
Jakarta – Sebuah pencapaian luar biasa berhasil ditorehkan oleh angkatan pertama Program Studi (Prodi) Profesi Apoteker dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ). Sebanyak 19 apoteker baru resmi mengucapkan sumpah profesi dalam “Sidang Terbuka Pelantikan dan Pelafalan Sumpah Apoteker Batch I Tahun 2026” yang berlangsung di Auditorium Klara Asisi, Kampus Pluit. Seluruh lulusan angkatan perdana ini juga berhasil meraih predikat cumlaude pada Kamis, (7/5).
Mengusung tema ”In Servitium Salutis”, kegiatan ini berhasil meresmikan 19 apoteker baru yang siap membawa perubahan ke dunia kefarmasian. Demi menggapai gelar apoteker muda, para lulusan telah melewati berbagai tantangan, termasuk berhasil lulus Uji Kompetensi Apoteker Indonesia yang meliputi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer Based Test (CBT) dengan Nilai Batas Lulus sebesar 65, angka yang lebih tinggi dari standar sebelumnya di angka 56.
Bagi Rektor UAJ, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), momen ini bukan sekedar seremonial kelulusan biasa, baginya ini adalah bagian dari sejarah. ”Kalian bagian dari sejarah, bukan soal acara sumpahnya tapi kalian ini angkatan pertama dan orang-orang pertama yang membentuk sejarah,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa setiap prestasi yang dicapai di UAJ bukan semata-mata kebanggaan institusi, melainkan merupakan cerminan tanggung jawab moral UAJ dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan berkualitas.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), apt. Noffendri Roestam, S.Si., secara khusus mengapresiasi prestasi angkatan pertama ini. ”Kalian luar biasa, sudah angkatan pertama, lulus semua,” ungkapnya penuh bangga. Ia juga mengingatkan bahwa sebagai tenaga profesi, para apoteker memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki lulusan program lain, yakni menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan berkontribusi pada pertumbuhan industri kesehatan Indonesia.

Perwakilan Kolegium Farmasi Indonesia, Dra. apt. Yulia Trisna, M.Pharm., FISQua., mengingatkan bahwa gelar yang baru disandang adalah awal dari tanggung jawab yang sesungguhnya. Ia menekankan bahwa kompetensi sejati baru benar-benar teruji ketika berhadapan dengan realitas lapangan yang jauh lebih kompleks. "Jangan selalu bertanya di mana tempat terbaik untuk saya, tapi tanyakan di mana saya paling dibutuhkan," pesannya.

Setelah dibuka oleh Dekan FKIK, Dr. dr. Felicia Kurniawan, M.Kes., prosesi pelafalan sumpah dijalankan. Para apoteker baru mengucapkan sumpah di hadapan seluruh hadirin dan pemuka agama masing-masing. Dilanjutkan dengan penandatanganan dan penerimaan sertifikat profesi, sertifikat kompetensi, serta surat sumpah. Mewakili rekan-rekannya, apt. Lorensia Yolanda, S.Farm., menyampaikan rasa syukur dan harapannya.
”Setelah hari ini, kami akan memulai perjalanan baru. Semoga kita tetap selalu bertindak bijaksana, melayani dengan hati, dan selalu meninggikan adab di mana pun kita berada,” ucapnya.

Pengucapan ini menjadi titik penting yang menandai lahirnya tenaga profesional yang akan mengemban amanah besar di bidang kesehatan. Setelah melalui pendidikan yang panjang dan komprehensif, para apoteker baru telah disiapkan untuk membawa perubahan ke dunia kesehatan. Prodi Profesi Apoteker UAJ terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai yang dibutuhkan lulusan dalam mengabdi menjadi apoteker.
(STV)