Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Renungan Harian Senin 25 Agustus 2014

Sumber diambil dari : http://www.obormedia.com/content/renungan-ziarah-batin-2014-2

 

Renungan Ziarah Batin 2014 (2)

Senin, 25 Agustus 2014

Pekan Biasa XXI (H)
St. Ludowikus; St. Yosef dr Calasanz;
B. Maria dr Yesus Tersalib

Bacaan I: 2Tes. 1:1–5.11b–12
Mazmur: 96:1–2a.2b–3.4–5; R:3
Bacaan Injil: Mat. 23:13–22

”Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.] Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri. Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.”

Renungan

Hidup keagamaan janganlah diukur dari penampilan dan pencitraan. Yesus mengecam para Ahli Taurat dan orang Farisi karena mereka menggunakan sarana hidup keagamaan untuk mendapatkan pujian dan fasilitas umat. Sementara mereka juga suka menambah aturan keagamaan tetapi mereka tidak mau melaksanakannya. Demikianlah  Yesus mengecam perbuatan mereka yang tidak mengindahkan kebiasaan hidup masyatakat. Kecaman yang keras dengan kata ”celakalah...”

Fenomena hidup keagamaan kita tidaklah jauh dari hidup keagamaan orang Farisi dan Ahli Taurat. Manusia beragama belum memberikan efek dan pengaruh bagi kesejahteraan hidup sosial. Hidup keagamaan masih dipahami sebagai urusan pribadi dan bukan untuk membangun komunitas sosial. Kecaman Yesus juga terarah pada kita manusia beragama. Semoga kita semakin sadar agar hidup keagamaan kita lebih mendalam dan signifikan dalam membangun kesejahteraan bersama.

Tuhan semoga hidup keagamaan aku semakin menyerupai kehendak-Mu. Amin.

 

Kalender
S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
bottom