EmpowerHer Fest 2026 Ajak Mahasiswi UAJ Berani Jadi Pemimpin dan Berkembang

6/30/2026 12:00:00 AM


  

Jakarta - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) OASE Unika Atma Jaya (UAJ) menggelar EmpowerHer Fest 2026 bertema Unstoppable Her: Breaking Limits, Building Power di Gedung Yustinus Lantai 14, Kampus Semanggi, Jumat (26/6). Kegiatan ini bertujuan mendorong mahasiswa, khususnya perempuan, untuk berani mengembangkan potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan positif.

 

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Karier UAJ, Laurensia Harini Tunjungsari, M.Psi., Psikolog. Dalam sambutannya, Laurensia mengapresiasi antusiasme peserta dan kerja keras panitia dalam menyelenggarakan EmpowerHer Fest 2026. Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, melainkan keberanian mengambil tanggung jawab dan kemampuan menggerakkan orang lain.



 

"Semoga OASE terus berkembang sebagai wadah yang tidak hanya memotivasi mahasiswa untuk menjadi pemimpin, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan kepemimpinan yang baik serta mendorong lebih banyak mahasiswa aktif berorganisasi," tutur Laurensia.

 

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Pelaksana EmpowerHer Fest 2026, Fransisca Eka Putri, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas antusiasme yang diberikan serta kepada panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan.

 

"Saya berharap EmpowerHer Fest 2026 dapat bermanfaat menjadi ruang belajar dan inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus berkembang. Saya juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan kegiatan ini," ungkap Fransisca.


 

Memasuki sesi utama, peserta mengikuti talkshow inspiratif bersama Public Relations Officer Asia Middle East Center, Andrea Shera Renjani, dan mahasiswi Program Studi Psikologi angkatan 2022, Vania Ozora. Keduanya membahas makna kepemimpinan, pengembangan diri, serta pentingnya membangun karakter pemimpin yang mampu memberikan dampak positif bagi orang lain.

 

Andrea menjelaskan bahwa seorang pemimpin adalah sosok yang dipercaya oleh lingkungan sekitarnya untuk memikul tanggung jawab lebih besar, membimbing, sekaligus memberikan pengaruh positif kepada orang lain.



 

"Leader itu adalah seseorang yang dipercaya oleh lingkungan sekitarnya untuk memimpin, mengambil tanggung jawab lebih besar, mengajarkan orang lain, dan memberikan pengaruh positif," ujar Andrea.

 

Dalam kesempatan tersebut, Andrea juga membagikan perjalanan kepemimpinannya yang dimulai sejak SMP saat dipercaya menjadi Ketua OSIS. Menurutnya, pengalaman yang paling membentuk dirinya sebagai pemimpin terjadi ketika SMA saat memimpin tim Public Relations OSIS. Pengalaman tersebut terus berkembang hingga akhirnya ia dipercaya menjadi President Director Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Binus University.

 

Sejalan dengan Andrea, Vania Ozora memaknai kepemimpinan sebagai kemampuan membawa tim mencapai tujuan bersama sekaligus membantu setiap anggotanya berkembang sesuai potensinya.



 

"Leader yang baik adalah leader yang bisa membawa tim mencapai tujuan bersama, tetapi di saat yang sama juga membantu setiap anggotanya berkembang semaksimal mungkin," kata Vania.

 

Menurut Vania, seorang pemimpin juga perlu mengenal karakter setiap anggota tim agar dapat memberikan dukungan yang tepat bagi perkembangan mereka.


"Leader yang baik adalah leader yang mengenal satu per satu anggota timnya dan memastikan mereka bisa berkembang secara maksimal," tambahnya.

 

Keduanya juga sepakat bahwa empati merupakan salah satu kualitas penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Andrea menilai pemimpin perlu membangun kepercayaan agar setiap anggota tim merasa didukung dalam menjalankan perannya, sementara Vania menekankan bahwa memahami diri sendiri dan karakter anggota tim menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang saling mendukung dan bertumbuh bersama.

 

Melalui EmpowerHer Fest 2026, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan dan pengembangan diri, tetapi juga didorong untuk lebih percaya pada kemampuan diri serta berani mengambil setiap kesempatan untuk berkembang. 

 

(DEL)