
Jakarta - Kesuksesan tidak selalu harus sesuai standar tertentu dan mengikuti
jalur linear. Setiap orang memiliki versi sukses yang berbeda. Hal tersebut
disampaikan aktris, penggiat pendidikan, dan entrepreneur Maudy Ayunda
dalam talkshow bertajuk "Unscripted Growth: Redefining
Perfection, Navigating AI, and Owning Your Future" yang
diselenggarakan di Kampus Semanggi, pada Rabu (19/8).
Diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan
Karier (BKK) Unika Atma Jaya (UAJ), talkshow ini hadir sebagai rangkaian
Inisiasi Student Life (Ini-SLJ) batch 1 sekaligus menjadi bagian dari
Kejar Mimpi Fest by CIMB Niaga. Rangkaian Ini-SLJ menjadi bagian dari
perjalanan awal mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, komunitas,
dan pengalaman belajar di Unika Atma Jaya. Sementara itu, Kejar Mimpi Fest,
CIMB Niaga menghadirkan ruang bagi generasi muda yang memadukan edukasi,
inspirasi, dan pengembangan diri. Tidak hanya membekali anak muda dengan
pengetahuan finansial, inisiatif ini juga mendorong mereka untuk berani
bermimpi lebih besar dan mengambil langkah nyata untuk mewujudkannya.
Hadir sebagai narasumber, Maudy Ayunda, mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan dengan keluar dari zona nyaman, mencoba banyak hal baru, dan berani bereksperimen.
"Menurut aku jaman sekarang dengan teknologi yang terus bergerak, sukses itu gak lagi linear, sudah tidak lagi template. Beranikan diri kalian untuk bereksperimen, mencoba hal baru, dan menyerap hal baru, because you never know if your definition of success will change over time. Keep an open mind, terus tumbuh, dan customize versi sukses buat diri kalian masing-masing," jelas Maudy.
Menurut Maudy, masa perkuliahan merupakan tahun-tahun untuk bereksperimen dan mengenali diri sendiri. Berbagai perasaan, pengalaman, dan lingkungan baru yang dijumpai akan menjadi kesempatan belajar untuk membentuk perspektif dan cara pandang baru bagi seorang mahasiswa.

Maudy juga menekankan bahwa setiap orang
memiliki standar kesuksesan yang berbeda. Berada di lingkungan orang-orang yang
lebih hebat dan berprestasi lantas tidak menjadikan kita lebih buruk karena
setiap orang memiliki versi dan kecepatan masing-masing dalam mencapai sesuatu.
"Bukan masalah jika kita merasa
dikelilingi oleh orang-orang yang lebih hebat. Itu justru pertanda bahwa kita
berada di tempat yang tepat untuk menjadi 'spons'—menyerap energi, ilmu,
dan perspektif baru untuk tumbuh," tambah Maudy.
Hadir pula Direktur Human Resources CIMB
Niaga, Joni Raini, yang menyampaikan bahwa melalui Kejar Mimpi Fest, CIMB Niaga
ingin mendukung generasi muda agar terus berkembang, berani bermimpi, dan siap
menghadapi masa depan. Inisiatif ini sejalan dengan purpose CIMB Niaga
untuk Advancing Customers & Society, termasuk melalui pemberdayaan
anak muda lewat edukasi, inspirasi, dan pengembangan diri.
Dalam kesempatan tersebut, Joni juga memberikan perspektif dari sisi industri mengenai keterampilan yang dibutuhkan di dunia profesional seiring dengan perkembangan teknologi. Ia mengibaratkan AI seperti “listrik baru” yang mempermudah hidup manusia. Meski demikian, menurutnya pemanfaatan AI secara maksimal di dunia profesional tetap bergantung pada kemampuan pribadi dalam membuat keputusan (judgment) dan keterampilan antarmanusia (human skills).

“Kita tidak boleh melupakan bahwa human skills adalah keterampilan dasar manusia yang harus terus dikembangkan. Bagaimana kita berkomunikasi, membangun jaringan, berhubungan dengan teman, bergaul, serta bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Karena fungsi-fungsi inilah yang nantinya tetap membedakan kita sebagai manusia,” tegas Joni.
Pesan Maudy menjadi pengingat bagi mahasiswa
Unika Atma Jaya bahwa perjalanan perkuliahan bukan sekadar tentang mencapai
tujuan, tetapi juga tentang berani mencoba, belajar dari pengalaman, dan
menemukan arah diri. Di tengah dunia yang terus berubah, mahasiswa didorong
untuk tetap terbuka, ingin tahu, dan berani menciptakan jalan mereka sendiri. Keep
curious, keep learning, keep growing.
(CHA)