Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Pentas Narada 2018: Soerat dari Negeri Lajang-lajang

Para pemeran beradu akting saat menyuguhkan teater musikal Narada 2018: Soerat dari Negeri Lajang-lajang

 

Jakarta, 9 Maret 2018 – Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) Unika Atma Jaya kembali menyuguhkan sebuah pementasan teater musikal dari Nada dan Rasa dalam Drama (NARADA) bertajuk ‘Soerat dari Negeri Lajang-lajang’. Teater diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) dalam dua hari pementasan, yaitu pada hari Jumat (9/3) dan Sabtu (10/3).

 

Narada merupakan seni pertunjukan teater dari mahasiswa-mahasiswi Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta yang memiliki minat maupun bakat dalam bidang tersebut. Mahasiswa dapat menjadi pemeran, pemusik, bahkan terlibat di balik layar pementasan.


Narada 2018 kali ini menggambarkan perjuangan Rana (Edward Oktavianus) bersama bangsa Indonesia melawan penjajah pada zaman penjajahan Jepang dan juga mengisahkan tentang rumitnya kisah cinta yang tumbuh antara Rana dan Keiko (Nadya) dikarenakan peristiwa tersebut.


Kemerdekaan adalah cita-cita, demi menjaga Ibu Pertiwi tetap anggun berdiri. Jika cinta harus dikorbankan, mana yang akan tersanding? Indonesia patut diperjuangkan, negeri berjuta pesona. Dimana angin dan hujan berdamai. Dimana manusia dan alam menyatu. Dimana keberagaman senantiasa berjalan bersama. Pun cinta layak dipertahankan. Tak peduli pada apapun, karena cinta bekerja tanpa kata-kata.


“Soerat dari Negeri Lajang-lajang adalah sekedar hasil akhir dari proses meramu kreatifitas selama tidak kurang dari enam bulan. Segala suka cita telah terangkum bagaikan segelas minuman dimana asam, manis, dan pahitnya menjadi pilihan yang dapat kita bawa pulang selepasnya,” kata Stephanus Ciprut selaku sutradara Narada 2018.

 

Salah satu adegan saat Rana memperjuangkan kemerdekaan melawan penjajah Jepang

 

Ciprut juga memberikan pesan dan ucapan selamat kepada setiap tim yang bekerja untuk sebuah ‘Soerat dari Negeri Lajang-lajang’ yang kiranya menjadi suatu pembelajaran mengenai kebaikan kehidupan yang akan terus bergerak seiring dengan berputarnya dunia yang tanpa kita tidak tahu porosnya.


Senada dengan Ciprut, Artahsasta Carissa selaku ketua acara berharap semoga setelah menonton pementasan teater Narada 2018 ini, penonton dapat menikmati dan mendapatkan insight yang ingin kami sampaikan. (CTF)

 

 Seluruh elemen Narada 2018 berterimakasih kepada para penonton yang telah menyaksikan pertunjukan

Kalender
S S R K J S M
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30  
bottom