Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Unika Atma Jaya Wisuda 953 Wisudawan

Suasana Wisuda UAJ Mei 2019 di JCC Senanyan

 

Jakarta, Selasa 14 Mei 2019 - Unika Atma Jaya (UAJ) menyelenggarakan Wisuda Sarjana ke-73 dan Pascasarjana ke-47 di gedung Jakarta Convention Center. Sebanyak 953, 844 dari program sarjana dan 104 orang dari program pascasarjana. Wisuda kali ini terasa istimewa karena dilaksanakan bertepatan dengan 21 tahun peristiwa tragedi Mei 1998. Sejarah kelam dan juga penanda masa reformasi Indonesia, itu sebabnya wisuda kali ini mengambil tema “Reformasi dan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia.” Peristiwa reformasi penting untuk menjadi refleksi bersama khususnya para wisudawan sebagai generai muda sebagai Indonesia masa depan sehingga tidak menyia-nyiakan harga yang sangat mahal yang telah dibayar terhadap reformasi.

 

Saat ini Indonesia memasuki era revolusi industri. Reformasi dan revolusi memiliki dasar yang sama, yaitu perubahan. Bagaimana sikap kita menghadapi perubaha merupakan tantangan terbesarnya. Seperti yang disampaikan oleh Rektor Unika Atma Jaya, Dr. A. Prasetyantoko “Tantangan paling besar adalah cara pandang kita sendiri.  Apakah kita membiarkan aspek psikologis dan emosional menguasai kita dalam menghadapi transformasi industrasi.”

 

Rektor UAJ memberikan sambutan dalam wisuda Sarjana ke-73 dan Pascasarjana ke-47

 

Dalam sambutannya kepada para wisudawan. Ia juga mengatakan "Ditengah perubahan dunia yang begitu masif ini, kita bersama dituntuk mengorbankan kemapanan psikologis. Kita perlu secara sadar melekatkan ‘rasa lekat tak teratur’ yang selalu menggumuli kita sebagai manusia,” sambungnya.

 

Rektor UAJ juga menambahkan nilai penting alumni yang sudah mereka dapatkan sejak bangku kuliah yaitu menjadi pribadi kristiani yang memiliki kepedulian sosial, unggul dan profesional sehingga dapat terus relevan dengan pergerakan zaman ini.

 

Antonius Hengky merupakan wisudawan yang berasal dari kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, yang untuk sampai ke ibukota propinsi Pontianak membutuhkan perjalanan darat dengan mobil kurang lebih 7-8 jam. Saat mengambil program kedokteran di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UAJ Hengky mengambil pelajaran penting yaitu nilai pelayanan. Saat berdiri di depan podium mewakili teman-temannya, Hengky menyampaikan harapannya yang mewakili anak muda Indonesia  “Atas keberanian para pahlawan reformasi kita mendapatkan hidup berbangsa dan bernegara yang lebih baik, itu semua berkat nilai melayani demi penegakan keadilan. Tugas kita sebagai salah satu dari 3% dari seluruh penduduk Indonesia yang bisa menjadi sarjana adalah menjadi sekrup-sekrup kecil, komponen yang terbaik untuk menjaga kapal besar Indonesia.  Kita harus mampu membantu saudara-saudara kita untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik dan menciptakan dunia yang lebih baik.” 

 

Seperti tradisi-tradisi sebelumnya wisuda UAJ memberikan penghargaan berupa pemberian cincin emas kepada 37 wisudawan berprestasi karena memiliki prestasi akademis lulus studi tepat watku, tidak pernah mendapatkan  nilai D dan E untuk tiap mata kuliah, aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan memiliki kepribadian yang baik serta memiliki IPK minimal 3,71 untuk lulusan S1 dan IPK minimal 3,8 untuk lulusan pascasarjana (S2,S3 dan Profesi). Salah satu penerima cincin adalah Elisabeth Suryani (Miss Indonesia 2017 Kalimantan Utara), Wisudawan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (IPK 3.84)

 

Elisabeth Suryani Penerima Cincin Unika Atma jaya

Kalender
S S R K J S M
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31
bottom