
Semua berawal dari keputusan sederhana: mencoba. Bagi Angeline Chandra atau yang akrab disapa Angie, keputusan spontan mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) justru membawanya melangkah hingga menjadi salah satu perwakilan LLDIKTI Wilayah III pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2026.
Perjalanan Angie, mahasiswa semester 6 Program Studi Psikologi, di ajang Pilmapres 2026 bermula ketika dirinya terpilih sebagai salah satu finalis Atma Jaya Student Award (AJSA) 2024. Melalui pengalaman tersebut, Angie belajar untuk lebih terbuka terhadap evaluasi dan mampu menghadapi berbagai revisi dalam waktu singkat. Proses itu turut membentuk cara berpikir, kecepatan bekerja, dan kepercayaan dirinya.
Sebagai bagian dari pemenuhan Capaian Unggulan (CU), Angie aktif mengikuti perlombaan, organisasi, dan kesempatan pengembangan diri lainnya. Berbagai pengalaman tersebut menjadi ruang baginya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
“Semua berawal dari mengikuti Pilmapres di AJSA secara spontan dan perlahan aku mengasah kemampuan, revisi, dan berkembang sampai akhirnya terpilih untuk merepresentasikan Unika Atma Jaya dan juga LLDIKTI III,” jelasnya.
Perjalanannya menuju Pilmapres pun tidak mudah dan singkat. Angie harus melalui revisi proposal selama berminggu-minggu, mengikuti kegiatan eksternal berdampak, hingga penyusunan naskah dan presentasi. Bahkan, proses penyempurnaan poster masih dilakukan menjelang hari-H presentasi final.
Dalam penyusunan naskah dan presentasi, Angie banyak berdiskusi dengan dosen maupun teman-temannya. Berbagai masukan dan evaluasi menjadi bagian penting dalam persiapannya. Setelah melalui proses yang panjang, Angie akhirnya terpilih mewakili Unika Atma Jaya dan LLDikti III ke tahap final Pilmapres 2026 kategori Sarjana bersama tiga mahasiswa lainnya.

“Untuk naskah dan presentasi, aku banyak revisi dan minta feedback dari dosen maupun teman-teman tentang apa yang masih bisa ditingkatkan,” ungkapnya.
Di balik pencapaiannya, Angie menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu antara perkuliahan, persiapan Pilmapres, dan kegiatan lainnya. Baginya, masa submisi Gagasan Kreatif (GK) menjadi salah satu periode paling menantang.
“Persiapan Pilmapres cukup memakan waktu, jadi aku harus belajar membagi waktu dan mengatur prioritas dengan baik. Aku juga sangat berterima kasih kepada teman-teman yang banyak membantu dalam proses ini,” jelasnya.
Di tengah perjalanan tersebut, dukungan dari lingkungan universitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Mulai dari kesempatan pengembangan diri, fasilitas, hingga dukungan dosen dan tenaga kependidikan turut membantu persiapannya.
“Mas Billy selaku dosen banyak membantu lewat diskusi dan feedback selama proses persiapan. Mbak Faska dari tim BKK juga berperan besar dalam proses administrasi,” jelasnya.
Kini, Angie masih terus mempersiapkan diri menuju tahap final. Revisi proposal, penyempurnaan poster, hingga melatih kemampuan public speaking menjadi fokusnya menjelang final nasional Pilmapres 2026 yang akan berlangsung pada Agustus mendatang.
Bagi Angie, perjalanan ini bukan hanya tentang pencapaian dari kompetisi namun juga tentang keberanian untuk mengambil kesempatan dan terus bertumbuh melalui setiap fase yang dijalani. Ia berharap pengalamannya menjadi motivasi bagi mahasiswa Unika Atma Jaya untuk berani berkembang melalui berbagai kesempatan yang ada.
“I believe with passion, tenacity, and hard work, anything is possible,” pungkasnya.
(CHA)