Ungkap Strategi Negosiasi Translingual di Kelas Online, Andi Rustandi Resmi Sandang Gelar Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris

6/5/2026 12:00:00 AM


Jakarta – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris (DLTBI) dengan promovendus Andi Rustandi, yang mempertahankan disertasinya berjudul "A Qualitative Study on Translingual Negotiation Strategies and Translingual Identities Projection in a Synchronous Online Class Interaction," pada Jumat, (29/5) di Gedung Yustinus, Lt 13, Kampus Semanggi. 

Sidang dipimpin oleh Dekan Fakultas Pendidikan dan Bahasa (FPB) UAJ Rm. Dr. Yoseph Pedhu, CP., M.A., dengan Promotor, Prof. Dr. Setiono Sugiharto dan Ko-Promotor Prof. Christine Manara, Ph.D. Tim penguji terdiri dari Dr. Engliana, M.Hum., Dr. Luciana, M.Ed., dan Prof. Dr. Dra. Clara Herlina Karjo, M.Hum.

Penelitian Andi mengkaji bagaimana guru bahasa Inggris dan mahasiswa Indonesia menjalankan strategi negosiasi translingual dalam interaksi kelas daring secara langsung (synchronous). Melibatkan dosen dari Filipina dan Thailand yang mengajar mahasiswa Indonesia melalui aplikasi Zoom dalam program alih kredit internasional, penelitian ini menemukan bahwa negosiasi di ruang digital dapat bertumpu pada sumber daya seperti emoji, fitur chat, hingga gestur dan ekspresi wajah. Menariknya, momen sederhana seorang mahasiswa yang menjawab pertanyaan dosen dengan berpindah ke bahasa Sunda pun ternyata membawa pesan identitas dan dapat dianalisis secara akademik.

Salah satu penguji, Prof. Dr. Dra. Clara Herlina Karjo mendorong Andi untuk lebih jauh mengeksplorasi bagaimana latar belakang kebangsaan para dosen turut membentuk cara mereka menggunakan strategi translingual di kelas. "Kita ingin mengetahui apakah latar belakang bahasa dan identitas mereka sebagai orang Filipina atau Thailand juga bisa mempengaruhi cara mereka mengajar dan berinteraksi dengan para pelajar," ujar Prof. Clara


Di sisi lain penguji lain turut menggali berbagai sudut pandang, mulai dari bagaimana temuan ini dapat menantang dominasi perspektif akademik Barat, perbedaan strategi antara dosen dan mahasiswa, hingga implikasinya bagi desain kurikulum yang lebih inklusif terhadap latar belakang multibahasa mahasiswa. Andi me-respons setiap pertanyaan dengan menunjukkan bahwa penelitiannya adalah sebuah perluasan teoretis yang menempatkan ruang digital sebagai arena pembentukan pengetahuan.

"Dengan penelitian ini, saya ingin memperkuat kondisi teoretik strategi negosiasi translingual dalam pendidikan digital sebagai sesuatu yang secara fundamental bersifat multimodal, sociotechnical, dan berpusat pada identitas," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sugiharto menyampaikan bahwa penelitian ini membuka cakrawala baru dalam studi translingual. "Keberhasilan ini menjadi bukti ketekunan dan minat yang mendalam. Penelitian Andi tidak hanya relevan secara teoretis, tetapi juga memberikan pijakan nyata bagi para pendidik dan desainer kurikulum yang ingin merespons realitas multibahasa di kelas-kelas masa kini. Saya berharap kontribusi ini terus berkembang dan menginspirasi penelitian-penelitian berikutnya," ungkapnya.


Melalui sidang terbuka ini, Andi Rustandi resmi meraih gelar Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris dari Unika Atma Jaya sebagai doktor ke-77. "Saya berharap penelitian ini akan menginspirasi penelitian dan kolaborasi akademik lintas negara, serta memberikan manfaat nyata bagi guru, mahasiswa, dan masyarakat luas," ujar Andi.

(STV)