Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Dosen Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya Masuk Tim BPPT Penanganan Covid-19

 
Dr. Irvan Faizal, M.Eng

 

Dosen Unika Atma Jaya kembali menjadi bagian dalam Tim BPPT Penanganan Covid-19. Sebelumnya, Dosen Fakultas Teknik Unika Atma Jaya Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA, IPM terpilih menjadi Tim Pakar Artificial Intelligence Task Force BPPT Covid-19. Kal ini, Dr. Irvan Faizal, M.Eng Dosen Prodi Bioteknologi Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya dan Peneliti Senior BPPT dipercaya menjadi Sekretaris Task Force dan Koordinator Sub Task Force Pengembangan Non-PCR Rapid Diagnostic Test.

 

Dalam Tim ini, Dr. Irvan ditugaskan sebagai sekretaris 1 Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid 19 (TFRIC19) dan koordinator sub Task Force Pengembangan Non-PCR Rapid Diagnostic Test yang akan menghasilkan Rapid Diagnostic Test untuk Covid 19 dalam bentuk deteksi antibodi (IgG/IgM) bekerja sama dengan BPPT, ITB, UNPAD, UGM, Badan Litbang Keementrian Kesehatan.

 

Ia terlibat karena memiliki kompetensi dalam bidang ini dan sebagai anak bangsa mempunyai tanggung jawab untuk ambil bagian dalam penanganan pandemi ini. “Saya ikut serta dalam tim ini karena ingin berperan dalam kegiatan penanganan Covid-19 di Indonesia sesuai dengan kompetensi dan kemampuan khususnya dalam riset dan inovasi untuk deteksi virus Covid-19,” kata Dr. Irvan.

 

Dosen yang mengajar di Prodi Bioteknologi Unika Atma Jaya ini juga menjelaskan bahwa dalam sub Task Force ini deteksi antibodi yang dihasilkan di desain menggunakan virus Covid-19 dari isolat virus orang Indonesia, sehingga akan lebih sensitif dan spesifik digunakan di Indonesia.

 

Lebih lanjut, dalam sub Task Force ini juga akan dihasilkan produk deteksi menggunakan micro chip yang bisa mendeteksi antigen sehingga bisa digunakan untuk mendeteksi infeksi virus dalam tubuh setelah dua hari.

 

“Produk inovasi ini dapat digunakan untuk mendeteksi Covid-19 pada PDP dan ODP orang Indonesia secara cepat (10-15 menit) yang lebih sensitif dan spesifik karena kalau menggunakan deteksi IgG/IgM impor nilai sensitifitas dan spesifisitas kalau digunakan utk PDP dan ODP orang Indonesia adalah rendah,” jelas Dr. Irvan.

 

Seperti yang diketahui, bahwa BPPT sendiri memiliki lima rencana aksi cepat dalam penanganan Covid-19. Hal ini meliputi Whole Genome Covid-19 Origin Indonesia (Analisis dan penyusunan menggunakan data orang Indonesia yang terinfeksi), Non-PCR Diagnostic Test Covid-19 (Pengembangan dalam bentuk dip-stick dan micro-chip), PCR Diagnostic Test Covid-19 (Pengembangan sesuai dengan mutasi terbaru Covid-19), Sarana dan Prasarana Pandemik Covid-19 (Memperkuat saran dan prasarann deteksi, mobile lab, logistik kesehatan dan ekosistem inovasi), dan Artificial Intelligence Covid-19 (Aplikasi teknologi informasi dan AI untuk mendukung penegakan diagnose Covid-19 dan pengambilan keputusan).

 

Dr. Irvan berharap untuk terus memberi dukungan pada semua tim yang berkerja melawan Covid-19 agar dapat menciptakan produk yang bermanfaat dalam mencegah, mendeteksi dan menanggapi Covid-19 dan ia berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga kesehatan dan tetap berdoa.

 

“Mohon dukungannya untuk terbentuknya produk-produk inovasi dan riset yang dihasilkan oleh semua stakeholder anak bangsa yang concern terhadap Covid-19 baik dalam kegiatan to prevent, to detect and to response. Jaga kesehatan, physical distancing, dan tetap berdoa,” ungkapnya. (CTF)

Kalender
S S R K J S M
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30  
bottom