ia berharap melalui mata kuliah ini para mahasiswa siap menjadi seorang guru dan pemimpin. “Mata kuliah ini mengolah mereka untuk tidak hanya menjadi seorang guru, tapi juga seorang pemimpin. Sosok pemimpin yang inspiratif, kreatif, peduli, dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat, serta memberikan jawaban bermakna kepada para pihak yang membutuhkan kehadiran mereka,” ujarnya.


Semangat yang sama turut terlihat pada Ketua Program Studi PPG, Paulina Chandrasari Kusuma, M.Hum., yang berterima kasih kepada para dosen pembimbing yang mendampingi mahasiswa dari awal hingga akhir kegiatan. Ia menegaskan bahwa mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan kepemimpinan, empati, dan kepedulian pada sesama. “Kami berharap apa yang teman-teman dapatkan dari service learning ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi akan dibawa hingga teman-teman menyandang gelar guru profesional,” tuturnya.


Di sisi lain, Ketua Pelaksana Gelar Karya, Seja Pratama, S.Pd. menekankan bahwa keberhasilan belajar harus diukur dari penguasaan teori, kemampuan menerapkan pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sosial. Ia menambahkan bahwa gelar karya merupakan perayaan dari keberhasilan kegiatan ini. “Gelar karya bukan sekadar ruang memamerkan hasil karya, melainkan ruang untuk merayakan proses pembelajaran, mengartikulasikan gagasan, merefleksikan pengalaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, Seja mengakui perjalanan proyek tidak semulus yang dibayangkan. Adanya perbedaan perspektif, keterbatasan sumber daya, dan dinamika kelompok menciptakan tantangan yang tidak terduga. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu yang justru memberikan makna kepemimpinan yang sebenarnya. “Kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan memberikan arahan, melainkan juga dengan kesediaan untuk mendengarkan, keberanian untuk mengambil keputusan, kemampuan membangun kepercayaan, dan komitmen untuk menggerakkan orang lain menuju tujuan bersama,” jelasnya.


Selama kegiatan berlangsung, sebanyak sembilan kelompok tampil, terdiri dari enam tim dari Pendidikan Guru SD (PGSD) A dan tiga kelompok Bimbingan dan Konseling (BK). Tim PGSD A mendampingi anak-anak di berbagai komunitas mitra melalui kegiatan kreatif seperti melukis, ecoprint, dan permainan edukatif, serta program literasi dan daur ulang kertas bekas. Di sisi lain, kelompok BK berfokus pada pengelolaan emosi anak dan remaja melalui media kreatif, serta edukasi pengelolaan sampah di sekolah.

Melalui gelar karya ini, mahasiswa FPB UAJ menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di ruang kuliah dapat diwujudkan menjadi proyek nyata yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pengalaman mengidentifikasi masalah, merencanakan proyek, hingga mengevaluasi hasilnya diharapkan dapat menjadi bekal bagi para calon guru untuk menjadi pendidik sekaligus pemimpin yang profesional. Ke depan, Prodi PPG berharap kerja sama dengan para mitra dapat terus terjalin sehingga manfaatnya dirasakan oleh semakin banyak mahasiswa dan komunitas.

(STV)