Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Kurikulum PSSK

Kurikulum yang digunakan dalam sarjana kedokteran adalah kurikulum 2017. Metode pembelajaran dalam kurikulum ini berpusat pada mahasiswa (Student Center Learning/SCL), merupakan salah satu metode yang mendukung keterlibatan aktif mahasiswa. Kegiatan pembelajaran meliputi perkuliahan, latihan keterampilan medik dan SCL lainnya.

 

I. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Sarjana Kedokteran

Sikap dan Tata Nilai

  1.      Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.

  2.      Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral dan etika.

  3.      Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;

  4.      Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa;

  5.      Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;

  6.      Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

  7.      Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

  8.      Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.

  9.      Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan dalam bidang kedokteran secara mandiri.

10.      Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.

11.      Menginternalisasi nilai Kristiani, Unggul, Profesional dan Peduli.

 

Nilai Inti
Nilai merupakan pedoman yang diyakini sebagai jiwa untuk selalu dihayati dan diamalkan oleh pemangku kepentingan dan anggota organisasi dalam melaksanakan tugas. Nilai inti yang dikembangkan oleh Unika Atma Jaya adalah Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli.
Keempat nilai tersebut dijelaskan sebagai berikut:
A. Bidang Pengembangan Kristianitas
A.1. Upaya mewujudkan "Kuat dalam Iman":
- Mampu memahami nilai-nilai kristiani
- Mampu menghayati nilai-nilai kristiani
- Mampu mengaktualisasikan nilai-nilai kristiani
A.2. Upaya Mewujudkan "Kuat dalam Persaudaraan Sejati":
- Mampu bersikap plural.
- Mampu bersikap inklusif.
- Mampu bersikap adil.
- Mampu bersikap demokratis.
- Mampu berbudaya.
A.3. Upaya Mewujudkan "Kuat dalam Budaya Kasih":
- Mampu bekerja sama dalam berkomunitas.
- Kerelaan berkorban.
- Mampu bersikap rendah hati.
- Mampu berempati.
- Mampu bersikap humanis.
B. Bidang Pengembangan Keunggulan
B.1. Upaya mengembangkan komunitas Atma Jaya yang Unggul:
- Mampu menggunakan tanggung jawab secara benar.
- Mampu menggunakan kebebasan secara tepat.
- Mampu terlibat aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
- Berkembang menjadi pribadi utuh.
B.2. Upaya mengembangkan komunitas Atma Jaya yang berwatak:
- Cerdas emosional.
- Cerdas spiritual.
- Mampu mengembangkan intra-personal.
- Mampu mengembangkan inter-personal.
- Berbudi luhur.
B.3. Upaya mengembangkan komunitas Atma Jaya yang Kritis:
- Cerdas intelektual.
- Berpikir logis, sistematis, dan kreatif.
- Penuh inisiatif.
- Berjiwa eksploratif, antisipatif, dan futuristik.
B.4. Upaya mengembangkan komunitas Atma Jaya yang Belajar Seumur Hidup:
- Memiliki panggilan jiwa dan idealisme tentang pendidikan.
- Penuh tanggung jawab terhadap tugas yang diembannya dan serius mengerjakannya.
- Selalu memutakhirkan diri.
- Memiliki kesiapsediaan untuk diutus dimana saja diperlukan.

 

 Keterampilan Umum

1.        Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya;

2.       Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur;

3.      Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni, menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;

4.      Menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;

5.      Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data;

6.      Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya;

7.      Mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya;

8.      Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada di bawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri;

9. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

 

Keterampilan Khusus

 

1.    Mampu mengaplikasikan ilmu komunikasi dalam bidang kedokteran dengan individu, keluarga, dan masyarakat.

2.    Mampu mengkaji masalah kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat.

3.    Mampu mengaplikasikan kewaspadaan standar dalam bidang kedokteran.

4.    Mampu mengkaji sumber daya manusia dan sarana–prasarana secara efektif dan efisien dalam bidang kesehatan/kedokteran.

5.    Mampu mengaplikasikan kegiatan promotif dan preventif kepada individu, keluarga dan masyarakat terutama pada masalah kesehatan perkotaan.

6.    Mampu mengaplikasikan kegiatan promotif dan preventif kepada individu, keluarga dan masyarakat dalam bidang gerontologi dan geriatri, kedokteran adiksi, dan penyakit infeksi.

7.   Mampu mengaplikasikan ilmu dan teknologi biomedik, patofisiologi, dan ilmu kesehatan masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.

8.   Mampu mengaplikasikan keterampilan medik dasar dalam situasi simulasi dan terbimbing.

9.   Mampu mengkaji ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran berdasarkan evidence based medicine dan value based medicine.

10. Mampu mengaplikasikan keterampilan dalam menganalisis epidemiologi kejadian penyakit.

 

Struktur Kurikulum Pendidikan Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya Tahun 2017

 

 

 

 

 

Metode Pembelajaran di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya

Metode pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum FKIK UAJ tahun 2017 merupakan penyempurnaan dari KBK 2012. Capaian Pembelajaran yang dirumuskan di dalam SN Dikti menuntut agar lulusan Sarjana dan program studi profesi untuk memiliki kemampuan berpikir secara logis, kritis, sistematis, serta mampu mengkaji permasalahan menggunakan pendekatan evidence based dan value based. Metode pembelajaran Student Centered Learning (SCL) dianggap mampu membentuk karakter-karakter tersebut pada diri mahasiswa. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, terdapat peningkatan penggunaan metode SCL, khususnya metode Case Based Learning untuk membentuk penalaran klinis, di dalam blok. Namun demikian, terdapat kesalahpahaman bahwa metode SCL terbatas pada metode PBL, CBL, PAL,dll.
 
Perkuliahan

Perkuliahan terutama diberikan dengan tujuan untuk menjelaskan suatu konsep, hal-hal yang bersifat prinsip, ataupun masalah yang sukar dipahami oleh mahasiswa. Di dalam perkuliahan dapat disisipkan sesi diskusi, dapat berupa sesi tanya jawab, buzz group, kelompok kerja, atau bentuk diskusi kelompok lainnya. Pada buzz group,1 mahasiswa akan diminta berdiskusi dengan teman di sebelahnya terkait topik tertentu pada pertemuan tersebut. Dosen kemudian dapat menunjuk secara acak kelompok mahasiswa untuk menjawab pertanyaan diskusi.

 

Tutorial Problem Based Learning (PBL)

Problem Based Learning (PBL) adalah strategi pendidikan yang menggunakan masalah atau problem sebagai stimulus untuk mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan guna memahami masalah dan menemukan penyelesaiannya. Metode ini merupakan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dan terintegrasi. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan, kemandirian dan kemampuan mahasiswa dalam belajar dan berpikir secara kritis, agar nantinya mereka mempunyai kebiasaan belajar seumur hidup. Selain itu, metode ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama dan keterampilan berkomunikasi karena dalam pelaksanaannya mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan aktif berdiskusi. Dengan melalui metode ini juga mahasiswa diperkenalkan dengan masalah klinik sedini mungkin (early clinical exposure). 

 

Case-Based Learning (CBL)

Pada case-based learning, mahasiswa bertugas untuk memecahkan suatu kasus. Di dalam kedokteran, kasus yang sering digambarkan adalah tentang masalah pasien yang mengharuskan mahasiswa untuk melakukan analisis, interpretasi data, dan membuat rencana penatalaksanaan. Data yang dipaparkan dalam suatu masalah dapat berasal dari satu kasus atau dikumpulkan dari berbagai sumber, bahkan dari literatur yang dipublikasikan, yang meliputi keluhan pasien, hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium

 

Peer Assisted Learning (PAL)

Peer Assisted Learning (PAL) merupakan salah satu contoh bagaimana mahasiswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran di universitas. PAL melibatkan seorang peer-tutor (PT) yang bisa saja mahasiswa tingkat atas atau mahasiswa dalam tahun yang sama dengan mahasiswa yang dibimbingnya.

 

E-learning (Moodle)

Pesatnya kemajuan teknologi mendorong diciptakannya metode pembelajaran yang sejalannya. E-learning sebutan umum untuk induk pembelajaran berbasis media elektronik online. Hingga saat ini telah banyak dibuat portal freeware untuk menjadi host pendistribusian bahan ajar dan pembelajaran via internet. Unika Atma Jaya telah sejak tahun 2004 menggunakan freeware bernama Moodle.

 

Praktikum

Praktikum bertujuan untuk menunjang pengetahuan yang telah diberikan pada saat kuliah. Kegiatan praktikum akan diadakan di ruang laboratorium. Sebagian besar kegiatan praktikum pada kurikulum konvensional yang bertujuan hanya untuk memperlihatkan gambar sediaan dapat diganti dengan kegiatan demonstrasi menggunakan spesimen ataupun audiovisual, baik di ruang kuliah maupun di ruang praktikum.

 

Skills lab

Skills Lab bertujuan untuk melatih keterampilan klinis mahasiswa, seperti komunikasi, anamnesis, pemeriksaan fisik, keterampilan klinik dasar, prosedur diagnostik dan terapi, dengan menggunakan manekin atau pasien simulasi.

 

Belajar Mandiri (Independent Learning)

Belajar mandiri adalah kegiatan belajar yang dilakukan oleh mahasiswa tanpa didampingi oleh dosen atau tutor. Meskipun demikian, dosen wajib memberikan bahan ajar yang sesuai atau tugas untuk dikerjakan pada saat belajar mandiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara individual maupun berkelompok.

 

Field study

Studi lapangan dengan kunjungan ke tempat-tempat yang menunjang pembelajaran telah terbukti efektif bagi proses belajar mahasiswa terutama jika diiringi dengan proses refleksi.

 

 

Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa 

1. Ujian Tertulis berupa MCQ atau essai.   

2. Praktikum

3. Lisan : PBL,SOCA

4. Ketrampilan : Skill Lab,OSCE

5. Multisource Feedback

6. Assessment Observasional

7. Reflective Writing

 

Kalender
S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31
bottom