Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Hati Yang Mau Menderita

Aku hidup bagaikan di suatu tempat yang tidak ada mahluk hidup satupun. Ketika aku jatuh, aku berusaha bangun sendiri. Ketika aku menangis, aku menghapus air mataku sendiri. Ketika aku berbuat sesuatu, aku yang akan merasakannya sendiri. Semua hanya diriku sendiri. Tidak ada suara dan juga tidak ada ketenangan. Hingga suatu saat ada cahaya yang menyilaukan mataku. Aku bingung dan ketakutan. Aku hanya ingin berlari untuk menjauh dan menghindar.


Tapi ternyata…Itu matahari pagi yang membangunkan tidur malamku. Aku menghela nafas dan merasakan seluruh tubuhku gemetar…
Selama ini hatiku penuh beban. Perasaanku tertekan dengan semua situasi yang aku hadapi. Kuliahku yang padat dengan banyak tugas. Pelayananku di gereja sebagai tanggung jawab yang besar. Serta kehidupan keluarga yang membuat aku harus terus semangat untuk berjuang keras. 
Semua itu aku bawa kemanapun aku pergi. Tak ada satu orangpun tahu apa yang aku rasakan. Hidupku diluar ceria, tapi hidupku di dalam menangis. Berat memang, tapi aku hanya terdiam dan mengeraskan hati. Hingga akhirnya mimpi itu datang menghampiriku…
Pagi ini sinar matahari menyapaku lewat jendela kamar. Dia membisikan sesuatu ke telingaku. Aku sadar kalau aku tidak sendiri. Aku sadar kalau apa yang aku alami tidak seberat apa yang dialami YESUS KRISTUS. Penderitaan yang aku alami tidak seberat yang YESUS alami.


Aku merasakan sesuatu yang pahit, tapi IA lebih merasakan kepahitan. Aku merasakan penderitaan, tapi IA jauh lebih menderita. Aku merasakan sakit ketika berkorban, tapi IA tidak pernah mengeluh sakit apapun untuk berkorban bagi seluruh umat manusia. Ia tulus dan tak pernah mengharapkan apapun.
Lihat…betapa bodohnya aku!! Aku tidak tahu betapa berharganya aku di mataNYA. IA mau menderita demi manusia. Demi aku yang berdosa, IA mau mengorbankan diriNYA. IA mau mengalami kesakitan demi manusia. IA mau berbuat apapun demi manusia. Semua IA lakukan Sedangkan aku?? Apa yang aku bisa? Menangiskah? Atau tertawakah? Beban yang aku rasakan berat, tapi aku tidak mau menderita. Tugas dan pelayananku banyak, tapi aku selalu mengeluh. Aku sering kecewa dengan apa yang aku hadapi. Sering kesal…marah…putus asa…


Saat ini hatiku terbuka bahwa ALLAH lah yang memberikan rencana terbaik dalam hidup kita. Ketika kita jauh dariNYA dan merasa hidup kita hampa, IA memanggil dan memeluk kita. Satu ayat yang aku dapatkan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8 : 28)


So, sekarang hidupku tidak sendiri lagi. ALLAH selalu hadir dan memberiku damai sejahtera yang luar biasa. Hidup denganNYA harus mau menderita, tapi satu hal, percayalah bahwa IA tidak akan pernah meninggalkan kita!

Kalender
S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
bottom