Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Renungan Harian Rabu 17 September 2014

Sumber diambil dari :http://www.obormedia.com/content/renungan-ziarah-batin-2014-2

 

Renungan Ziarah Batin 2014 (2)

Selasa, 16 September 2014

Pekan Biasa XXIV
Pw. St. Kornelius, Paus & St. Siprianus, UskMrt (M);
Sta. Eufemia

Bacaan I: 1Kor. 12:12–14.27–31a
Mazmur: 100:2.3.4.5
Bacaan Injil: Luk. 7:11–17

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: ”Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: ”Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: ”Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan ”Allah telah melawat umat-Nya.” Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Renungan

Seluruh dinamika kegiatan Gereja tiada lain membentuk karakter pribadi anggotanya agar memiliki karakter Kristus. Daya cipta, rasa dan karsa Tuhan sebagaimana tercermin dalam Kitab Suci terus kita gali untuk menjadi makanan jiwa bagi seluruh anggota Gereja. Kegiatan kegiatan menggereja diarahkan agar cipta, rasa dan karsa kita bertumbuh sehingga seluruh gereja menjadi Tubuh Kristus yang utuh dan hadir untuk mendewasakan dunia.

Gereja yang kaya dengan aneka karunia bukan dimaksudkan untuk terpecah-pecah tetapi utuh saling melengkapi dan menyempurnakan. Kekayaan karunia tersebut tercermin dalam bertumbuh suburnya aneka kelompok kategorial dalam gereja. Masing masing kelompok tidak boleh saling merendahkan dan menganggap kelompoknya paling hebat. Tidak. Sikap semacam itu menodai kesatuan Tubuh Kristus.

Marilah kita mengoptimalkan karunia-karunia yang kita miliki. Potensi cipta, rasa dan karsa masing masing dikaruniakan bagi pelayanan satu sama lain. Terutama rasa empati, kepedulian dan solidaritas sungguh sangat dirindukan mengalir dari para murid Kristus pada saat ini.

Tuhan, semoga kata-kata dan uluran tanganku pada hari ini kupakai menjadi saluran berkat yang menyembuhkan dan membangkitkan bagi setiap orang yang aku jumpai hari ini. Amin.
 

Kalender
S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
bottom