Inovasi Riset dan Hilirisasi Teknologi Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

5/19/2026 12:00:00 AM


Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya meraih pengakuan internasional dalam World University Rankings for Innovation (WURI) 2026 melalui pencapaian Top Global 500. Diumumkan di  National Chi Nan University (NCNU), Taiwan pada  07 Mei 2026, Unika Atma Jaya juga masuk Top 100 dunia pada kategori Representative Research Project (C1) dan Financial Impact-Driven Technology Transfer (C8). 

WURI merupakan pemeringkatan global yang menyoroti peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata dan kebermanfaatan bagi masyarakat dan industri. Melalui penilaian pada bidang pendidikan, penelitian, teknologi, kewirausahaan, dan keterlibatan sosial, WURI menilai inovasi perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan global. Sejak dirilis pada tahun 2020, WURI berkembang menjadi lembaga pemeringkatan inovasi perguruan tinggi dunia yang melibatkan ratusan universitas dari berbagai negara dan ribuan program inovasi. 

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni, Yanti, Ph.D., menyampaikan bahwa pengakuan tersebut menjadi dorongan bagi universitas untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan, kolaboratif, dan berdampak. 

“Capaian ini menjadi pengakuan atas inovasi perguruan tinggi Indonesia yang mampu menjadi solusi bagi tantangan global. Bagi Unika Atma Jaya, penelitian tidak berhenti pada jurnal dan publikasi, tetapi harus bisa memberikan dampak sosial dan melahirkan inovasi berkelanjutan,” jelasnya. 

Kategori C1 berfokus pada penelitian jangka panjang khas institusi yang mencakup proses pengembangan, potensi transformasi, dan dampak dalam pembangunan berkelanjutan serta kesejahteraan sosial. Pada kategori ini, Unika Atma Jaya mengangkat penelitian mengenai pengembangan tempe campuran dari biji bunga matahari, kedelai, biji labu, dan kacang adzuki untuk peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Inovasi riset ini dikembangkan untuk menghasilkan produk tempe dan probiotik yang lebih praktis dan fleksibel digunakan guna mendukung kesehatan kognitif lansia tanpa mengurangi manfaat nutrisinya. 

Sementara itu, kategori C8 menekankan komersialisasi hasil riset yang dilakukan secara etis dan bertanggung jawab sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Pada kategori ini, Unika Atma Jaya mengangkat inovasi produk biopreservatif dan bahan tambahan pakan berbasis bakteriofag untuk mengendalikan patogen pada industri pangan dan akuakultur skala besar. Riset ini mencerminkan hilirisasi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial melalui solusi pangan yang lebih aman dan berkelanjutan. 

Berbagai inovasi tersebut telah menghasilkan publikasi ilmiah internasional dan paten. Penelitian yang dikembangkan mencakup manfaat tempe dan probiotik bagi fungsi kognitif lansia serta pengendalian patogen pangan dan akuakultur berbasis antibiofilm dan bakteriofag. Riset tersebut juga melahirkan Paten Sederhana Indonesia untuk tempe multibiji berbasis kedelai, biji bunga matahari, biji labu, dan kacang adzuki.

Pengakuan ini menjadi langkah penting bagi Unika Atma Jaya untuk terus menghadirkan riset dan inovasi yang mampu menjawab tantangan global dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

 (CHA)