Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Unika Atma Jaya Gandeng KILLCOVID dan Gereja Dorong Percepatan Vaksinasi KTP Nasional

Pembukaan Sentra Vaksinasi Covid-19 Atma Jaya Berdaya (SVA-Daya) di Kampus 3 BSD, Kamis (17/6)

 

Setelah berhasil menuntaskan vaksinasi kepada 3000 lansia dan petugas pelayan publik di Jakarta dan Tangerang, Unika Atma Jaya bersama sejumlah mitra kembali menghadirkan Sentra Vaksinasi Covid-19 Atma Jaya Berdaya (SVA-Daya) di Kampus 3 BSD, kini tidak lagi hanya warga domisili Tangerang, tapi terbuka bagi warga KTP Nasional.

 

Unika Atma Jaya bersama dengan Ikatan Alumni Unika Atma Jaya, Paroki Serpong Gereja St. Monika dan ProSehat kembali mendukung percepatan vaksinasi yang diusung oleh pemerintah. Didukung oleh Kemenkes Republik Indonesia dan Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid-19 (KILLCOVID19), SVA-Daya 2 menargetkan 5000 lansia berusia 50+ dan juga terbuka bagi penyandang disabilitas berusia 18 tahun keatas.

 

Sebelumnya SVA-Daya berhasil mendukung program percepatan vaksinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dengan capaian 93% vaksin pertama dan 98% vaksin kedua bagi target lebih dari 3000 akseptor dari kalangan lansia berdomisili di Kabupaten Tangerang dan petugas layanan publik.

 

Plt Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Maxi Rein Rondonuwu, menyebut kegiatan ini perlu mendapat perhatian bersama dari sejumlah pihak, terlebih dukungan dalam menghadirkan pusat-pusat vaksinasi yang mampu menyalurkan dosis vaksin kepada masyarakat sesuai dengan kategorinya. Sesuai dengan arahan Presiden Joko WIdodo, pemerintah menargetkan sebelum awal Juli agar mencapai 1 Juta penyuntikan vaksin per hari. dr. Rondonuwu menyampaikan hingga Rabu (16/6) malam vaksinasi per hari telah mencapai 627.000 dosis per hari.


“Dalam mendorong percepatan vaksinasi, kami sudah mulai buka (vaksinasi) untuk DKI Jakara dan Jabodetabek agar relaksasi mulai 18 tahun keatas, dengan tidak meninggalkan sasaran lansia dan pelayan publik. Kami ingin agar herd immunity segera tercipta khususnya di Jabodetabek, mengingat 60% perekonomian nasional ada di Jabodetabek. Pemerintah memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam sentra vaksinasi SVA-Daya di Kampus BSD Unika Atma Jaya. Kami berharap dengan hadirnya sentra vaksinasi seperti ini secara bertahap makin banyak warga mendapatkan vaksinasi, sekaligus sebagai upaya sosialisasi agar mendorong percepatan vaksinasi.” ujar dr. Rondonuwu dalam pembukaan SVA-Daya 2 di Kampus 3 BSD Unika Atma Jaya, Kamis (17/6).

 

SVA-Daya 2 menargetkan vaksianasi bagi 5000 warga KTP Nasional, khususnya masyarakat berusia 50+ dan penyandang disabilitas.

 

Rektor Unika Atma Jaya, Dr. A Prasetyantoko menyebut Unika Atma Jaya untuk terus mendukung program vaksinasi oleh pemerintah dalam upaya menyelesaikan masalah pada sektor kesehatan dan perekonomian, terlebih untuk menciptakan kekebalan komunal (herd immunity). “Kegiatan ini penting untuk kita lakukan sebagai bagian dari solidaritas sosial dalam memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penyelesaian masalah kesehatan nasional. Bersamaan dengan perayaan Dies Natalis ke-61 Unika Atma Jaya, momen in menjadi bagian dari bukti nyata komitmen kepedulian yang menjadi salah satu nilai inti Unika Atma Jaya. Kolaborasi dan serta dukungan sejumlah pihak adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam mendukung mensukseskan percepatan program vaksinasi,” ujar ekonom Indonesia tersebut.

 

Ketua Umum KILLCOVID, Adharta Ongkosaputra menegaskan mengajak masyarakat untuk merapatkan barisan dan saling mendukung dalam melawan pandemi Covid-19. Adharta percaya jika semua elemen masyarakat perlu untuk saling bahu membahu mendukung keberhasilan program vaksinasi pemerintah. “Kami percaya keberhasilan program pemerintah dapat tercapai jika kita saling mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi kelompok lanjut usia (lansia).yang memang rentan dengan risiko penularan Covid-19.”

 

Sementara itu Vikep Kategorial KAJ, Romo Edi Mulyono SJ memberikan apresiasi yang tinggi atas upaya yang dilakukan oleh Unika Atma Jaya bersama dengan mitra kolaborator dalam menghadirkan kesejahteraan dalam hal kesehatan masyarakat dan mendorong pulihnya stabilitas sosial. Romo Mulyono menyebut ini merupakan suatu bentuk kerjasama, pelayanan, dan kerelawanan nyata sumbangsih dan wujud kepedulian institusi perguruan tinggi katolik bagi kebaikan kesehatan bersama. Romo Mulyono dalam kesempatan yang sama mengajak masyarakat untuk ikut mendapatkan dosis vaksin. “Kita syukuri modal sosial ini dan semoga semakin menyemangati kita untuk bekerjasama melayani masyarakat melalui vaksinasi.”

Kalender
S S R K J S M
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31
bottom