
Jakarta – Kolaborasi ilmu pengetahuan yang didorong oleh passion dan komitmen dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan. Hal ini tercermin dalam karya ilmiah Residen Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS KKLP) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, dr. Yuliana Hioe, AIFO-K, berhasil meraih Juara 1 Presentasi Ilmiah Oral pada Jakarta Family Medicine Meeting (JFMM) 2026 pada Minggu, (7/6) di Hotel Lumire, Jakarta.
Ajang Ilmiah nasional tahunan ini mengusung tema ”Integrasi Penatalaksanaan Sindroma Metabolik dan Perawatan Paliatif dalam Sistem Layanan Kesehatan Nasional” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Indonesia (PDSKKI) sebagai wadah bagi para dokter keluarga dan praktisi layanan primer untuk berbagi karya dan pengalaman.
Yuliana Hioe atau akrab disapa Yuli, merupakan alumni Program Studi (Prodi) Kedokteran UAJ yang kembali mempercayakan perjalanan pendidikan spesialisnya pada almamaternya. Menjadi bagian dari angkatan pertama PPDS KKLP, Yuli menyebutkan bahwa pilihannya didasarkan pada kepercayaan terhadap kualitas lulusan UAJ serta kesesuaiannya dengan cara ia berpraktik sehari-hari. ”Pendekatan holistik dan komprehensif terhadap pasien dan keluarga sangat sesuai dengan nilai serta cara saya berpraktik sebagai dokter sehari-hari,” ujarnya.
Dalam perjalanan klinisnya, Yuli mengembangkan ketertarikan mendalam pada tiga bidang, yaitu geriatri, perawatan paliatif, dan nutrisi. Ketertarikan pada geriatri dan perawatan paliatif tumbuh dari pengalamannya merawat pasien lanjut usia dengan kondisi kesehatan yang kompleks, di mana ia menyadari bahwa mereka membutuhkan lebih dari sekadar pengobatan medis. Menurut Yuli, pasien lanjut usia membutuhkan pendampingan, kenyamanan, serta dukungan dari keluarga atau caregiver. Sementara itu, perhatian pada nutrisi berawal dari temuannya di lapangan bahwa aspek ini kerap terabaikan, padahal jika nutrisi dipenuhi dengan optimal akan membawa perbaikan kondisi yang lebih baik pada pasien.
Ketiga passion tersebut akhirnya bertemu secara alami dalam satu karya ilmiah yang ia bawa ke JFMM 2026, yakni laporan kasus berjudul Perawatan Nutrisi Kolaboratif dalam Tata Laksana Paliatif Berbasis Rumah pada Pasien Geriatri dalam Kondisi Vegetatif. Baginya, kasus ini menunjukkan bagaimana pendekatan holistik dan kolaboratif dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien maupun keluarganya.
”Pasien geriatri dalam kondisi vegetatif memerlukan pendekatan paliatif yang berfokus pada kenyamanan dan kualitas hidup, sementara optimalisasi nutrisi menjadi salah satu intervensi penting yang dapat dilakukan melalui kolaborasi multidisiplin,” jelasnya.
Dalam proses penyusunan karya, Yuli mendapat bimbingan langsung dari Ketua Program Studi PPDS KKLP FKIK UAJ, dr. Bryany Titi Santi, M.Epid., Sp.KKLP. ”Cara beliau membimbing, memberikan masukan, serta mengajak kami para residen berdiskusi secara kritis sangat mempengaruhi bagaimana cara saya memandang dan menyusun laporan kasus ini,” ujarnya.
Tidak hanya itu, proses pembentukan karyanya juga berakar dari setiap pertemuan dengan pasien berkondisi kompleks. Ia selalu melakukan asesmen secara holistik dan komprehensif. Menurut Yuli, dokumentasi rekam medis yang lengkap merupakan bagian dari integritas dalam melayani pasien. Selama merawat pasien, Yuli selalu mengumpulkan berbagai data serta informasi keluarga secara sistematis sehingga perkembangan pasien dapat dipantau secara longitudinal.
Pencapaian ini menjadi langkah awal untuk kontribusinya yang lebih besar di bidang kedokteran keluarga. Ia pun berbagi pesan kepada sesama residen untuk berani dan terus belajar. ”Banyak pembelajaran berharga justru datang dari pasien yang kita temui. Ketika bekerja dengan hati, memberikan pelayanan terbaik, dan mau terus belajar dari setiap pasien, akan selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dan dikembangkan menjadi sebuah karya. God Bless Us,” pesannya.
(STV)