Resmi Angkat Sumpah, 27 Lulusan Unika Atma Jaya Siap Junjung Etika Profesi

5/7/2026 12:00:00 AM



Jakarta - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, kebutuhan akan psikolog yang profesional dan berintegritas juga terus bertambah. Kondisi tersebut membuat pendidikan profesi psikolog tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pembentukan karakter, dan etika dalam praktik pelayanan psikologis.


Hal tersebut tercermin dalam Prosesi Pengambilan Sumpah Profesi Psikolog Unika Atma Jaya yang digelar di Gedung Yustinus Lantai 15 pada Kamis (7/5). Sebanyak 27 mahasiswa Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 resmi diambil sumpahnya sebagai psikolog oleh Ketua I Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia, Brigjen TNI (Purn) Dr. Arief Budiarto, DESS., Psikolog, disaksikan keluarga lulusan dan tamu undangan.




Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K)., mengatakan para lulusan kini menjadi bagian dari sejarah perjalanan Unika Atma Jaya sekaligus representasi universitas di tengah masyarakat. Menurutnya, lulusan psikologi memiliki tanggung jawab besar untuk hadir dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.




“Salah satu nilai khas Unika Atma Jaya adalah social responsibility yang tinggi. Karena itu, para lulusan diharapkan tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Prof. Yuda.


Dekan Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Dr. Angela Oktavia Suryani, M.Si., mengatakan prosesi sumpah ini menjadi momen membanggakan karena merupakan angkatan pertama dari program studi profesi psikolog yang baru. Ia menyebut perjalanan pembentukan program tersebut penuh dinamika, mulai dari penyusunan sistem pembelajaran hingga kerja sama dengan berbagai mitra praktik.



“Kami bersyukur seluruh proses dapat berjalan dengan baik. Para mahasiswa juga didampingi bukan hanya secara keilmuan, tetapi juga secara psikologis agar siap menjadi psikolog yang profesional dan berintegritas,” ungkap Angel.


Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Unika Atma Jaya, Dr. Weny Savitry Sembiring Pandia, M.Si., Psikolog, mengatakan perjalanan para lulusan hingga sampai pada tahap pengambilan sumpah bukanlah hal yang mudah. Selama kurang lebih 1,5 tahun, mahasiswa menjalani proses pembelajaran dan praktik untuk dipersiapkan menjadi psikolog profesional.




“Hari ini merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh para lulusan. Setelah melalui berbagai proses pembelajaran dan tantangan selama pendidikan profesi, kini para lulusan siap mengembangkan keterampilan untuk membantu sesama dalam praktik sebagai psikolog,” tutur Weny.


Selain prosesi pengambilan sumpah, acara ini juga menjadi momen pemberian apresiasi bagi mahasiswa dengan capaian akademik terbaik. Janice Priskila Hermawan berhasil meraih IPK tertinggi pada periode ini dengan capaian 3,92.




Dalam sambutannya, Janice menyebut perjalanan pendidikan profesi psikolog menjadi pengalaman yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Ia mengatakan proses tersebut tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat karakter dan integritas para mahasiswa. “Perjalanan ini bukan hanya tentang studi akademik, tetapi juga proses bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, kompeten, dan berintegritas,” kata Janice.


Melalui prosesi pengambilan sumpah ini, para lulusan diharapkan dapat memulai perjalanan sebagai psikolog profesional yang menjunjung tinggi etika, empati, dan integritas dalam memberikan layanan kepada masyarakat.


(DEL)