
Jakarta – Memasuki dunia kerja tidak hanya membutuhkan kesiapan akademik, tetapi juga pemahaman mengenai dinamika karier, peluang pengembangan diri, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan di lingkungan profesional. Hal tersebut menjadi bagian dari ASWATA Campus Hiring yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Career Development Center (CDC) UAJ, melalui sesi seminar “Saatnya Naik Level dan Siap Hadapi Dunia Kerja”, di Aula Gedung K-2, Unika Atma Jaya, pada Senin (31/8), dengan menghadirkan alumni, perwakilan ASWATA, dan dosen Unika Atma Jaya untuk berbagi perspektif mengenai perjalanan karier, proses rekrutmen, dan kesehatan mental di dunia kerja.
Salah satu perspektif dibagikan oleh Richard Sundoro, alumni Atma Jaya yang kini menjabat sebagai Head of Marketing & Sales Retail Department PT Asuransi Wahana Tata (ASWATA). Sebagai lulusan Fakultas Ekonomi dengan latar belakang Akuntansi, Richard membagikan perjalanan pendidikan dan profesionalnya, termasuk pengalaman yang membawanya hingga menempati posisi saat ini di industri asuransi. Perjalanan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai proses membangun karier sekaligus pentingnya terus mengembangkan diri dan beradaptasi dengan dinamika dunia profesional.

Sementara itu, Dianeka Irawati, Section Head Organization Development & People Development PT Asuransi Wahana Tata, menjelaskan mekanisme rekrutmen di ASWATA, mulai dari peluang melalui program Management Trainee (MT) hingga jalur rekrutmen untuk posisi di luar program tersebut. Penjelasan tersebut memberikan mahasiswa gambaran mengenai berbagai jalur yang dapat ditempuh untuk memulai karier di ASWATA serta hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam mengikuti proses rekrutmen.
Tidak hanya membahas peluang dan kesiapan karier, sesi ini juga mengangkat pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja yang disampaikan oleh Dr. Yohanes Temaluru, M.Psi., dosen Program Studi Administrasi Bisnis Unika Atma Jaya. Melalui pemaparannya, Yohanes mengajak mahasiswa memahami berbagai situasi yang mungkin dihadapi di lingkungan profesional, termasuk tekanan dan tantangan dalam beradaptasi, serta mengenali cara merespons situasi tersebut secara tepat. Ia juga membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menghadapi situasi kerja secara lebih sehat, sekaligus mengingatkan pentingnya mengenali kondisi diri dan menjaga kesehatan mental ketika menghadapi tekanan dalam lingkungan profesional.

Ketiga perspektif tersebut memberikan mahasiswa gambaran yang lebih utuh mengenai dunia kerja, mulai dari perjalanan membangun karier dan berbagai jalur rekrutmen hingga pentingnya kesiapan diri dalam menghadapi dinamika lingkungan profesional.
Melalui kegiatan seperti ini, Unika Atma Jaya terus memperkuat kesiapan karier mahasiswa dengan membuka ruang untuk terhubung dengan dunia profesional serta memperoleh wawasan langsung dari alumni dan praktisi.
(THE)