
Tangerang – Sebanyak 71 lulusan dari Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) resmi menyandang gelar insinyur pada acara Pelantikan Insinyur ke-10 dengan tema ”Insinyur Tangguh, Inovatif, dan Berdaya Saing Global" yang berlangsung di Aula Lantai 8, Kampus BSD UAJ, pada 23 Mei 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UAJ, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), Dekan FBTI, Prof. Dr. Diana Elizabeth Waturangi, S.Si., M.Si., serta Deputi Ketua Umum Pengembangan Profesi Insinyur dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., IPU., ASEAN Eng.
Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur, Ir. Harjadi Gunawan, S.T., M.Eng., turut hadir menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademik para lulusan. Pelantikan ini menjadi bukti nyata komitmen UAJ dalam mencetak tenaga ahli keinsinyuran yang profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Rektor UAJ. Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K) menegaskan peran strategis para insinyur dalam kemajuan suatu bangsa. "Masa depan bukan diramalkan tetapi diciptakan, dan hari ini saya yakin dan percaya bahwa ini adalah bagian dari kreasi kita untuk menciptakan masa depan," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa tidak ada bangsa yang maju tanpa teknologi yang maju, dan tidak ada teknologi yang maju tanpa peranan para insinyurnya.

Memasuki momen puncak, prosesi pengalungan samir dan pemakaian helm dilakukan oleh Dekan FBTI, Ketua Prodi PSPPI, dan perwakilan PII sebagai simbol resmi pengakuan atas gelar insinyur. Atribut tersebut merepresentasikan tanggung jawab, serta komitmen terhadap keselamatan dan etika profesi yang harus dijunjung tinggi.

Kemudian, Mewakili Ketua Umum PII Dr.-Ing. H. Ilham Akbar Habibie, Dipl.Ing., M.B.A., Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lulusan yang resmi dilantik hari itu. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab baru sebagai insinyur yang berperan penting dalam pembangunan bangsa. "Jadilah insinyur yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tapi juga mampu menggerakkan inovasi, penjaga etika profesi, dan pelopor kemajuan Indonesia," pesannya.

Lebih lanjut, mewakili seluruh lulusan PSPPI, Ir. Dr. Rini Alfatiyah, S.T., M.T., CMA menyampaikan bahwa hari pelantikan merupakan penanda dari sebuah proses panjang belajar, bertumbuh, dan berjuang membentuk diri. Ia menegaskan bahwa menjadi insinyur inovatif berarti berani melihat persoalan dari sudut pandang baru dengan kerendahan hati untuk terus belajar. "Mari melangkah ke depan dengan keyakinan, integritas, dan semangat untuk terus menjadi insinyur yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global," tegasnya.

Pelantikan Insinyur ke-10 ini menjadi tonggak penting untuk UAJ dalam berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia di bidang keinsinyuran nasional. Kehadiran 71 insinyur baru yang kompeten dan berkarakter diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta membawa dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan Indonesia.
(STV)