Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 

Home » Fakultas » Info Fakultas

Peraturan Akademik PSPD

Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter, atau yang dikenal juga sebagai dokter muda, adalah lulusan Program Studi Sarjana Kedokteran, yang telah melalui Objective Structured Clinical Examination (OSCE), Structured Objective Case Analysis (SOCA), OSCE SOCA COMPHERENSIVE dan mengikuti secara penuh Kepaniteraan Umum (PANUM) dan pelatihan komunikasi interprofesional

  1. Mahasiswa Program studi Profesi Dokter yang akan memulai pendidikan klinik (kepaniteraan) wajib mengucapkan Janji Dokter Muda di hadapan Pimpinan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dan Rumah Sakit Pendidikan.
  2. Dokter muda akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok untuk mengikuti kegiatan kepaniteraan, baik di Rumah Sakit Atma Jaya maupun di rumah sakit jejaring.
  3. Dokter muda akan mendapatkan 1 (satu) buah buku kegiatan kepaniteraan klinik yang harus diisi selama menjalankan seluruh proses pendidikan kepaniteraan yang tercakup dalam Program Studi Profesi Dokter (PSPD).
  4. Pembagian siklus dokter muda ditetapkan oleh staf sekretariat PSPD yang kerjasama dengan Komkordik Rumah Sakit Pendidikan Utama yang diatur berdasarkan daya tampung masing-masing departemen dengan memperhatikan rasio antara jumlah dokter muda dan pembimbing klinik.
  5. Batas studi Program Profesi Dokter selama 5 tahun (10 semester) sampai lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Jika lebih dari 5 tahun dokter dokter muda akan dikenakan Drop Out (DO).
  6. Dokter muda diperkenankan mengambil cuti akademik selama mengikuti kepaniteraan klinik yang tercakup dalam PSPD, maksimal 2 (dua) semester.
  7. Selama periode kepaniteraan, dokter muda diperkenankan untuk mengajukan cuti kepaniteraan selama 2 (dua) siklus atau selama 2 (dua) kali 5 (lima) minggu. Pengajuan cuti harus dilakukan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum awal libur kepaniteraan yang diinginkan berlangsung atau siklus kepaniteraan berikut dimulai. Dokter muda tidak diperkenankan untuk memulai libur di tengah siklus kepaniteraan. Kepaniteraan 10 (sepuluh) minggu merupakan satu kesatuan sehingga dokter muda yang mengajukan libur di tengah-tengah siklus (sebelum masuk 5 (lima) minggu yang kedua) dalam siklus kepaniteraan besar akan dinyatakan hangus dan tidak pernah mengikuti siklus kepaniteraan tersebut sehingga wajib mengulang dari awal siklus kepaniteraan besar yang sedang diikuti. Cuti siklus kepaniteraan dilakukan dengan mengisi dan mengajukan formulir permohonan cuti dan menyerahkan formulir tersebut kepada Ketua PSPD.
  8. Jika masa cuti telah selesai dan dokter muda yang bersangkutan ingin kembali menjalani siklus kepaniteraan klinik, maka yang bersangkutan harus mengisi dan mengajukan surat permohonan aktif kembali setelah cuti. Formulir diserahkan kepada PSPD selambat-lambatnya akhir minggu ke-3 dari masa siklus kepaniteraan yang sedang berjalan. Jika surat permohonan ini diserahkan melebihi batas waktu yang telah ditetapkan maka yang bersangkutan harus menunggu 1 (satu) siklus dan baru akan dimasukkan ke dalam rotasi siklus berikutnya 5 (lima) minggu kemudian.
  9. Dokter muda yang sudah dijadwalkan dalam siklus kepaniteraan di salah satu departemen, bilamana tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan (sakit berat yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter, baik praktek pribadi, klinik, ataupun rumah sakit; kematian dari anggota keluarga inti; atau karena musibah bencana alam) tidak hadir lebih dari 3 (tiga) hari berturut-turut, maka dinyatakan membolos dari siklus kepaniteraan tersebut. Bagi dokter muda yang membolos dalam siklus kepaniteraan sesuai dengan ketentuan akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
    1. 1 (satu) kali selama seluruh periode kepaniteraan, akan dikenakan sanksi berupa pengunduran siklus kepaniteraan berikutnya selama 5 (lima) minggu, disertai dengan surat teguran tertulis dengan tembusan kepada Orang Tua dan Pimpinan Fakultas.
    2. 2 (dua) kali selama seluruh periode kepaniteraan, akan dikenakan sanksi berupa pengunduran siklus kepaniteraan berikutnya selama 20 (dua puluh) minggu atau setara dengan 4 (empat) siklus kepaniteraan minor.
    3. 3 (tiga) kali selama seluruh periode kepaniteraan akan dikenakan sanksi tidak boleh melanjutkan kepaniteraan klinik (dikeluarkan dari Program Studi Profesi Dokter).
    4. Surat keterangan yang menjelaskan alasan ketidakhadiran sudah harus diterima Kepala Departemen yang bersangkutan selambat-lambatnya pada hari ke-3 pukul 08.00.
  10. Dokter muda yang tidak hadir dalam siklus kepaniteraan harus melapor kepada Kepala Departemen atau Koordinator Pendidikan Klinik masing-masing departemen dengan disertai surat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan alasan ketidakhadirannya. Apabila ketidakhadirannya lebih dari 3 (tiga) hari pada siklus minor atau lebih dari 6 (enam) hari pada siklus mayor, maka yang bersangkutan dinyatakan gagal dan dokter muda tersebut harus mengulang seluruh masa kepaniteraan siklus yang bersangkutan.
  11. Dokter muda yang harus mengulang seluruh masa kepaniteraan dikarenakan alasan no.12, mengulang kepaniteraan di departemen yang bersangkutan setelah menyelesaikan seluruh siklus kepaniteraan lainnya secara lengkap.
  12. Dokter muda dikarenakan alasan pada no.12 dapat masuk kembali siklus kepaniteraan setelah lima minggu bila dokter muda mundur pada siklus minor atau setelah sepuluh minggu pada siklus mayor.
  13. Jadwal siklus kepaniteraan yang akan datang dapat dilihat di Papan Pengumuman PSPD atau melalui staf Sekretariat PSPD pada akhir minggu ke-4 siklus kepaniteraan yang sedang berjalan.
  14. Pada awal siklus kepaniteraan klinik, 1 (satu) kelompok dokter muda akan mendapatkan berkas kelengkapan pendidikan kepaniteraan klinik berupa Kumpulan Berkas   Kepaniteraan Klinik yang terdiri dari:            (a) Daftar isi, (b) Daftar hadir dokter muda, (c) Lembar status departemen, (d) Lembar rekapitulasi penilaian kepaniteraan klinik, dan (e) Berita Acara Perkuliahan. Dokter muda wajib melapor kepada Kepala Departemen atau Koordinator Pendidikan Klinik Departemen yang akan diikuti pada hari pertama siklus dimulai. Diakhir kepaniteraan dokter muda wajib mengisi kuesioner umpan balik kepaniteraan sesuai dengan tempat rotasi kepaniteraan.
  15. Apabila dokter muda melakukan pelanggaran, maka dapat dikenakan sanksi dari departemen berupa peringatan pertama berupa surat untuk dokter muda tembusan PSPD. Peringatan kedua berupa surat untuk dokter muda dan orang tua. Bila tetap tidak ada perbaikan sikap, perilaku dan pengetahuan dari dokter muda maka yang bersangkutan akan diberikan peringatan ketiga berupa pengembalian dokter muda tersebut ke PSPD dan siklusnya dinyatakan gugur.
  16. Bagi dokter muda yang tidak lulus ujian (mengulang) maka ketentuan yang berlaku sebagai berikut:
    1. Mengulang ujian lamanya 1 minggu atau sesuai dengan peraturan departemen masing-masing
    2. Mengulang setengah kepaniteraan  siklus kepaniteraan besar (mayor) lamanya 5 minggu
    3. Mengulang setengah kepaniteraan  siklus kepaniteraan kecil (minor) lamanya 2,5 minggu
    4. Mengulang seluruh kepaniteraan siklus kepaniteraan besar (mayor) lamanya 10 minggu
    5. Mengulang seluruh kepaniteraan siklus kepaniteraan kecil (minor) lamanya 5 minggu
    6. Dalam 1 minggu hanya diperbolehkan mengulang 1 mata kuliah saja (tidak boleh lebih dari 1 mata kuliah)
    7. Bagi dokter muda yang telah terdaftar untuk mengulang dan tidak melaksanakannya sesuai pada jadwal yang telah ditentukan maka akan dikenakan sanksi oleh PSPD berupa penundaan jadwal mengulang berikutnya.
    8. Mengulang dilaksanakan di Rumah Sakit Atma Jaya
  17. Bagi dokter muda yang akan mendaftar yudisium lokal harus mematuhi syarat-syarat berikut:
    1. Yang baru pertama mengikuti yudisium lokal maka boleh mendaftar jika sudah menyelesaikan seluruh kepaniteraan klinik (tidak boleh ada hutang ujian atau laporan kepaniteraan) 2 minggu setelah siklus akhir selesai.
    2. Yang lebih dari sekali mengikuti yudisium lokal (review nilai) maka mengulang ujiannya harus sudahdiselesaikan 3 hari setelah pelaksanaan ujian ulang.
    3. Bagi dokter muda yang tidak mendaftar maka tidak diikutsertakan dalam yudisium lokal.
    4. a. Yudisium KDI (Kolegium Dokter Indonesia) hanya dapat diikuti setelah dokter muda yang bersangkutan telah mengikuti yudisium lokal dan dinyatakan lulus seluruh kepaniteraanKlinik.

 

Pengumuman hasil yudisium lokal akan diumumkan langsung oleh PSPD setelah rapat yudisium lokal dan wajib dihadiri peserta yudisium, dan pengumuman nilai dan IPK akan diumumkan tertulis setelah yudisium KDI.

  1. Dokter muda yang telah yudisium wajib mengikuti OSCE Clinical Comprehensive yang diadakan di FKIK UAJ sebagai persiapan untuk mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) CBT dan OSCE Nasional.
  2. Dokter muda yang telah mengikuti yudisium KDI selanjutnya akan mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) CBT dan OSCE dan bila dinyatakan lulus maka dokter muda berhak mengikuti sumpah dokter dan menyandang gelar dokter (dr) di depan namanya.
  3. Dokter yang telah lulus dan ingin berpraktek, menurut perundangan yang ada, wajib melakukan internship yang saat ini dikelola oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI).
  4. Pedoman penyusunan makalah/karya tulis/referat di masing-masing Departemen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya. 

 

 

Tujuan:

  • Membiasakan para dokter muda untuk membaca dan mengambil kesimpulan/manfaat dari tulisan/artikel di majalah kedokteran.
  • Melatih dokter muda untuk dapat menyusun artikel/karya tulis secara sistematis sesuaidengan kaidah yang umum berlaku bagi penulisan karya ilmiah.
  • Melatih dokter muda untuk dapat berdiskusi/menyatakan pendapat secara ilmiah.

 

Metode:

  1. Setiap dokter muda (dapat sendiri atau dalam kelompok) diwajibkan untuk membuat sedikitnya satu karya tulis dalam setiap siklus kepaniteraan.
  2. Judul/topik karya tulis tersebut ditetapkan bersama dengan dosen pembimbing yang ditunjuk pada masa awal kepaniteraan.
  3. Karya tulis tersebut disusun berdasarkan bahan/tulisan/ kepustakaan, sedapat-dapatnya yang dipublikasikan dalam 5 (lima) tahun terakhir.
  4. Bahan tulisan tersebut dapat diperoleh dari buku teks, artikel majalah kedokteran, maupun media internet. Daftar pustaka disusun sesuai dengan aturan yang berlaku umum (cara Vancouver).
  5. Karya tulis yang disusun belum pernah diterbitkan dalam jurnal manapun. Jika melakukan plagiat, dokter muda akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku di Universitas maupun Fakultas.
  6. Setelah disetujui oleh pembimbing, karya tulis tersebut wajib dipresentasikan di hadapansemua anggota kelompok kepaniteraan.
  7. Para peserta/dokter muda sangat diharapkan untuk memberikan tanggapan, komentar, pernyataan sehubungan dengan isi makalah.
  8. Dosen pembimbing berperan sebagai moderator dan memberikan tambahan komentar/penjelasan jika diperlukan.
  9. Waktu pelaksanaan presentasi tersebut disesuaikan dengan kebijakan masing-masing departemen.
  10. Agar diskusi dapat berjalan dengan baik, makalah harus sudah selesai dan dibagikan kepada semua peserta dan moderator selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum presentasi dilaksanakan.
  11. Dosen pembimbing memberikan komentar akhir dan kesimpulan di akhir acara.
    1. Pada saat PANUM (Kepaniteraan Umum), PSPD akan menyelenggarakan test Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) yang wajib diikuti peserta PANUM. Bila hasil test MMPI direkomendasikan untuk konseling oleh tim konseling, maka dokter muda yang bersangkutan wajib mengikuti sesi-sesi yang telah ditentukan sampai tim konseling menyatakan tidak perlu konseling lebih lanjut. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut akan diberikan sanksi penundaan kepaniteraan sementara.
Kalender
S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30  
bottom