
Jakarta - Sebanyak 110 dokter baru resmi mengucapkan sumpah profesi pada Sumpah Dokter Batch II 2026 Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, pada Selasa (26/5). Berlangsung di Gedung Yustinus 15, Kampus Semanggi, para lulusan diharapkan menjadi tenaga medis yang kompeten secara akademik, serta siap mengabdi dengan empati, integritas, dan nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Mengusung tema "Formed to Serve, Called to Care", pengambilan sumpah dokter ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara kompetensi medis dan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui proses pendidikan di Unika Atma Jaya, mahasiswa dibentuk menjadi tenaga medis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian untuk melayani sesama.
Sejalan dengan tema kegiatan, Sekretaris Universitas, apt. Sherly Tandi Arrang, M.Farm-Klin., berharap dokter baru menjadi tenaga medis yang unggul, menjunjung tinggi integritas, empati, dan semangat pelayanan kemanusiaan sesuai tema 'Formed to Serve, Called to Care’.

“Kami berharap para dokter lulusan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya mampu menjadi pribadi yang unggul secara akademis, bijaksana dalam bertindak, penuh integritas, serta memiliki hati yang peduli dalam melayani sesama,” jelasnya.
Dalam sambutan Ketua Plataran FKIK Unika Atma Jaya, dr. Valentinus Yudy, Sp.FM., yang dibacakan oleh dr. Alex Kusanto, Sp.KKLP, disebutkan bahwa jumlah alumni FKIK Unika Atma Jaya telah mencapai lebih dari 6.000 dokter yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Kehadiran 110 dokter baru dinilai semakin memperkuat kontribusi alumni dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, selaku perwakilan orang tua, dr. Martinus Martin Leman, DTMH, Sp.A, menyampaikan apresiasi bagi semua pihak yang telah mendukung proses pendidikan dokter. Menurutnya, seorang dokter dididik tidak hanya dengan ilmu pengetahuan namun keteladanan, disiplin, kesabaran, dan nilai-nilai kemanusiaan yang diberikan oleh pendidik.

“Untuk semua dedikasi dan bantuan yang diberikan dalam mendidik para dokter baru yang berdiri hari ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjadi dokter yang berkompeten, berperilaku terpuji, berintegritas, dan tetap memiliki nilai altruisme di tengah dunia yang terus berubah,” ungkapnya.
Ketua sumpah dokter periode II tahun 2026, Dr. Nabila Aditya Putri, menyampaikan bahwa kedokteran bukan hanya tentang ilmu, namun lebih jauh tentang kemanusiaan. Dokter akan diingat sebagai sosok yang ada dalam masa sulit pasien melalui kepedulian dan pelayanan yang tulus.

“Dunia tidak hanya membutuhkan dokter yang terampil, dunia membutuhkan dokter yang peduli dengan tulus, melayani dengan sepenuh hati, dan selalu mengingat bahwa setiap pasien adalah manusia terlebih dahulu," pungkasnya.
Melalui pengambilan sumpah ini, para dokter baru diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, pengalaman klinis, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk terus bertumbuh menjadi profesional kesehatan yang unggul, peduli, dan mengutamakan pelayanan kemanusiaan.
(CHA)