EN | ID
 
Mahasiswa Peduli Belitung

 

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya bekerjasama dengan Kalbis Institute, Universitas Bina Nusantara, Universitas Hang Tuah, Universitas Esa Unggul, dan beberapa universitas Jakarta lainnya turut serta dalam membantu korban banjir bandang di Belitung Timur. Tim gabungan dari Unika Atma Jaya meliputi dokter, psikolog, dan mahasiswa yang bergerak dalam unit kegiatan mahasiswa bidang sosial, yaitu KSR, PAJ, MEDISAR, dan OASE.  Mereka melaksanakan tugas pengabdian ini dari tanggal 26 - 30 Juli 2017 dan disambut oleh Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza. Di sepanjang perjalanan menuju posko beberapa daerah sudah mulai kering, namun ada sekitar dua titik yang masih terendam air , rumah-rumah yang hancur, dan beberapa jalan menjadi longsor. Pada sore hari, para relawan dibagi menjadi  empat kelompok untuk dipecah ke desa-desa di sana. Malam hari, diadakan games perkenalan antar relawan dari masing-masing universitas yang bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain dalam bekerja.

 

Hari kedua, tim yang sudah dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu tim pendidikan dan trauma healing, tim medis, dan tim bedah rumah berangkat dari basecamp pukul 08.00 WIB. Tim pendidikan berisikan sekitar sepuluh orang yang bertugas mengunjungi sekolah-sekolah dasar yang ada di sana dan mengajak anak-anak bermain serta belajar. Mereka juga membagikan sumbangan berupa buku, susu, dan alat tulis. Seorang relawan tim pendidikan mengaku lebih memfokuskan pada hiburan, “kita menghibur anak-anak SD terutama gitu, kita kunjungan sekolah terus melakukan penghiburan dan kita juga tuh sudah dapat dari Kalbis – nya sendiri dapat sumbangan buku tulis untuk anak-anaknya.” kata Enjel perwakilan dari PAJ. “Tim pendidikan satu orang isi masuk ke satu kelas, aku lebih melakukan penghiburan. Kalau belajar aku juga tapi  aku pikir mereka lebih butuh penghiburan karena kalau belajar mereka sudah ada gurunya sendiri.” lanjutnya.

 

 

Tim medis bertugas memastikan kesehatan pasien dengan melakukan door to door dan merujuk pasien untuk diperiksa di Puskesmas. Penyakit yang banyak terjadi pasca bencana adalah penyakit kulit, sakit gigi, dan ISPA. Penyakit tersebut disebabkan oleh air yang kotor tercampur dengan timah dan debu di daerah tersebut. Tim bedah rumah bertugas membantu warga untuk membersihkan lingkungan sekitar warga tinggal, seperti membersihkan debu tebal di jalan, membantu mengambil seng atap yang masih bisa digunakan, mengangkat barang-barang warga yang masih bisa digunakan dan membersihkan makam.

 

Hari ketiga, tim Unika Atma Jaya melakukan pelayanan door to door kembali dan membuka posko baru di daerah Bugis. Tim berangkat dari basecamp pada pukul 08.00 WIB. Pada hari itu, jumlah pasien meningkat dari 23 orang menjadi 27 orang yang diperiksa oleh tim medis di pos Puskesmas.

 

“Nah, terus untuk hari ketiga itu berangkat dari jam 8. Kalau di posko pembagiannya sama dan di pos Koramil jumlah pasien bertambah jadi 27 orang kasusnya lebih didominasi dengan darah tinggi dan ISPA.” kata Cindy perwakilan dari KSR. Pelayanan juga dilakukan dengan door to door untuk meihat kondisi pasien lebih dekat terutama untuk pasien yang masih belum bisa keluar rumah karena alasan tertentu. Pada hari keempat, pos Puskesmas ditutup dan dibuka pos di Dusun Meranteh tempatnya di balai kota.

 

    

S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved