Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Kurikulum PSSK

PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN
 

a) Sarjana Kedokteran yang berperan sebagaipengambil keputusan (decision maker), pemimpin masyarakat (community leader), manajer(manager), komunikator (communicator).

b)Sarjana Kedokteran yang berperan dalam kegiatan preventif dan promotif di bidang kedokteran perkotaan, terutama bidang gerontologi dan geriatri, kedokteran adiksi, dan penyakit infeksi.

c)Sarjana Kedokteran yang berperan dalam peningkatan kualitas hidup.

 

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN

 

A. Sikap dan Tata Nilai

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral dan etika.
  3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan        Pancasila;
  4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa;
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
  6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
  7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
  9. Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan dalam bidang kedokteran secara mandiri.
  10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
  11. Menginternalisasi nilai Kristiani, Unggul, Profesional dan Peduli.

 

B. Keterampilan Umum

  1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya;
  2. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur;
  3. Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni, menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
  4. Menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
  5. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data;
  6. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya;
  7. Mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya;
  8. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada di bawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri;
  9. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

 

C. Keterampilan Khusus

  1. Mampu mengaplikasikan ilmu komunikasi dalam bidang kedokteran dengan individu, keluarga, dan masyarakat.
  2. Mampu mengkaji masalah kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat.
  3. Mampu mengaplikasikan kewaspadaan standar dalam bidang kedokteran.
  4. Mampu mengkaji sumber daya manusia dan sarana–prasarana secara efektif dan efisien dalam bidang kesehatan/kedokteran.
  5. Mampu mengaplikasikan kegiatan promotif dan preventif kepada individu, keluarga dan masyarakat terutama pada masalah kesehatan perkotaan.
  6. Mampu mengaplikasikan kegiatan promotif dan preventif kepada individu, keluarga dan masyarakat dalam bidang gerontologi dan geriatri, kedokteran adiksi, dan penyakit infeksi.
  7. Mampu mengaplikasikan ilmu dan teknologi biomedik, patofisiologi, dan ilmu kesehatan masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.
  8. Mampu mengaplikasikan keterampilan medik dasar dalam situasi simulasi dan terbimbing.
  9. Mampu mengkaji ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran berdasarkan evidence based medicine dan value based medicine.
  10. Mampu mengaplikasikan keterampilan dalam menganalisis epidemiologi kejadian penyakit.

 

D. Penguasaan Pengetahuan

  1. Menguasai konsep komunikasi dalam bidang kedokteran dengan individu, keluarga dan masyarakat
  2. Menguasai konsep teoritis ilmu dan teknologi biomedik, klinik, ilmu perilaku, ilmu komunikasi serta ilmu kesehatan masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.
  3. Menguasai konsep teoritis fisiologi tubuh.
  4. Menguasai konsep teoritis patogenesis dan patofisiologi penyakit.
  5. Menguasai konsep teoritis promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap masalah-masalah kesehatan secara holistik.
  6. Menguasai konsep teoritis epidemiologi dan sistem kesehatan nasional.
  7. Menguasai konsep teoritis aspek medikolegal dalam praktik kedokteran dalam masyarakat Indonesia dengan budaya yang aneka ragam.
  8. Menguasai konsep teoritis dalam bidang kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan perkotaan, gerontologi dan geriatrik, kedokteran adiksi dan penyakit infeksi.

 

 

KURIKULUM PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN

 

Smt

No.

Kode

Blok

Sks

 

Smt

No.

Kode

Blok

Sks

I

1.

 

2.

3.

4.

 

MEC 101

 

MEC 102

MEC 103

MEC 104

Pengetahuan Dasar Kedokteran

Ilmu Biomedik Dasar 1

Ilmu Biomedik Dasar 2

Ilmu Biomedik Dasar 3

 

3

5

5

5

 

 

II

1.

2.

3.

4.

 

MEC 105

MEC 106

MEC 107

MEC 109

Ilmu Biomedik Dasar 4

Ilmu Biomedik Dasar 5

Ilmu Biomedik Dasar 6

Humaniora

 

5

5

6

4

 

Jumlah

18

 

Jumlah

20

III

1.

 

 

2.

3.

4.

MEC 108

 

 

MEC 201

MEC 202

MEC 203

 

Pertumbuhan, Perkembangan, dan Penuaan Alamiah

Konsep Patologi 1

Konsep Patologi 2

Konsep Patologi 3

3

 

6

5

6

 

 

IV

1.

2.

3.

4.

 

MEC 204

MEC 205

MEC 206

MEC 207

 

Metodologi Penelitian

Hematologi

Sistem Respirasi

Sistem Kardiovaskuler

 

5

6

6

6

 

Jumlah

20

 

Jumlah

23

V

1.

2.

3.

4.

 

 

MEC 301

MEC 302

MEC 303

MEC 208

 

Sistem Gastrointestinal

Sistem Neuromuskuloskeletal

Kesehatan Mental dan Perilaku

Proposal penelitian

 

6

6

6

1

 

 

VI

1.

 

2.

3.

4.

 

 

MEC 305

 

MEC 306

MEC 307

MEC 308

 

Sistem Endokrin dan Metabolisme

Sistem Traktus Urinarius

Sistem Reproduksi

Organ Indera

 

4

 

5

6

6

 

Jumlah

19

 

Jumlah

21

VII

 

1.

2.

3.

 

4.

5.

6.

7.

8.

 

9.

 

MEP 421

MEP 422

MEP 423

 

MEP 424

MLP 601

MEC 401

MEC 402

MEC 403

 

MEC 304

Perawatan Paliatif *

Kedokteran Adiksi*

Kewirausahaan di Bidang Kesehatan*

Ilmu Pendidikan Kedokteran*

Neurogeriatri dan Demensia

Kedaruratan Medik

Medikolegal

Kedokteran Pencegahan dan Komunitas

Karya Tulis Ilmiah

5

5

5

 

5

5

6

5

4

 

3

 

 

Jumlah Beban Studi Program Studi : 144 SKS

 

Jumlah

23

 

 

 

*) Blok Elektif dimana mahasiswa dapat memilih 1 dari 5 blok yang disediakan   

 


 

 

 

 

DESKRIPSI BLOK PRODI SARJANA KEDOKTERAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIKA ATMA JAYA

 

 

SEMESTER GANJIL

 

MEC 101, Pengetahuan Dasar Kedokteran

Blok Pengetahuan Dasar Kedokteran, merupakan blok pertama pada semester satu. Blok ini berbobot 3 SKS dengan lama waktu pengajaran 3 minggu. Blok ini memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan belajar yang diperlukan untuk proses pembelajaran sepanjang hayat yang harus dimiliki mahasiswa kedokteran. Materi yang diberikan seperti dasar filosofi kedokteran dan mengenal berbagai aspek sikap dan perilaku luhur dan memberikan gambaran dari ilmu-ilmu dasar dalam kedokteran.

 

MEC 102, Ilmu Biomedik Dasar 1

Blok Ilmu Biomedik Dasar I merupakan blok yang diberikan selama 5 minggu dengan bobot 5 SKS. Pada Blok ini memberikan pembekalan  konsep biologi sel dan molekuler yang terintegrasi dengan beberapa disiplin ilmu yaitu: Biologi, Histologi, Fisiologi, dan Biokimia. Biologi sel dan molekuler (Biomol) adalah ilmu yang mempelajari semua aspek pada tingkat sel (komponen, struktur, fungsi, dan peristiwa penyertanya). Pada blok ini akan dibahas mengenai struktur dan fungsi sel pada tingkat molekuler, seluler, jaringan, hingga pembentukan awal organ termasuk berbagai proses yang terkait di dalamnya.

 

MEC 103, Ilmu Biomedik Dasar 2

Blok Ilmu Biomedik Dasar 2 merupakan blok ke-3 dari kurikulum, diberikan di semester 1, dengan 5 sks dan berlangsung selama 4 minggu. Topik utama blok ini adalah embriologi yang menjelaskan proses perkembangan janin dimulai dari proses pembuahan (fertilisasi) dan perkembangan embrio (embriogenesis) sel yang telah termuat dalam blok sebelumnya. Proses selanjutnya yaitu implantasi, plasentasi, perkembangan struktur organ tubuh (organogenesis) meliputi sistem: syaraf, sirkulasi, urogenitalia, pencernaan, pernafasan, dan hematopoiesis.  Blok ini juga menjelaskan prinsip genetika yang berperan dalam proses perkembangan sel dan filosofi di awal kehidupan, serta dasar hematologi sebagai kelanjutan sel dan  penunjang embriologi.

 

MEC 104, Ilmu Biomedik Dasar 3

Blok IBD 3 merupakan blok ilmu kedokteran dasar dengan topik utama Regio Ekstremitas Inferior dan Superior, dan Dasar-dasar Pemeriksaan Biomolekular. Pada akhir blok, mahasiswa diharapkan mampu memahami struktur makroskopis & mikroskopis yang berhubungan dengan regio ekstremitas (topografi ekstremitas meliputi otot anggota gerak, vaskuler, dan nervus) dan fisiologi otot lurik serta teknik dasar pemeriksaan biomolekuler.

 

MEC 108, Pertumbuhan, Perkembangan, dan Penuaan Alamiah

Blok P3A merupakan blok ke-9 dengan bobot 3 SKS dan lama waktu pengajaran 3 minggu. Blok ini dirancang untuk mengajak mahasiswa mengenal berbagai aspek teoritis dan praktis dari proses tumbuh kembang dan penuaan manusia yang berawal dari neonatus, remaja, dewasa, dan lansia. Blok ini mencakup proses pertumbuhan perkembangan dan penuaan secara fisik maupun mental, dilihat dari sudut pandang demografi, etika, dan psikososial. Setelah mengikuti blok ini, mahasiswa diharapkan memahami proses normal perubahan fisik dan mental tumbuh kembang manusia dari lahir hingga lansia.

 

MEC 201, Konsep Patologi 1

Blok Konsep Patologi 1 (KP 1) merupakan blok ke-2 yang diberikan di awal semester ke-3, selama 6 minggu dengan bobot 6 SKS. Blok ini menjadi blok pertama dari serangkaian blok konsep patologi 1, 2, dan 3 yang secara berkesinambungan membahas konsep dasar terjadinya suatu penyakit. Materi  pada blok ini terkait dengan alergi-imunologi dasar, mekanisme imunopatologi, dan dasar-dasar pemeriksaan penunjang terkait alergi-imunologi. Pada akhir blok diharapkan mahasiswa mampu memahami konsep dasar sistem imun yang normal, memahami patogenesis terjadinya kasus imunopatologi, dan mengetahui prinsip-prinsip imunologi dalam aplikasi medis sehari-hari, seperti pemeriksaan penunjang dan penggunaan obat-obatan yang berkaitan dengan sistem imun.

 

MEC 202, Konsep Patologi 2

Blok Konsep Patologi 2 & Konsep Dasar Penatalaksanaan Masalah Kesehatan diberikan untuk mahasiswa semester 3 selama 5 minggu dengan bobot 5 SKS. Pada Blok ini mahasiswa akan diajarkan mengenai: konsep patologi khusus neoplasma dan genetika yang terkait neoplasma seperti konsep patologi kelainan degeneratif, konsep patologi trauma dengan kekhususan pada proses penyembuhan luka/trauma/fraktur & regenerasi, serta konsep dasar penatalaksanaan masalah kesehatan baik secara farmakologik & non farmakologik terkait ketiga topik utama tersebut. Mahasiswa diharapkan  akan mampu untuk mengaplikasikan konsep patologi, serta dapat mengaplikasikan dalam kegiatan belajar atau tugas/kewajiban selama pendidikan kedokteran.

 

MEC 203, Konsep Patologi 3

Blok Konsep Patologi 3, merupakan blok ke-12 yang berlangsung pada semester ke-3 dengan alokasi waktu selama 6 minggu.  Blok KP 3 ini meliputi Konsep penyakit infeksi  seperti  agen penyebab infeksi, mekanisme penyakit/patogenesis, pencegahan dan epidemiologis,  dari kelainan-kelainan yang disebabkan oleh  bakteri, virus, helminth, protozoa, jamur, serangga pada berbagai organ tubuh manusia, serta konsep dasar penatalaksanaan farmakologis dan non-farmakologis. Diharapkan setelah melewati blok KP-3, mahasiswa dapat memahami dan menguasai konsep penyakit infeksi dan  dasar penatalaksanaan masalah kesehatan serta dapat mengaplikasikan dalam kegiatan belajar atau tugas.

 

MEC 301, Sistem Gastrointestinal

Kurikulum Blok Gastrointestinal diberikan selama 5 minggu dengan bobot 6 SKS. Pada blok ini diajarkan materi dasar dan konsep klinis gastroenterologi anak dan dewasa sehingga setelah lulus blok mahasiswa menguasai patogenesis, patofisiologi, manifestasi klinis, kerangka diagnostik, dan rencana tata laksana penyakit-penyakit sistem gastrointestinal. Pada Blok Sistem Gastrointestinal ini, materi penyajian akan diuraikan dan didiskusikan melalui berbagai kegiatan yang terjadwal.

 

MEC 302, Sistem Neuromuskuloskeletal

Blok Sistem Neuromuskuloskeletal (NMS) akan dilaksanakan selama 5 minggu dengan bobot 6 SKS. Pada Blok ini akan diajarkan konsep penyakit dalam sistem neurologi dan muskuloskeletal sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) 2012 dari mulai pendekatan neuroanatomis, gejala klinis, pemeriksaan fisik dasar (terutama diajarkan di Skills Lab), serta pemeriksaan penunjang dan tatalaksana, sebagai dasar mempersiapkan mahasiswa nantinya masuk ke tahapan pendidikan klinik. Pada Blok ini ditekankan tidak hanya aspek kuratif tetapi juga aspek preventif dan promotif di sistem neurologi dan muskuloskeletal.

 

MEC 303, Blok Kesehatan Mental dan Perilaku

Blok Kesehatan Mental dan Perilaku merupakan blok yang diberikan selama 6 minggu dengan bobot 6 SKS. Pada blok ini mahasiswa akan mempelajari berbagai masalah kesehatan mental (organik dan non organik) mulai dari usia anak sampai lansia. Tujuan utama dari blok ini adalah mahasiswa mampu merancang diagnosis banding dan diangnosis kerja gangguan mental baik organik maupun non-organik berdasarkan hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik juga status mental dengan memperhatikan aspek etika kedokteran, biologik, psikologik, dan sosial serta mampu merancang tatalaksana baik farmakoterapi dan juga non-farmakoterapi. Pada blok ini mahasiswa juga diharapkan mampu merancang kegiatan promotif dan preventif mengenai masalah kesehatan mental.

 

MEC 401, Kedaruratan Medik

Blok ini Kedaruratan Medik memuat topik mengenai kasus-kasus kegawatdaruratan medik baik trauma maupun non-trauma yang sering ditemukan dalam praktek kedokteran umum. Pada akhir blok ini mahasiswa diharapkan mampu mampu berpikir kritis, menerapkan pemikiran logis dan mampu menentukan prioritas penanganan kasus kegawatdaruratan berdasarkan pemahaman mengenai patofisiologi, gejala, tanda, penilaian awal serta pertolongan pertama pada kegawatdaruratan. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu melakukan beberapa keterampilan dasar pada manekin/probandus di bidang kedaruratan medik yang meliputi : resusitasi jantung paru, intubasi endotrakea, menjahit luka sederhana dan melakukan pembidaian.

 

MEC 402, Etika dan Medikolegal

Blok Ilmu Etika dan Medikolegal merupakan blok yang diberikan selama 4 (empat) minggu dengan bobot 5 SKS. Materi utama pada Blok ini adalah Ilmu Kedokteran Forensik , Ilmu Etika dan Medikolegal, dan didukung oleh materi Ilmu Psikiatri Forensik dan Ilmu Farmasi. Mahasiswa diharapkan setelah mengikuti blok ini akan memiliki kemampuan: Memiliki pengetahuan di bidang: Forensik Kedokteran, Etika Kedokteran/Kesehatan dan Medikolegal, Psikiatri Forensik, Farmasi dan keterampilan menerapkannya

 

MEC 403, Kedokteran Pencegahan dan Komunitas

Blok kedokteran pencegahan dan komunitas merupakan blok yang diberikan selama 4 minggu dengan bobot 4 SKS. Materi yang diajarkan pada Blok Kedokteran Pencegahan dan Komunitas (KPK) terdiri dari konsep pencegahan penyakit dalam promosi kesehatan serta aplikasinya dalam kedokteran, aplikasi konsep adminkes dalam penentuan prioritas masalah kesehatan, masalah gizi utama di Indonesia, prinsip kedokteran kerja/kedokteran okupasi, epidemilogi, kesehatan perkotaan, kesehatan lingkungan, serta kesehatan gigi dan mulut. Mahasiswa diharapkan setelah mengikuti blok ini akan mampu untuk menerapkan prinsip-prinsip promotif dan preventif dalam penanganan masalah kesehatan melalui berbagai strategi seperti promosi kesehatan, pendekatan administrasi kesehatan, pendekatan gizi masyarakat, mampu melakukan analisis konsep evaluasi program, mampu menjelaskan konsep kedokteran okupasi dan kesehatan industri, mampu menjelaskan konsep perubahan iklim dan dampak terhadap lingkungan, dapat memahami dan mengaplikasikan konsep sistem kesehatan dan pembiayaannya, konsep advokasi, serta  konsep MDGs dan SDGs dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.

 

MEP 421, Blok Perawatan Paliatif

Blok Perawatan Paliatif merupakan blok ke-22, yang terdapat pada semester tujuh (tahun keempat). Blok ini dirancang untuk mengajak mahasiswa memahami konsep perawatan paliatif dan mengenal berbagai aspek praktisnya pada pasien dengan penyakit terminal. Setelah mengikuti blok ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang berkaitan dengan perawatan paliatif. Dalam blok ini, diberikan juga pengetahuan tentang peran dan profil dari beberapa yayasan yang bergerak di bidang perawatan paliatif di Indonesia serta studi interaktif untuk observasi beberapa fasilitas perawatan paliatif seperti nursing home dan home care.

 

MEP 422, Kedokteran Adiksi

Blok Kedokteran Adiksi berlangsung selama 4 minggu dengan muatan 5 SKS dan memuat berbagai topik kedokteran adiksi, termasuk adiksi zat psikoaktif dan perilaku. Blok ini juga memberikan kesempatan untuk melihat berbagai layanan terapi dan rehabilitasi NAPZA baik di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Kios Atma Jaya dan Kedhaton Parahita. Keterampilan klinis terkait kedokteran adiksi akan dilatih melalui workshop. Pada akhir blok, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dan melakukan analisis dari  teori dasar adiksi (neurobiologi, farmakologi zat psikoaktif), berbagai aspek kedokteran adiksi (psikologi, sosio-kultural, epidemiologi, medikolegal), aspek klinis dari adiksi (screening, diagnosis, terapi, komplikasi medis; adiksi perilaku). Mahasiswa juga diharapkan mampu untuk melakukan berbagai keterampilan klinis, yaitu screening dan brief intervention, voluntary counseling test.

 

MEP 423, Health Care Entrepreneurship (HCE)

Blok Health Care Entrepreneurship (HCE)merupakan blok yang diberikan selama 4 minggu dengan bobot 5 SKS. Pada blok ini mahasiswa calon dokter akan diberikan wawasan dan pemahaman tentang hakekat entrepreneurship yang berlandaskan kreativitas, inovasi, analisis, risiko, terobosan-terobosan baru. Pada akhir blok mahasiswa diharapkan mampu membuat business plan yang realistis. Blok ini mendorong mahasiswa  melihat peluang yang belum terlayani di bidang kesehatan.

 

MEP 424, Ilmu Pendidikan Kedokteran

Blok Elektif Ilmu Pendidikan Kedokteran (IPK) merupakan blok yang terdapat pada semester 7 (tahun ke-4) dengan bobot 5 SKS dan lama waktu pengajaran 4 minggu. Blok ini dirancang untuk memberikan overview dan mengajak mahasiswa mengenal berbagai aspek teoritis dan praktis dari proses pembelajaran ilmu kedokteran untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar terbentuk sikap belajar sepanjang hayat. Blok IPK diperkenalkan kepada mahasiswa agar mampu mengubah daya pikir masa depan terhadap perubahan dinamis, terbuka, dan luas terutama terkait dengann medical education. Daya pikir tersebut menghidupi sikap belajar sepanjang hayat. Terdapat 6 topik besar yang akan dipelajari dalam Blok Elektif Ilmu Pendidikan Kedokteran sebagai berikut: teori dan aplikasi teori belajar, metode dan assessment pembelajaran, penelitian dan penyajian tertulis mengenai pendidikan kedokteran, edukasi personal, pemberian umpan balik konstruktif, serta profesionalisme termasuk di dalamnya interprofessional collaboration.

 

MLP 601, Neurogeriatri dan Demensia

Blok Neurogeriatri dan Demensiadirancang untuk mempelajari masalah kesehatan lansia, terutama demensia, melalui pendekatanmultidisiplin. Dalam program ini, mahasiswa akan  mengembangkan keterampilan dalam melakukan diagnosis dan memberikan tatalaksana awal pada demensia.  ini akan menjadi wadah pertukaran pengetahuan (knowledge transfers) antara mahasiswa dan pembicara dari berbagai latar belakang. Melalui program ini, mahasiswa juga akan dapat mengkaji masalah kesehatan lansia dari aspek kebijakan, etika, hukum, komunikasi, spiritual, sosial, dan budaya. Blok ini adalah salah satu blok elektif yang dapat dipilih oleh mahasiswa pada semester 7 Program Studi Sarjana Kedokteran.

 

SEMESTER GENAP

 

MEC 105, Blok Ilmu Biomedik Dasar 4

Blok Ilmu Biomedik Dasar (IBD) 4 dengan beban 5 SKS ditempuh dalam 5 minggu sebagai blok ke-1 pada semester ke-2 di tahun pertama pendidikan sarjana kedokteran. Pada blok ini , mahasiswa mempelajari  fungsi dan struktur normal (makroskopis dan mikroskopis) manusia, khususnya pada sistem gastrointestinal, metabolisme, urogenital (urinarius dan genitalia) dan dan reproduksi. Pemahaman fungsi dan struktur normal manusia di Blok Biomedik Dasar 4 merupakan kelanjutan dari Biomedik Dasar 1–3, dilengkapi oleh blok selanjutnya yaitu IBD 5, IBD 6 serta Perkembangan, Pertumbuhan dan Penuaan Alami (P3A). Pemahaman  ilmu dasar yang memadai dapat menjadi landasan pemahaman ilmu kedokteran pada blok-blok selanjutnya.

 

MEC 106, Blok Ilmu Biomedik Dasar 5

Blok Ilmu Biomedik Dasar (IBD) 5 merupakan blok keenam yang berada di semester dua.  Blok ini berbobot 5 SKS dengan lama waktu pengajaran 5 minggu. Pada blok ini mahasiswa diharapkan memahami pengetahuan kedokteran  dasar (Anatomi, Fisiologi-Fisika, Histologi dan Biokimia-Kimia) tentang colli facialis thorax, terutama mengenai topografi anatomi di area colli facialis thorax dan fungsional sistem kardivaskuler, respirasi serta sistem limfatik. Diharapkan materi blok ini  membantu memahami konsep analisa dan merencanakan penatalaksanaan masalah pada blok selanjutnya.

 

MEC 107, Blok Ilmu Biomedik Dasar 6

Blok ini akan membahas mengenai struktur morfologi organ, fungsi dan metabolisme normal sistem saraf, sistem endokrin, dan sistem organ indra tubuh manusia. Pada saat menyelesaikan blok ini mahasiswa mampu menjelaskan dan mendeskripsikan ilmu dasar biomedik dan aplikasi keterampilan medis dasar yang meliputi pemeriksaan fisik terkait dengan sistem saraf dalam situasi simulasi. Mahasiswa juga mampu menginternalisasi semangat kemandirian, nilai, norma, dan etika akademik, bertanggung jawab, serta mampu berpikir logis, kritis, sistematis, dan inovatif.

 

MEC 109, Blok Humaniora

Pada blok ini mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menanggapi berbagai isu yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan,  mampu memosisikan pelayanan kesehatan dalam keseluruhan problem sosial, budaya dan kultural tertentu. Dalam konteks Indonesia, pembelajaran humaniora diharapkan mampu membentuk pribadi dokter yang profesional yang memiliki watak atau kepribadian yang unggul karena mendasarkan perilaku dan profesionalitasnya pada nilai-nilai ketuhanan, etika kedokteran dan etika profesi, disiplin, hukum, serta memiliki rasa nasionalisme dan pengabdian pada bangsa dan negara. Kuliah humaniora, terutama dengan pendekatan audiovisual (film) sehingga membantu membentuk hubungan yang empatik antara dokter dan pasien, meningkatkan keterampilan wawancara, menyampaikan berita buruk, mengelola pengaruh psikososial dari pasien dalam fase penyakit terminal, kemampuan menyeimbangkan kerja dan istirahat, memahami isu-isu medis yang sifatnya melintasi budaya, birokrasi rumah sakit dan kepuasan pasien, isu-isu legal dalam pelayanan kesehatan, dan problem gender dalam kedokteran.

 

MEC 204, Blok Metodologi Penelitian

Pengajaran dalam blok terdiri dari dua topik besar, yaitu metodologi penelitian dan dasar Evidence Based Medicine (EBM). Metodologi Penelitian mempelajari latar belakang mengapa penelitian dilakukan, metode penelitian ilmiah, ruang lingkup penelitian di bidang kedokteran, langkah-langkah penelitian kedokteran (termasuk disain studi dan analisis statistik) serta cara pembuatan proposal. Selain itu mahasiswa juga mempelajari dasar-dasar etika penelitian dan publikasi kedokteran. EBM mempelajari langkah-langkah telaah kritis suatu artikel ilmiah. EBM merupakan langkah yang cermat, eksplisit, bijaksana dalam menggunakan bukti teraktual dan terbaik saat menangani suatu masalah kesehatan tertentu. Keterampilan yang akan dipelajari mahasiswa dalam blok ini adalah keterampilan yang mendukung kedua topik tersebut.

 

MEC 205, Blok Hematologi dan Sistem Retikuloendotelial

Blok Hematologi dan Sistem Retikuloendotelial (6 SKS) merupakan blok ke-2 pada semester empat di tahun kedua Program Pendidikan Sarjana Kedokteran, dan akan ditempuh dalam waktu enam minggu. Pada blok ini akan dipelajari topik hematologi, hemostasis, dan sistem retikuloendotelial. Topik hematologi meliputi sel darah manusia terdiri dari hematopoiesis, morfologi sel darah manusia, kelainan kualitatif dan kuantitatif sel darah, golongan darah; hemostasis terdiri koagulasi dan fibrinolisis normal dan kelainannya; sistem retikuloendotelial mempelajari keadaan normal dan kelainan, serta penyakit immunologi. Setelah blok ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman mengenai patofisiologi penyakit bidang hematologi, hemostasis, dan sistem retikuloendotelial; mampu melakukan dan menganalisis pemeriksaan laboratorium hematologi dan hemostasis sederhana.

 

MEC 206, Blok Sistem Respirasi

Blok Sistem Respirasi merupakan blok ke 15, yang terdapat pada semester IV dengan muatan 6 SKS yang ditempuh dalam enam minggu. Blok ini membicarakan mengenai patofisiologi penyakit pada sistem respirasi manusia, merancang upaya promotif, preventif serta tatalaksana dan upaya pencegahannya. Topik maslah yang dibahas adala gejala ,temuan klinis, pemeriksaan penunjang yang mengarah pada penyakit sistem respirasi yang meliputi kelainan kongential, penyakit infeksi, alergi dan imunologi, keganasan, dan degeneratif termasuk masalah pada lansia.

 

MEC 207, Blok Sistem Kardiovaskular

Blok ini akan membahas sistem kardiovaskular meliputi penyakit kardiovaskular yang sering terjadi, struktur dan pengorganisasiannya, dan ketrampilan yang diperlukan dalam penanganan awal pasien kardiovaskular. Pada akhir blok ini mahasiswa diharapkan mampu melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, serta menjelaskan patofisiologi terjadinya penyakit kardiovaskular tersebut hingga penatalaksanaannya. Blok ini memberikan pengenalan gejala-gejala atau tanda-tanda dini dan pertolongan pertama yang dapat dilakukan sehingga penatalaksanaan penyakit kardiovaskular menjadi lebih optimal.

 

MEC 305, Blok Sistem Endokrin dan Metabolisme

Blok Sistem Endokrin dan Metabolisme, merupakan blok ke-20 yang diberikan di semester ke-6, selama 4 minggu dengan bobot  4 SKS. Materi yang diajarkan pada blok ini berupa penyakit-penyakit umum yang terkait dengan kelainan kelenjar endokrin dan kegawatdaruratan medis yang terkait penyakit tersebut. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis penyakit dan hasil pemeriksaan penunjang terkait penyakit, serta menentukan tata laksana pengobatan yang tepat.

 

MEC 306, Blok Sistem Traktus Urinarius

Blok Sistem Traktus Urinarius merupakan blok ke-21 yang akan diberikan selama 5 minggu pada mahasiswa tingkat ketiga (semester VI). Pada blok ini akan membahas sistem urinarius pria dan sistem urinarius wanita dan mempelajari konsep dasar, epidemiologi, kelainan klinis yang meliputi patofisiologi, rencana pemeriksaan, diagnosis banding, komplikasi, penatalaksanaan, prognosis serta pencegahan pada keadaan patologisPada akhir blok Sistem Traktus Urinarius, mahasiswa diharapkan dapat menganalisis dan merencanakan penatalaksanaan penyakit-penyakit Sistem Traktus Urinarius.

 

MEC 307, Blok Sistem Reproduksi

Blok Sistem Reproduksi merupakan blok ke-19, yang terdapat pada semester 6 (tahun ke-3) dengan bobot 5 SKS dan lama waktu pengajaran 5 minggu. Dalam blok ini mahasiswa akan mempelajari anatomi, fisiologi, dan patologi yang berkaitan sistem reproduksi laki-laki dan perempuan, fertilitas, ginekologi, kehamilan, persalinan dan nifas kontrasepsi; payudara, dan neonatologi. Setelah melewati blok ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan sistem reproduksi laki-laki dan perempuan. Selain itu diharapkan mahasiswa mampu menganalisis gangguan terkait infertilitas pada laki-laki maupun perempuan, serta merencanakan tata laksana yang berkaitan dengan gangguan sistem reproduksi, baik berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan nifas maupun dalam bidang ginekologi dan kontrasepsi.

 

MEC 308, Blok Organ Indera

Blok Organ Indera bertujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan dasar dalam diagnosis dan tatalaksana kelainan/penyakit organ indera yang harus dikuasai oleh dokter umum sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) 2012. Setelah melewati blok ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan epidemiologi, etiopatogenesis, diagnosis, dan penatalaksanaan kelainan/penyakit terkait organ indera (mata, telinga, lidah, kulit dan adneksanya).

 

 



Kalender
S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30  
bottom