
Jakarta — Sebanyak 10 lulusan Program Studi Farmasi Unika Atma Jaya resmi dikukuhkan sebagai apoteker dalam rangkaian Pelantikan, Sumpah Apoteker, dan Pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Gedung Klara Asisi Lantai 4, Kampus Pluit, pada Rabu (7/10), dengan mengusung semangat Scientia et Servitium, “With Knowledge We Serve, With Compassion We Heal”, sebagai landasan bagi para lulusan dalam menjalankan profesi dengan bekal ilmu, kompetensi, dan kepedulian untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya, Dr. dr. Felicia Kurniawan, M.Kes, mengajak para lulusan menjadikan pengucapan sumpah sebagai momentum untuk menghayati tanggung jawab dalam menjalankan profesi. “Akreditasi Unggul bukan sekadar pencapaian, tetapi menjadi amanah bagi kita untuk membawa nama baik Unika Atma Jaya dengan mengabdikan ilmu yang dimiliki melalui kompetensi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.N(K)., menempatkan pengukuhan apoteker sebagai awal perjalanan dari pendidikan menuju pengabdian. “Hari ini bukan hanya tentang mencapai cita-cita menjadi apoteker, tetapi juga menandai transformasi dari pendidikan menuju pengabdian. Jadilah apoteker yang mumpuni dengan terus membawa semangat ‘Untuk Tuhan dan Tanah Air’ sebagai landasan dalam setiap karya,” ucapnya.

Mewakili Yayasan Unika Atma Jaya, Christophorus Pungky Putranto menyampaikan pesan mengenai tanggung jawab yang menyertai langkah para lulusan memasuki tahap baru sebagai profesional. “Sumpah ini merupakan pernyataan tanggung jawab sekaligus komitmen moral dan profesional dalam menjalankan profesi dengan sebaik-baiknya. Teruslah mengembangkan kompetensi dan memperbarui ilmu, sembari tetap memanusiakan setiap orang yang dilayani,” tuturnya.

Kepala Program Studi Apoteker FKIK Unika Atma Jaya, Dr. apt. Lusy Noviani, S.Si., M.M, turut mengapresiasi pencapaian 10 lulusan yang dikukuhkan. “Saya mengapresiasi pencapaian 10 lulusan yang hari ini dikukuhkan sebagai apoteker dengan predikat cum laude. Teruslah berkembang sebagai apoteker yang adaptif dan kompeten, serta siap berada di garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Bekal ilmu yang kalian miliki perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada pengucapan Sumpah Apoteker dan pengukuhan 10 apoteker baru sebagai penanda dimulainya tanggung jawab mereka dalam menjalankan profesi, sebelum para lulusan menghampiri orang tua masing-masing untuk memberikan pelukan dan berbagi kebahagiaan atas pencapaian yang telah diraih.
Prosesi tersebut menghadirkan suasana haru dan penuh sukacita bagi keluarga serta para tamu yang hadir. Perwakilan Kolegium Farmasi Indonesia, apt. Dra. Louisa Endang Budiarti, M.Pharm., menyampaikan ucapan selamat sekaligus membekali para apoteker baru untuk terus menjaga dan mengembangkan kompetensi setelah memasuki dunia praktik.

Sementara itu, apt. Marsella Lembang, S.Farm., selaku perwakilan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), mengingatkan para apoteker baru untuk menjalankan kewenangan profesi dengan berpegang pada kompetensi dan integritas serta mempertimbangkan setiap keputusan secara cermat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menyoroti peran pendidikan Unika Atma Jaya dalam mempersiapkan lulusan untuk terjun ke tengah masyarakat, dr. Murniasi Hutapea, MPH selaku Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara, mengapresiasi pencapaian 10 apoteker baru sekaligus mendorong mereka untuk mengamalkan ilmu dan praktik terbaik dalam menjalankan profesi demi mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat.
Kehadiran 10 apoteker baru juga mendapat sambutan dari dr. Yudi, Sp.F.M selaku perwakilan Perkumpulan Alumni Kedokteran Atma Jaya (PELATARAN) Atma Jaya Jakarta, yang mengajak para lulusan untuk terus menjaga kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Unika Atma Jaya. “Setelah sebelumnya 19 apoteker dari angkatan pertama menyelesaikan pendidikan, kalian menjadi amunisi baru bagi Atma Jaya. Teruslah saling mendukung satu sama lain dan jangan lupa membawa nilai-nilai Kristen, Unggul, Profesional, dan Peduli (KUPP) di mana pun kalian berkarya,” ujarnya.
Mewakili para apoteker yang baru dikukuhkan, apt. Denny Stefanus, S.Farm., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan mereka hingga tahap pengukuhan. “Hari ini menjadi langkah awal bagi kami sebagai apoteker. Mari terus belajar dan berkembang menjadi apoteker yang kompeten, serta saling mendukung untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan profesi,” ujarnya.
Dukungan keluarga turut melengkapi pencapaian para apoteker baru, dengan orang tua menitipkan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi amanah, profesi yang dijalankan menjadi bentuk pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi bagian dari jati diri setiap apoteker.
Pengukuhan ini menjadi penanda dimulainya kiprah 10 lulusan Program Studi Apoteker Unika Atma Jaya dalam menjalankan profesi sebagai apoteker dengan membawa ilmu, kompetensi, dan nilai KUPP untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
(THE)