EN | ID
 
Mengenal Simon Gonzalo Guedez, Cucu dari Salah Satu Pendiri Atma Jaya

Simon Gonzalo Guedez, cucu dari Ben Mang Reng Say

 

Mungkin banyak orang yang kurang mengetahui Benedictus Mang Reng Say. Beliau adalah salah satu pendiri Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya pada tahun 1960 bersama cendekiawan muda Katolik lainnya. Selain itu, Beliau adalah seorang politikus Indonesia yang sempat menjabat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), dan Dubes di Mexico dan Portugal.

 

Dalam catatan sejarah Indonesia Ben Mang Reng Say dengan Frans Seda memainkan peran penting dalam pertemuan Roma dalam membahas integrasi damai Timor Timur ke dalam wilayah negara kesatuan Indonesia.

 

Tenyata cucu dari Ben Mang Reng Say berkuliah di Unika Atma Jaya saat ini. Simon, begitu panggilan akrabnya di kampus. Cucu dari Ben Mang Reng Say ini merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM) angkatan 2014.

 

Simon bercerita bahwa kakeknya adalah pribadi yang sederhana tetapi memiliki pencapaian-pencapaian yang hebat. Meskipun beliau lahir di pulau kecil wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), namun beliau bisa menempuh pendidikan yang tinggi. Selain itu, beliau juga melayani negara saat bekerja dipemerintahan Indonesia.

 

"Bagi saya, kakek adalah orang yang hangat dan penuh kasih sayang, bukan hanya untuk keluarganya, tetapi untuk bangsa dan negaranya," kata Simon.

 

Simon, ketika bayi digendong oleh kakek Ben Mang Reng Say

 

Simon juga mengatakan bahwa menjadi cucu dari pendiri Unika Atma Jaya merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi dirinya. "Saya bangga karena kakek saya bisa membantu mendirikan universitas ini sebagai sarana mencerdaskan bangsa dan negara. Ini merupakan warisan dari beliau yang tidak boleh dirusak. Saya harus bisa melanjutkan apa yang sudah dilakukan beliau dengan belajar sungguh-sungguh," ungkap Simon.

 

Menurut Simon, satu hal yang bisa diteladani dari kakeknya adalah apapun yang kita impikan, pasti ada cara untuk mencapainya. Kalau beliau seorang dengan latar belakang dari pulau kecil saja bisa mencapai prestasi seperti ini, berarti siapa pun bisa juga asal memiliki tekad yang kuat.

 

"Saya tidak ambil pusing, yang terpenting jangan anggap remeh pendidikan karena saya yakin satu-satunya cara membantu negara ini adalah dengan pendidikan," ujar Simon. (CTF)

S S R K J S M
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30  
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved