Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Seminar Omics Approaches in Food and Medicine dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional

Selasa (17/12), Fakultas Teknobiologi (FTb) Unika Atma Jaya menggelar seminar “Omics Approaches in Food and Medicine”. Seminar yang diketuai oleh Dr. Vivitri D. Prasasty ini dihadiri oleh Dr. Agustinus Prasetyantoko, selaku Rektor Unika Atma Jaya; Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, M.Sc., selaku Dekan FTb Unika Atma Jaya; dan para peneliti yang berasal dari beberapa negara. Selain itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. juga menghadiri acara ini sebagai pembicara utama.

 

Prof. Bambang Brodjonegoro saat menghadiri Seminar “Omics Approaches in Food and Medicine”, Selasa (17/12)

 

Prof. Bambang Brodjonegoro membahas tentang beberapa tantangan dan peluang peneliti Indonesia di era Omics, salah satunya mengenai kajian penelitian untuk pembiayaan dan publikasi. Penelitian Omics ini memerlukan pendekatan multidisiplin, sedangkan beberapa reviewer hanya memiliki keahlian dalam ilmu tertentu sehingga banyak hasil penelitian yang terbuang sia-sia. Beliau juga mengatakan bahwa teknologi Omics kedepannya dapat mendiagonis penyakit pasien secara akurat dan penyembuhan dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan tertarget. Harapan beliau adalah teknologi Omics yang merupakan perkembangan dari bioteknologi dapat menjadi pilihan untuk perkembangan dalam penelitian keragaman hayati dalam produk pangan dan kesehatan, khususnya untuk pengayaan nilai tambah pangan di Indonesia dan pengobatan dan pemenuhan nutrisi secara personalized.

 

Foto Bersama Rektor Unika Atma Jaya, Dr. Agustinus Prasetyantoko (kelima dari kiri) bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro (keenam dari kiri), bersama pimpinan Fakultas dan pembicara Seminar “Omics Approaches in Food and Medicine”, Selasa (17/12)

 

“Melalui kementerian, dengan memberikan hibah untuk riset dasar, riset terapan, dan riset inovasi, dan juga ada yang terkait pusat unggulan risetnya. Demikian juga kalau ada start-up, sehingga disetiap bidang bisa terlibat, semua para pelaku Omics dapat berperan, seperti peneliti di riset dasar harus berupaya mendapatkan hibah di riset dasar dan didorong juga dari anak-anak muda yang mengerti tentang teknologi Omics akan muncul dengan start-up”, kata Prof. Bambang Brodjonegoro, Selasa (17/12/2019). (GF)

Kalender
S S R K J S M
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29    
bottom