Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Kesempatan Hidup ke 2

 

KESEMPATAN HIDUP YANG KE 2

Oleh : Paulus A. Triwibowo

 

Seperti layaknya anak-anak laki-laki pada umumnya, Ari bertumbuh semakin besar dan telah memasuki masa remaja dengan dibarengi pertumbuhan secara fisik yang normal. Kumis tipis mulai terlihat jelas dan otot-otot lengannya juga menyembul terlihat kekar. Ari sekarang memasuki usia 12 tahun, untuk ukuran anak seusianya Ari terlihat lebih tinggi dan lebih besar namun Ari adalah tetap anak kecil yang belum tahu banyak tentang dunia luar.

Ari duduk di bangku kelas 6 di sebuah Sekolah Dasar Swasta ternama di daerah  Jakarta Selatan.  Pengumuman kelulusan yang ditunggu-tunggu oleh Ari akhirnya sampai juga dan Ari lulus dengan nilai yang lumayan baik mengingat teman-temannya di sekolah adalah anak-anak pintar. Setelah menerima hasil kelulusan Ari yang juga aktif sebagai Misdinar di sebuah Gereja Katolik ini mengucap syukur atas kelulusannya, Ari juga bercerita kepada salah seorang Pastor yang selalu dia idolakan dalam hidupnya.

Sebut saja Pastor  Yosep (bukan nama sebenarnya), Pastor Yosep selalu senang mendengarkan cerita dari anak-anak termasuk Ari, tanpa disangka Pastor Yosep menepuk pundak Ari dengan berkata “ Ari apakah kamu mau ikut karyawisata ke Laut Selatan?” Ari dengan senangnya menjawab “iya Saya Mau Romo.”

Ari berjalan pulang dengan suasana hati yang gembira dan bahagia bahwa dirinya akan berliburan ke pantai, Ari kecil menceritakan hal ini kepada orang tuanya dan orang tuanya mengijinkan Ari untuk berangkat bersama Pastor Yosep dan anak-anak lainnya ke Pantai Selatan. Selama perjalanan Ari selalu tersenyum, Ari begitu kagum akan ciptaan Tuhan melalui sawah yang memasuki masa panen, pepohonan yang rindang dan besar-besar serta air sungai yang bersih dan dipenuhi banyak bebatuan. Ari kecil menginap bersama dengan teman-temannya disebuah Losmen yang dingin dan angin yang  kencang, suara angin membuat suasana menjadi agak menyeramkan dan Ari teringat akan cerita tadi pagi dari warga setempat yang menyarankan agar tidak memakai baju hijau jika berada di sekita Laut ini tanpa menyebabkan alasan kenapa tidak boleh memakai baju warna hijau, namun Ari kecil tidak telalu perduli dengan situasi yang ada, dia begitu menikmati hadiah kelulusan dari Pastor Yosep untuk berlibur ke Laut.

Sinar matahari  pagi memasuki ruang kamar losmen Ari melalui celah-celah tirai penutup jendela, Ari kecil berjalan menuju pantai bersama dengan teman-temannya untuk bermain bersama. Ari kecil mengumpulkan pasir2 laut untuk dibentuk menjadi rumah-rumahan, benteng dan juga mobil-mobilan, Ari tidak menyadari kalau posisinya berdiri telah memasuki air pantai yang dalam dan akhirnya Ari kecil terseret ombak yang besar di pantai selatan sampai ketengah laut yang luas, dengan sekuat tenaga Ari kecil yang tidak bisa berenang mencoba untuk memunculkan kepalanya untuk bernafas dan setiap kali hal itu dilakukannya maka dia semakin kelelahan dan akhirnya Ari kecil menyerah dan perlahan Ari kecil mulai tenggelam dengan meminum banyak air laut.

 

Tuhan mempunyai rencana yang kita tidak tahu, tiba-tiba tangan Ari ditarik keatas, lehernya dipegang dengan erat dan Ari kecil dibawa berenang sampai ketepian, sampai ditepian Ari kecil dijungkirbalikan dengan kepala dibawah dan posisi kaki di atas, Ari mengeluarkan semua air laut yang tadi banyak terminum. Ari kecil membuka matanya dan merasakan ada sentuhan tangan dan pelukan yang hangat dengan suara yang sangat dia kenal “ Ari kamu masih diberikan Tuhan untuk hidup, mari kita bersyukur atas anugrah yang indah ini.”

Dengan wajah pucat dan penuh ketakutan Ari memeluk Pastor Yosep yang telah menyelamatkannya dari kematian. Ari merasa bahwa Tuhan begitu menyayanginya melalui Pastor Yosep yang telah memberikan kesempatan kehidupan untuk ke 2 kalinya. Pastor Yosep mengumpulkan semua peserta untuk berkumpul dan bersiap mengemasi barang-barang untuk kembali ke Jakarta. Pastor Yosep tidak berhenti mengucap syukur atas rahmat yang diberikan Tuhan kepadanya untuk menyelamatkan Ari.

 

Renungan :

Terkadang kita tidak mengetahui akan adanya bahaya yang mengancam keselamatan dan kehidupan kita, sebisa mungkin kita dituntut untuk mempunyai kepekaan terhadap sekitar kita, tetapi dari pengalaman Ari yang masih kecil ini, dia belum tahu mana yang baik dan yang salah. Sebagai anak Ari tidak pernah menyangka bahwa dia akan mengalami hal ini, Ari diselamatkan Tuhan karena memang Tuhanlah yang mempunyai  kehidupan ini. 

Pengalaman Ari ini yang berpasrah total ternyata membuat Tuhan berbelas kasih. Kita juga diharapkan untuk selalu berusaha dan bisa berserah dalam segala hal kepada Tuhan, biarkan Tuhan bekerja untuk kita semua dengan caraNya karena kita semua adalah anak-anakNya dan sebagai Bapa yang baik pasti akan memberikan yang terbaik untuk anak-anakNya.

 

 

  

 

 

 

Kalender
S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
bottom