Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Eco Camp "Mangun Karsa" APTIK, Desa Girikarto

Yogyakarta, 22 Januari 2018 – “Acara ini seru, karena kami bersama mahasiswa dari berbagai daerah disatukan di satu tempat untuk melakukan pengabdian masyarakat di Pantai Grigak, Gunung Kidul Jogja,” ungkap Abigail Prameswari salah satu mahasiswa dari program studi Ilmu Komunikasi dan perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Ilmiah yang mengikuti acara Eco Camp. Abigail, sapaan akrabnya, bersama Reza Arif Rahman, mahasiswa dari Fakultas Teknobiologi (Ftb) dan juga perwakilan dari senat mahasiswa Ftb mengikuti acara pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) pada 22 hingga 27 januari 2018.

 

Acara ini dihadiri oleh 40 mahasiswa dari 12 perguruan tinggi Katolik yang ada di Indonesia dengan Atma Jaya Yogyakarta sebagai tuan rumah. Mahasiswa yang hadir datang dari berbagai daerah seperti Medan, Palembang, Makasar, Menado, Semarang, Madiun, Jakarta, dan Yogyakarta sendiri.

 

 

Acara ini sendiri dibuka dengan briefing, penjelasan singkat tentang kegiatan yang akan dijalani, sharing pengalaman panitia, serta perkenalan kelompok. Pengabdian masyarakat ini sendiri, seperti yang tertera pada namanya “Mangun Karsa” atau “Harapan Romo Mangun”, merupakan pengabdian masyarakat yang diadakan pada Desa Girikarto yang terletak di Gunung Kidul. Desa yang kering dan sulit air ini dulunya pernah disinggahi beberapa lama oleh Alm. Romo Y.B. Mangunwijaya, SJ. Romo Mangun sendiri memiliki rumah singgah di dekat tebing yang sangat sulit dijangkau. Dikatakan, sesekali warga desa menyumbangkan beberapa makanan untuk Romo Mangun selama Beliau berada di rumah singgah. Sebagai rasa terima kasih, Romo Mangun pun membantu masyarakat desa dengan mencarikan mata air bagi warga desa. Mata air pun berhasil ditemukan namun tidak bertahan lama karena keterbatasan alat bor dan pompa yang saat itu ada.

 

 

 

Kali ini, dengan bantuan tenaga ahli dari beberapa universitas, maka dibuatlah sumur bor baru yang lebih dalam dan dengan aliran air yang lebih kencang. Untuk memompa air naik ke atas, digunakan panel surya sebagai sumber energi alternatif bagi mesin pompa. Hal yang menjadi masalah adalah, akses menuju tempat tersebut terbilang jauh dan sulit karena jalanan yang belum rata dan berlumpur. Oleh karena itu, target utama dari pengabdian masyarakat ini adalah akses jalanan yang diperbaiki, serta perawatan panel surya dan sumur bor bagi tersedianya air untuk warga desa.

 

 

 

 

Selama kurang lebih enam hari, peserta diajak untuk merasakan kehidupan penduduk Desa Girikarto sambil melakukan pengabdian masyarakat. Tidak hanya itu, peserta pun diajak untuk mendampingi warga desa mengikuti beberapa pelatihan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, contohnya seperti pelatihan menyablon baju, pelatihan membatik, pelatihan membuat pakan ternak, serta pelatihan merawat panel surya.

 

 

Sistematikanya, peserta yang sebelumnya sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, akan mendampingi salah satu pelatihan warga desa sambil bergantian menjalani kerja bakti memperbaiki jalanan.

 

 

 

Setiap hari pada waktu senggang setelah satu hari bekerja, biasanya para peserta akan berkumpul di rumah kepala desa untuk menikmati kudapan sore dan teh sambil bersendagurau. Sesekali jika memungkinkan, para peserta akan diajak berekreasi ke beberapa pantai terdekat seperti pantai Krakal dan Grigak. Di malam hari pun setelah bersih-bersih dan makan malam, peserta dan panitia memiliki waktu luang untuk berkumpul dan berbagi cerita terlebih mereka sendiri berasal dari latarbelakang budaya yang berbeda. Terakhir, setiap pukul 10 malam, peserta akan dikumpulkan untuk briefing hari berikutnya sekaligus sharing dan refleksi untuk satu hari yang sudah dilewati. Hal ini yang menjadi nilai lebih dikarenakan mahasiswa tidak hanya diminta untuk bisa bekerja dan menjalani kegiatan pengabdian masyarakat ini begitu saja, tapi juga diajak untuk bisa merenungkan dan mengambil nilai kehidupan dari setiap kegiatan yang dijalaninya. (Reza Arif Rahman)

 

Foto lokasi tempat Alm. Romo Mangunwijaya singgah, danmasih ada sisa-sisa puing berbentuk bangunan lama

Kalender
S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
bottom